• Home
  • Aceh Timur
  • Disnaker Dinilai Lamban !!! Nasib Karyawan Eks PT.Dwi Kencana Semesta Terkatung-katung
Rabu, 7 November 2018 | 12:43:05

Disnaker Dinilai Lamban !!! Nasib Karyawan Eks PT.Dwi Kencana Semesta Terkatung-katung

aktualonline.com/Jalaluddin M Yusuf
Disnaker Dinilai Lamban !!! Nasib Karyawan Eks PT.Dwi Kencana Semesta Terkatung-katung
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.ACEH TIMUR////Nasim sejumlah karyawan eks PT Dwi Kencana Semesta yang telah mengabdi selama puluhan tahun bekerja hingga saat ini masih terkatung-katung.

 

Sejumlah karyawan yang tidak mendapatkan hak-hak normatifnya tersebut selama puluhan tahun telah mengadukan hal ini ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Timur beberapa waktu lalu dengan harapan agar pihak perusahaan segera memberikan konpensasi atas kinerja kerja mereka

 

Harapan sejumlah pekerja itu mulai "sirna" karena Depnaker Aceh Timur lamban dalam mengatasi permasalahan tersebut sehingga sejumlah pekerja itu akhirnya mengadukan nasib yang dialami mereka ke Komisi D DPRK Aceh Timur.

 

Sejumlah karyawan eks PT Dwi Kencana Semesata yang seharusnya diterima Komisi D namun karena anggota DPRD Komisi D tidak berada ditempat maka yang menyambut eks karyawan tersebut dari Komisi B yakni Amiruddin (Botak) selaku Ketua Komisi B.

 

Dalam pertemuan tersebut juga hadir Kepala Dinas Disnaker melalui Sektarisnya Samsul dan Kasi Penempatan tenaga kerja Zubir, Kepala Dinas Perkebunan Ahmad, Kabid usaha tani dan perkebunan Marzaini, dan serta tokoh masyarakat Banda Alam Idris Amanah dan tokoh pemuda Desa Seumanah Jaya M.Jamal, serta para perwakilan karyawan Eks Dwi Kencana.

 

Dalam pertemuan tersebut saat disinggung oleh dewan yakni ketua Komisi B.DPRK Amiruddin kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Aceh Timur Samsul, menjawab pertanyaan Ketua Komisi B Mengatakan bahwa seharusnya mereka para karyawan menunggu hasil jawaban dari Kurator PT. Dwi Kencana Semesta, waktu itu Kami kari dinas Disnaker Aceh Timur telah melayangkan Surat Nomor 560/850/2018 tertanggal 3 Mei 2018 kepada Kurator PT.Dwi Kencana Semesta waktu itu, dan seharusnya eks karyawan perusahaan tersebut tidak memutuskan hubungan dulu dengan kami, karena waktu itu Kurator PT.Dwi Kencana Semesta (Dalam Pailit) membalas surat dari Disnaker Aceh timur Pada tgl 25 Mei 2018 dan jelas disebutkan dalam poin ke 7. disebutkan bahwa: sebagaimana poin.No 1 dan No 4 diatas, mohon kepada pihak kuasa yang mewakili para karyawan untuk segera mengajukan tagihan kepada kami selaku Kurator PT.Dwi Kencana Semesta( Dalam Pailit) demikian bunyi Surat tersebut yang ditanda tangani Bogor 25,Mei 2018 tertanda Kurator Yana Supriatna.SH.

 

Lebih lanjut Samsul menyebutkan bahwa kami dari Disnaker sudah menanggapi persoalan tersebut, namun entah kenapa para eks karyawan tersebut tidak lagi berhubangan dengan kami,padahal kita hanya selangkah lagi waktu itu,persoalan Gaji karyawan sudah ada  titik terang demikian ujarnya.

 

Menanggapi perihal tersebut para  perwakilan eks Karyawan waktu itu membenarkan seperti kejadian itu, karena kami tidak mengetahui jalurnya, dan lagi pula kami saat itu,sedang merangkum rincian gaji, dan saat itu kami juga memang memakai jasa pengacara waktu itu, namun ternyata sampai saat ini juga tidak terselesaikan ujar Ahmad Yani yang sedikit merasa kecewa,maka hari ini kami dari Eks Karyawan meminta kepada Pemerintah  Aceh Timur dalam hal ini Disnaker dan Dinas Perkebunan agar dapat menyelesaikan Kisruh Gaji Eks karyawanPT.dwi Kencana Semesta,maklum kami ini masyarakat awam, yang tidak mengerti apa apa tentang hukum, dan kami juga meminta kepada Pemerintah Aceh Timur terkait dengan penangkapan terhadap Eks Meneger PT.Dwi kencana harap dapat ditinjau ulang, kemarin Meneger kami mengambil buah sawit hanya untuk membayar gaji kami para karyawan demikian ujarnya.

 

Menurut keterangan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur keberadaan PT.Makmur Inti Bersuadara (MIB) mereka secara lisan sudah dipanggil untuk segera melengkapi dokumen legalitas perusahaan waktu itu, namun hingga saat ini belum dilengkapi ujar Marzaini. Terkait dengan surat Peralihan Hak perusahaan tersebut hingga saat belum kami terima,seharusnya mereka perusahaan (red) Makmur Inti Bersuadara (MIB) harus menyampaikan kepada Dinas pelayanan perizinan terpadu dan dinas Perkebunan kabupaten aceh timur, untuk melengkapi Dokumen profil legalitas perusahaan mereka, namun hal itu tidak pernah dilakukan atau disampaikan untuk ditembuskan kepada pemerintah Kabupaten Aceh timur,dalam hal ini Dinas Perkebunan, sehingga keberadaan perusahaan tersebut masih belum memenuhi syarat sebagai pengolola perkebunan tersebut, karena belum memiliki Izin Usaha Perkebunan Budi Daya.(IUPB) sesuai dengan aturan mereka sudah melanggar Ketentuan UU Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan demikian ujarnya.

 

Dalam Acara Pertemuan tersebut Dengan Eks karyawan PT.Dwi Kencana Semesta Amiruddin selaku Ketua Komisi B mewakili Komisi D serta Rakyat Aceh Timur meminta kepada Depnaker Aceh Timur untuk dapat menuntaskan persoalan Kisruh Gaji Eks karyawan PT.Dwi kencana Semesta dan dihadapan para karyawan yang hadir di ruangan  tersebut Amiruddin juga meminta kepada Dinas Perkebunan dan peternakan Aceh Timur untuk dapat memberikan sangsi kepada Perusahaan yang tidak memiliki izin Resmi yang beroperasi diwilayah Aceh timur untuk ditindak sesuai dengan Aturan UU Perkebunan.Demikian Harapannya.///Jalaluddin MY

 

 

 

 

 

Editor : Zul

 


BERITA LAINNYA
Kamis, 15 November 2018 | 16:56:49
Rocky Pertahankan Lembaga Wali Nanggroe
Kamis, 15 November 2018 | 16:46:17
Bupati Rocky Diundang Ke Istana Presiden
Kamis, 15 November 2018 | 15:43:05
Bupati Rocky Serahkan 75 Ton Benih Padi ke Petani
Rabu, 14 November 2018 | 11:44:27
Sekda Aceh Timur Sampaikan KUA-PPAS APBK Tahun 2019
Rabu, 14 November 2018 | 11:11:44
Asisten II Pimpin Apel Hari Kesehatan Nasional ke-54
Rabu, 14 November 2018 | 11:06:01
Aceh Timur Tuan Rumah Rakerda Dekranasda Aceh
Selasa, 13 November 2018 | 13:56:42
Puluhan Kader Posyandu Ikut Pelatihan
Jumat, 9 November 2018 | 00:12:34
Temu Usaha Koperasi Dengan Pelaku Usaha/Perbankan
BERIKAN KOMENTAR
Top