• Home
  • Aceh
  • Kegiatan Sosialisasi, Advokasi dan KIE Program KKBPK Berjalan Sukses
Jumat, 15 Maret 2019 | 17:01:36

Kegiatan Sosialisasi, Advokasi dan KIE Program KKBPK Berjalan Sukses

Foto/Ist
Kegiatan Sosialisasi, Advokasi dan KIE Program KKBPK Berjalan Sukses
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.ACEH TAMIANG ||| Sosialisasi advokasi dan KIE program KKBPK (kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga) berlangsung di Kampung  Suka Mulia Kecamatan Banda Mulia. Jum'at (15/3/2019).Kegiatan tersebut diikuti oleh  Ibu Rumah Tangga, kaum Bapak, para Pemuda, Pemudi, Mahasiswa dan kader KB.

 

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an dan shalawat, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, selanjutnya disajikan penampilan tarian kreasi Melayu dari sanggar tari Melur SMA Negeri 2 Seruway.

 

Pada kesempatan tersebut Camat Banda Mulia diwakili oleh Sahrul Penyuluh Keluarga Berencana (PL-KB) dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan menyampai kan,"sosialisasi ini penting untuk diikuti oleh seluruh peserta, agar pemahaman tentang merencanakan keluarga sejahtera dapat terwujud",ungkapnya.

 

"Sebagai PL KB tunggal di Kecamatan Banda Mulia, hanya dibantu oleh Kader-kader yang ada di Kampung, dengan itulah kami menjalankan berbagai program BKKBN.

 

Sahrul menambahkan,"di Banda Mulia tingkat pernikahan dini masih tinggi, dalam kelahiran bayi tidak dilakukan perencanaan dengan baik dan semua itu perlu dukungan dari para pihak untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut",tegasnya.

 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan do'a oleh Tgk. Jailani M.Jamil wakil ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) kabupaten Aceh Tamiang.

 

Memasuki cara inti sosialisasi KIE (komunikasi informasi dan edukasi), dengan pemateri pertama kepala BKKBN Provinsi Aceh Drs.Sahidal Kastri, M.Pd yang menyampaikan,"

KKBPK adalah salah satu dari banyak program BKKBN yaitu membuat perencanaan keluarga  sebelum pernikahan dan memberi pehaman kepada masyarakat tentang fungsi keluarga itu sendiri",jelasnya.

 

"BKKBN saat ini telah berubah dari Badan koordinasi menjadi Badan Kependudukan, yaitu sebagai objek dari segala sasaran pembangunan.

 

Sahidal menambahkan,"anjuran Pemerintah agar usia 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk pria, itulah usia idealnya untuk sebuah pernikahan",ungkapnya.

 

"Sebelum menikah sebaiknya dilakukan pendidikan pra nikah, dan setelah menikah sebaiknya menjaga jarak kelahiran, serta upayakan adanya kumpul keluarga paling sedikit 20 menit per hari, juga keluarga harus berdaya dalam kehidupannya",tegas Sahidal Kastri.

 

Pada kesempatan yang sama Tgk.H.khaidir Abdurrahman,S.IP menyampaikan,"penting nya Air Susu Ibu (ASI) yang sempurna bagi bayi yaitu selama 2 tahun lebih agar terhindar dari  pertumbuhan kuntet dan hal itu juga bagian dari mengatur kelahiran ",terangnya.

 

"Fakta menunjukan 8 dari 10 bayi yang lahir di Aceh mengalami stanting, maka dari itu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai keluarga berencana sangatlah penting",ungkap Tgk. Khaidir.

 

Tgk. Khaidir menambahkan,"kita semua harus hidup sehat dan untuk itu dianjurkan agar melakukan gerakan fisik selama 30 menit setiap harinya, tidak konsumsi Narkoba atau merokok, periksa kesehatan secara rutin, konsumsi buah serta sayur",jelasnya.

 

Usai penyampaian materi oleh para narasumber, dilanjutkan  pembagian hadiah (door prize) kepada para peserta yang berhasil menjawab berbagai pertanyaan.||| Khairil Amri

 

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Selasa, 7 Agustus 2018 | 22:41:36
Anjungan Aceh Timur Diajari Cara Menganyam Tikar
Selasa, 12 Juni 2018 | 00:09:23
Seleksi PPG Kecamatan Langkahan Terindikasi Curang
Rabu, 2 Mei 2018 | 12:36:27
Buaya Seberat 1,2 Ton Gegerkan Warga Tamiang
Selasa, 6 Februari 2018 | 00:51:22
Jelang Rakerů.DPK PNA Gelar Konsolidasi Partai
BERIKAN KOMENTAR
Top