• Home
  • Aceh Timur
  • Dua Tahun Produksi, Batching Plant Milik PT.Nahkla Sampurna,KSO Disinyalir Tidak Miliki Izin
Selasa, 9 Oktober 2018 | 13:38:10

Dua Tahun Produksi, Batching Plant Milik PT.Nahkla Sampurna,KSO Disinyalir Tidak Miliki Izin

aktualonline.com/Jalaluddin M Yusuf
Dua Tahun Produksi, Batching Plant Milik PT.Nahkla Sampurna,KSO Disinyalir Tidak Miliki Izin
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.ACEH TIMUR///Untuk dapat serta mewujudkan pembangunan, baik antar sektor, antar daerah, maupun masyarakat. Perlunya adanya sebuah regulasi khusus yang mengacu sebagai bentuk arahan perencanaan dan tata ruang wilayah, serta dampak terhadap Lingkungan sekitarnya.

 

Batching Plant milik Perusahaan PT.Selaras Mandiri Sejahtera yang sudah dua tahun kurang lebih beroperasi dan memproduksi Pengolahan bahan Baku beton ready mix (Batching Plant) di Aceh Timur tepatnya didusun Buket Kruet desa alue ie mirah Kecamatan Pantee Bidari, dan sudah sepantasnya dipertanyakan, ujar Ketua Perwakilan YARA Aceh Timur Tgk Indra Kusmeran.SH kepada media ini Senin 8 September 2018.

 

Lebih lanjut Tgk Indra.SH menyebutkan bahwa yang menguntungkan selama ini hanya kepada perusahaan PT.Nahkla Sampurna,KSO,sementara pemerintah dan Rakyat Aceh Timur  selama ini yang dirugikan.

 

Proyek yang bernilai miliaran Rupiah tersebut yang dikerjakan oleh perusahaan PT.Selaras Mandiri Sejahtera dan bekerja dengan PT.Nahkla Samporna,KSO dengan Konsultan supervisi PT.Wahana Krida Konsulindo dengan nama pembangunan Jaringan Irigasi D.I. Jambo Aye Kanan (3.028 Ha) di Kab. Aceh Utara dan Aceh Timur (MYC)instansi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat satuan Kerja snvt Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air  I Provinsi Aceh,Anggaran  2016 APBN Nilai Pagu Paket Rp 240.000.000.000,00 Nilai HPS Paket Rp 240.000.000.000,00 yang berlokasi Pekerjaan di dua Kabupaten tepatnya Kecamatan Langkahan - Aceh Utara, Kecamatan. Pante Bidari - Aceh Timur,sementara itu Galian C berupa pasir mereka membeli dari masyarakat sekitar  Serta Mengolah Dengan Batching Plant yang selama ini tidak pernah mengantongi izin resmi Pemerintah.

 

Namun sayangnya, regulasi yang mengatur sebagai arahan analisis kajian serta dampaknya yang sering kali diabaikan, padahal ini terlihat bahwa masih adanya pembangunan sektor usaha yang diduga telah melanggar peraturan pemerintah. 

 

Sehingga keberadaan Batching plent milik PT.Nahkla Sampurna,KSO yang berada didusun Buket Kruet desa Alue ie mirah Kecamtan Pante Bidari adalah perusahaan pengolahan bahan baku beton ready mix (batchig plant)  hingga saat ini ternyata belum mempunyai izin oprasional dan Rekomendasi Analisasi mengenai dampak lingkungan UPL-UKL serta penempatan yang tidak sesuai dengan Regulasi Pemerintah Aceh.

 

PT.Nahkla Sampurna,KSO sudah beroperasi kurang lebih dua tahun hingga sampai saat ini belum mengantongi izin operasional, Lingkungan,  juga belum ada Rekomendasi persetujuan UKL/UPL  dari pemerintah Kabupaten Aceh Timur Ini ada apa..?kata Tgk Indra.SH, Setidaknya mereka memiliki  Izin mendirikan Sarana dan Prasarana, IMB, IPAL,Laporan persemester/berkala kepada Instansi terkait,SITU dan lain lain.

 

Ketua Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh  meminta kepada Aparat Penegak Hukum untuk menindak lanjuti PT.Nahkla Sampurna,KSO ini nakal sudah dua tahun lebih mereka melakukan kegiatan pengolahan bahan beton dengan memproduksi Ready Mix Concrete  yang tidak mengantongi Izin, dan tidak ada laporan persemester kepada instansi terkait serta tidak memperhatikan  dampak terhadap Lingkungan.

 

Dan Pemerintah harus Tegas kegiatan usaha tersebut Diduga selama dua tahun lebih tanpa mengantongi izin, dan kajian dampak lingkungan serta pemerintah Aceh Timur juga lalai tidak ada pengawasan atau memang tutup mata dengan keberadaan yang selama ini beroperasinya Batching plent tersebut. demikian ungkapnya Tgk Indra.SH.

 

Saat dikonfirmasi oleh media ini yang ditemui Kepala Dinas Penaman modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (PPT) Kabupaten Aceh Timur T.Reza Rizki melalui sektarisnya yang ditemui diruang kerjanya Muhammad Faisal.SP/Mengatakan bahwa perusahaan,PT.Nahkla Sampurna,KSO sudah ada izin Rekomendasi Tata ruang Pemda Aceh Timur,namun mereka belum memiliki izin UKL-UPL, terkait dengan Galian C baru kemarin mereka telfon kepada kami untuk mengurus apa saja syarat untuk Izin Galian c,sementara saat ini izin galian c mereka masih belum ada alias Ilegal, Kata Muhammad Paisal, untuk bahan Baku Batching plent yang saat ini beroperasi belum ada izin operasionalnya katanya,demikian jelas Muhammad Faisal.SP/KEL, ya secara aturan mereka perusahaan tersebut(Red) ya secara aturan sudah,melanggar Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 75 Tahun 2015 Bab ll Pasal 2 pada Ayat 1.sesuai dengan Aturan juga melanggar Undang -Undang Republik Indonesia Nomor 32  Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup.

 

Saat dikonfirmasi kepada Wawan salah satu perwakilan pengurus dari perusahaan PT.Nahkla Sempurna,KSO, yang ingin mengurus surat-surat lengkap izin operasionalnya yang pernah menelfon pihak dinas perizinan beberapa hari terakhir ini saat dikonfirmasi oleh media ini baik ditelepon secara selulernya maupun dari WA pribadinya tidak mendapatkan balasan hingga berita ini diturunkan.///Jalaluddin MY

 

 

 

 

Editor : Zul

 


BERITA LAINNYA
Selasa, 11 Desember 2018 | 13:19:32
Asisten Administrasi Umum Buka Bimtek Legal Drafting
Selasa, 11 Desember 2018 | 13:09:58
Wakil Bupati Aceh Timur Lepas Jamaah Umrah
Senin, 3 Desember 2018 | 15:45:00
Milad GAM, Bupati Rocky Ziarahi Makam dr. Zubir Mahmud
Minggu, 2 Desember 2018 | 23:49:51
Rocky Ikut Konvoi Motor Klasik di Idi
Jumat, 30 November 2018 | 20:13:20
Rocky Terima Penghargaan Menteri Keuangan
BERIKAN KOMENTAR
Top