• Home
  • Advertorial
  • Homestay Wisata Harus Mampu Jadi Penggerak Wisata di Kabupaten Solok
Selasa, 13 Oktober 2020 | 00:30:00
* Bupati Solok, H. Gusmal.SE.MM :

Homestay Wisata Harus Mampu Jadi Penggerak Wisata di Kabupaten Solok

Foto/Ist
Homestay Wisata Harus Mampu Jadi Penggerak Wisata di Kabupaten Solok
BERITA TERKAIT:
aktualonline.com.AROSUKA|||| Bupati Solok H. Gusmal. SE.MM menyatakan. Industri jasa sektor pariwisata telah memberikan kontribusi dan berperan penting dalam pembangunan perekonomian, Pengembangan wilayah maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat. Memberikan kontribusi dalam menyumbangkan devisa.

“Homestay Pondok Wisata, Rumah Wusata Kab Solok diharap berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menciptakan lapangan kerja. 

"Selain itu juga disamping mempunyai peranan sosial, budaya dan lingkungan sektor wisata juga berperan aktif pada kerangka pelestarian SDA dan budaya,"ujar Gusmal saat membuka acara Homestay Pondok Wisata, Rumah Wusata Kab Solok di Kyriad Bumi Minang Hotel Padang (16/09) lalu.

Menurut Gusmal, Kabupaten solok adalah salah satu daerah yang mempunyai sektor wisata dan alam yang indah (di anugrahi 5 danau). Dan mempunyai kultur masyarakat dengan budaya khusus,, dianggap tepat dalam menyajikan/pengembangan wisata pedesaan/desa wisata sehingga patut kiranya kita terus berbenah.

“Diuraikanya, Wisata pedesaan/desa wisata menjadi salah satu tujuan bagi wisatawan oleh karna itu desa wisata,  seyogyanya dibentuk dengan mengedepankan gaya hidup dan kualitas hidup masyarakat pedesaan, desa wisata dibentuk dengan konsep kembali ke alam serta menawarkan kehidupan masyarakat yang lebih alami serta menampilkan kekayaan budaya daerah setempat.

"Homestay merupakan bagian dari daya tarik wisata yang didapatkan oleh wisatawan dalam berkunjung ke desa wisata.  Homestay merupakan salah satu usaha pariwisata yg langsung di kelola oleh masyarakat di destinasi pariwisata.  Khususnya di desa wisata dan merupakan pekerjaan/usaha jangka panjang serta menjadi penunjang peningkatan perekonomian/usaha lainnya yang di tekuni masyarakat setempat,"paparnya.

“Dikatakan dia, bila kuta merujuk kepada visi daerah dalam pembangunan Kabupaten Solok sebagaimana tertuang dalam RPJMD tahun 2016-2021,, Maka tahun ini, Kabupaten Solok difokuskan kepada beberapa capaian indikator pembangunan di sektor pariwisata yang masih belum optimal diantaranya. Tentunya kegiatan mengarh pada pengelolaan objek wisata secara profesional demi peningkatan pertumbuhan industri pariwisata.

Maka bedasarkan hal terbut diatas, tutur Gusmal. Khusus untuk peningkatan SDM yang menunjang pertumbuhan industri pariwisata di Kabupaten Solok yang pada akhirnya bertujuan untuk menunjang pengembangan sektor pariwisata daerah. Sangat perlu kiranya dilakukan bentuk kegiatan seperti pembinaan,, bimbingan, pelatihan serta pengawasan demi peningkatan kapasitas SDM masyarakat pelaku sektor pariwisata yang berkarakter dan berjiwa entepreneurship terutama bagi pengelola homestay, pondok wisata, rumah wisata.

Gusmal memaparkan, Indikator pembangunan non fisik di sektor pariwisata Kabupaten Solok telah ditetapkan 4 nagari piloting kampung budaya. Dan muncul beberapa desa wisata yang berbasis masyarakat sebagai bentuk sadar wisata.

"Selain itu juga memunculkan kelompok sadar wisata di setiap nagari yang sampai saat sudah berjumlah sebanyak 25 pokdarwis. Sedangkan untuk jumlah homestay yang sudah terdata di kab. Solok berjumlah sebanyak 95 buah homestay yang tersebar di sejumlah kampung budaya/desa wisata. Dari data tersebut menggambarkan bahwa semakin baiknya kesadaran masyarakat kab. Solok dalam menunjang sektor pariwisata sebagai sektor prioritas daerah,"terang Gusmal.

Diharapkan dengan terkelolanya homestay, pondok wisata/rumah wisata secara profesional. Harus mengutamakan peningkatan hospitality (pelayanan), debgan haraoan kepada wisatawan yang datang berkunjung menjadikan kampung budaya/desa wisata yang ada di Kabupaten Solok. Diharap bakal menjadi salah satu destinasi wisata tujuan.

“Serta diharapkan dapat meningkatkan citra pariwisata yang ada di Kabupaten Solok yang selama ini masih tertidur dengan segala potensinya,"tutupnya.

Sementara Ketua Pelaksana Kegiatan,  Nasripul Romika memaparkan. Pelatihan tata kelola Homestay, pondok wisata, rumah wisata tahun 2020.  Merupakan salah satu jenis pelatihan yang dilokasikan oleh kemenparekraf RI, untuk dapat dilaksanakan di Kabupaten Solok.

Kabupaten Solok  dianggap memiliki potensi untuk pengembangan mengingat homestay sebagai salah satu bentuk akomodasi berbasis masyarakat, "Selain itu kemenparekraf juga melihat indikator dari sisi kuantitas homestay yang telah ada.  Kabupaten Solok dimana telah memiliki lebih dari 50 buah homestay, sebagai salah satu persyaratan untuk pelaksanaan pelatihan,"ujarnya.

“Nasripul mengharapkan, pada pemilik dan pengelola homestay, karena Kabupaten Solok sebagai salah satu daerah tujuan prioritas pariwisata di Propinsi Sumbar.  Belum memiliki sarana akomodasi yang cukup dan representatif.  Sehingga diharapkan homestay lebih berperan dalam memenuhi aspek amenitas pariwisata.““Dia me gatakan, apaun tujuan penyelengaraan pelatihan tata kelola homestay tahun 2020 ini. Adalah sebagai wujud untuk meningkatkan kualitas SDM pengelola industri pariwisata daerah khususnya homestay. 

Kenudian untuk meningkatkan pertumbuhan homestay untuk menunjang amenitas pariwisata Kabupaten Solok. " lalu untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Kab. Solok. Serta untuk menggerakkan potensi daerah untuk meningkatkan daya saing pariwisata,"terang Nasripul.

Kegiatan pelatihan ini telah dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 16 s.d 18 september 2020. Yang ertempat di Kyriad Bumi Minang Hotel Padang. Selain itu untuk mematangkan hal itu, juga nanti akan dilakukan study lapangan ke pulau kapo-kapo di Kabupaten Pesisir.

“Diungkapkanya, peserta pelatihan homestay atau rumah wisata tahun 2020 berjumlah 40 orang. Yang berasal dari pemilik dan pengelola homestay dari desa wisata kampung budaya dan pengelola destinasi wisata yang memiliki homestay yang ada di Kab. Solok. Selain didampingi oleh Dinas pariwisata para peserta juga akan di dampingi oleh masyarakat pelaku wisata yang bersertifikat serta satu orang koordinator pedamping.

Sedangkan Narasumber kegiatan dari akademesi pelaku homestay yaitu, Dr. Sari Lenggogeni ( Direktur TDC Unand). Bundo Fat Pemilik dan pengelola homestay di pulau kapo-kapo yang juga penggiat wisata sumbar. 

"Metode pelaksanaan pelatihan terdiri dari 1. Pemaparan. 2. Diskusi kelompok. 3. Tanya jawab. 4. Kunjungan lapangan. 5. Monev pasca kegiatan,"katanya.

“Acara juga dihadiri Kadis Pariwisata kab. Solok , Nasripul Romika, Kabag Humas Syofiar Syam, Kabag BPBJ, Khairul. Peserta Pelatihan Tata Kelola Homestay, Pondok Wisata, dan undangan terkait lainya.||| Geby- Advertorial


BERITA LAINNYA
Kamis, 22 Oktober 2020 | 12:14:50
Hj.Zulaikhah Wardan S.Sos ME Pimpin Rapat Lanjutan FKS
Rabu, 21 Oktober 2020 | 12:19:59
Bupati HM.Wardan Lakukan Panen Raya Jagung
Jumat, 16 Oktober 2020 | 01:26:14
HM.Wardan Pimpin Istighosah Kubra Minggu ke Dua
Rabu, 14 Oktober 2020 | 22:51:08
H.M Wardan Undang Pengurus TBM ke Kediaman Bupati
Selasa, 13 Oktober 2020 | 00:31:39
Tim Penilai Wisata Award 2020 Kunjungi Pemkab Solok
BERIKAN KOMENTAR
Top