• Home
  • Aceh Timur
  • Dua Perusahaan Saling Tuding di Block A Migas Aceh Timur
Kamis, 7 Juni 2018 | 12:16:39

Dua Perusahaan Saling Tuding di Block A Migas Aceh Timur

BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.ACEH TIMUR///Pekerjaan 12 Unit Tangki Gas dengan nilai kontrak sebesar Rp 9,8 Miliar dipertambangan Gas Blok A Blang Nisam Aceh Timur Provinsi Aceh karena terjadinya perselisihan dua perusahaan yakni PT Brata Indonesia dengan Subconnya PT Rakan Sejahtera Utama.

 

Permasalahan yang timbul saling menuding dengan alas an PT Barata Indonesia bahwa pihak PT rakan Sejahtera Utama tidak menyelesaikan pekerjaan secara tuntas dan progress sering dikerjakan langsung oleh PT Barata Indonesia untuk capaian target yang telah disepakati dalam kontraknya dengan PT JEC sebagai Maincont EVC 1 PT Medco E & Malaka Block A Blang Nisam.

 

Bahkan beberapa Vendor local terpaksa ditalang pembayarannya oleh PT Brata karena tidak dilakukan pembayaran oleh PT Rakan Sejahtera Utama sedangkan PT Rakan Sejahtera Utama mengklaim bahwa semua pekerjaan sudah diselesaikan dengan baik dan sudah diterima oleh pihak Maincount PT JEC setelah pekerjaan selesai pihak PT Barata tidak menyelesaikan sisa pembayaran ke PT Rakan Sejahtera Utama senilai Rp 6 Miliar maka pihak PT Rakan Sejahtera Utama melaporkan pihak PT Barata Indonesia ke Polda Aceh. 

 

Dalam penyelesaian konflik dua perusahaan ini Polres Aceh Timur bersama PT JIC mengupayakan mediasi agar titik penyelesaian dapat ditempuh secara kekeluargaan terlebih dahulu.


Dalam pertemuan awal telah menghasilkan 7 point kesepahaman namun poin 2,3,4 dan 5 belum ada kesepahaman kedua belah pihak.


Mediasi lanjutan berlangsung di Aula Wira Satya Polres Aceh Timur pada Selasa (5/6/2018) yang dimediasi langsung oleh Wakapolres Aceh Timur dan PT JEC hasilnya adalah aka nada pertemuan lanjutan dengan menghadirkan pihak PT Barata agar pekerjaan local yang belum dapat pembayaran dapat dibayar sebelum lebaran nantinya guna menghindari gejolak social para pekerja kea rah yang tidak diinginkan.


Rahmat Firiadi Lead Humas PT JEC menyampaikan tanggapannya bahwa pada dasarnya PT JEC mengharapkan penyelesaian perselisihan ini dapat diselesaikan dengan baik melalui mediasi atau jalur hokum karena pihak JEC sudah sepenuhnya melakukan pembayaran ke PT Barata Indonesia sesuai kontrak yang ada.

 

Kompol Apriadi Wakapolres Aceh Timur pada dasarnya PT Rakan Sejahtera sudah membuat laporan ke Polda Aceh namun Polres Aceh Timur karena wilayah hukumnya coba membangun mediasi terlebih dahulu dengan harapan agar semua pada penyelesaian dengan baik agar tidak memicu persoalan baru nantinya Efendi Sulaiman pimpinan PT Rakan Sejahtera Mandiri dalam penyampaiannya adalah menuntut pembayaran sisa dari PT Barata senilai Rp 6 Miliar untuk menyelesaiakan pembayaran terhadap karyawannya dean vendor-vendor local yang belum terbayar agar tidak terjadinya gejolak social nanti apa lagi saat sekarang mendekati lebaran pekerjaan 12 unit tangki gas sudah diselesaikan semua dan pihak JEC selaku kontraktor utama dalam pekerjaan tersebut sudah menerima hasil pekerjaan dengan baik.

 

Harapan besar PT Rakan Sejahtera Utama agar PT JEC dapat menegur langsung PT Barata Indonesia untuk dapat menyelesaikan tanggungjawabnya sesuai kontrak dan sisa  invoice yang belum dilunasi Setiyo P GM Barata Indonesia (Persero) menyampaikan klarifikasinya bahwa PT Rakan tidak mampu membayar sendiri sampai proyek selesai sehingga pihak perusahaan Barata memberikan biaya talangan berupa material dan biaya vendor-vendor PT Rakan sampai September 2017 kontraknya habis.

 

Kemudian melahirkan kesepakatan untuk menghitung semua pembiayaan hingga pihak PT Rakan,kemudian melahirkan kesepakatan untuk menghitung semua pembiayaan hingga pihak PT Rakan mengklaim 6 Milyar berdasarkan termasuk progress yang di kerjakan sendiri oleh Barata  karena PT Rakan melakukan take over  akan tetapi pihak PT Rakan tetap menagih progres sampai selesai kemudian dana talangan yang di keluarkan oleh barata ke matrial dan vendor-vendornya PT Rakan mau diakui oleh pihak pt rakan sehingga dibangun kesepakatan untuk di selesaikan di bani (lembaga penyelesaian kasus perdata) akan tetapi pihak PT Rakan tidak mau meyelesaikan di bani kemudian mereka membentuk opini diluar bahwa PT Barata yang tidak mau menyelesaikan pembayaran progress.

 

Kemudian atas niat baik dari pihak jec sama barata untuk menyelesaikan utang dari salah satu vendor lokal senilai Rp 2 milyar sehingga pihak PT Barata menyelesaikan utang PT Rakan tersebut sampai sekarang belum ada pengakuan terhadap pembayaran tersebut. Pada intinya sebenarnya pihak barata sudah membayar lebih dari kontrak yang telah disepkati.


Seterusnya manajemen pt rakan meninggalkan  site dan tidak pernah bekerja di site sejak bulan Juli 2017 sedangkan.proyek hand over ke JEC Desember 2017 sejak bulan juli sd des 2017.

 

Progress yang dicapai total dikerjakan langsung oleh PT.Barata jadi pembiayaan progress tersebut tidak mungkin dibayarkan ke pt rakan karena di selesaikan langsung oleh Barata dengan tujuan kontrak dengan JEC jangan sampai tidak tercapai.


PT Barata sudah memberikan dana talangan untuk bayar karyawannya semestinya secara kontraktual sudah memenuhi syarat untuk take over semua agar tidak sampai terjadi  hambatan untuk penyelesaiannya pekerjaan tersebut.///Jalaluddin MY

 

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Selasa, 5 Juni 2018 | 20:35:24
Aceh Timur Raih Opini WTP
Minggu, 3 Juni 2018 | 00:24:57
Bupati Aceh Timur Jumpai Presiden di Istana
BERIKAN KOMENTAR
Top