• Home
  • Advertorial
  • Bupati Mengajak ASN dan Tokoh Masyarakat Sosialisasikan Perda AKB Bagi Masyarakat
Selasa, 13 Oktober 2020 | 00:47:04
* Pariwara Pemkab Solok

Bupati Mengajak ASN dan Tokoh Masyarakat Sosialisasikan Perda AKB Bagi Masyarakat

Foto/Ist
BERITA TERKAIT:
Pemerintah Kabupaten Solok menerima kunjungan Tim Sosialisasi Perda nomor 6 tahun 2020 tentang Adab Kebiasaan Baru (AKB) dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Solok dan khususnya di Sumatera Barat.

Ketua Tim Provinsi Sumbar Wilayah III Insannul Kamil menyebut, hadirnya Perda Sumbar tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 bertujuan melindungi masyarakat. Hal ini solusi untuk menekan terjadinya dampak langsung pandemi Covid-19

Dalam Perda nomor 6 tersebut diatur mengenai sanksi denda dan pidana kurungan. Dengan adanya sanksi tegas yang diatur Perda tersebut masyarakat dirharap bisa menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan disiplin,” katanya saat sosialisasikan Perda AKB di Guest house Arosuka, Selasa (6/10).

Ia menjelaskan, untuk teknis pelaksanaan penerapan sanksi berdasarkan Perda tersebut, dilakukan oleh Satpol PP, pihak kepolisian dan TNI. Sehingga nantinya Perda ini benar-benar dapat menegakkan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Solok khususnya Sumbar.

“Masyarakat harus patuhi perda ini, jadi kalau keluar rumah harus pakai masker, jika tidak ingin kena sanksi,” ujarnya.Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam upaya mewujudkan kesadaran bersama perlu dibentuk tim sosialisasi, pencegahan dan pengendalian Covid-19 untuk mendisiplinkan masyarakat. Tim terdiri dari unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat yang meliputi ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, akademisi, pakar dan ahli serta pers. “Nanti kita minta semua ikut membantu mensosialisasikan. Kami pun juga demikian ikut sosialisasi,” katanya.

Pemprov Sumbar juga telah melaku Pendekatan secara persuasif kepada masyarakat dengan memberikan edukasi penerapan protokol kesehatan.“Perda ini berkemungkinan akan dimulai pada hari Kamis (8/10/2020) depan, karena sudah seminggu pada Kamis yang lalu kita sudah sosialisasikan,” ujarnya.

Bupati Solok Gusmal menyambut baik Perda nomor 6 tahun 2020. Dikatakannya, sebelumnya Pemkab Solok telah memasyarakatkan Perda tersebut, meskipun belum mempunyai nomor, sejalan dengan perbup nomor 44 tahun 2020." Mudah-mudahan dengan adanya perda ini masyarakat kita bisa patuh dan disiplin. Ini harapan kami dengan bapak kapolres arosuka dan bapak dandim 0309, " jelasnya.

Gusmal menghimbau seluruh jajaran untuk ikut mensosialisasikan Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang AKB tersebut. Tak terkecuali ASN yang diminta berperan sebagai contoh.“ASN harus jadi contoh bagi masyarakat. Apabila ada yang melanggar, saya akan menindak langsung sesuai peraturan. Semua ASN bertanggung jawab dalam pengawasan, sehingga Perda AKB guna pencegahan Covid-19 bisa diterapkan di daerah ini,” ujarnya.

Untuk saat ini, penyebaran Covid-19 sudah merambah hingga 12 kecamatan dari 14 kecamatan yang ada di kabupaten Solok. “Jumlah masyarakat Kabupaten Solok yang terkonfirmasi positif Covid-19 sudah mencapai 156 orang. Dimana, 103 orang diantaranya sudah sembuh, 5 meninggal dunia, dan 39 orang masih isolasi mandiri di rumah masing-masing,” terangnya.

Ia menegaskan, sosialisai ini perlu. Karena, jika Perda AKB ini diberlakukan, maka tindakan tegas akan berlaku bagi pelanggar. “Jika Perda AKB ini sudah berlaku, maka semua pelanggar akan ditindak oleh Tim Gakkumdu AKB yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, Kejaksaan, Pengadilan dan Pemda,” Gusmal.

Dikesempatan itu Bupati Solok Gusmal bersama Tim Sosialisasi Perda nomor 6 tahun 2020 tentang Adab Kebiasaan Baru (AKB) Sumatera Barat membagikan masker kepada penguna jalan, sekaligus Gusmal mengimbau agar setiap pedagang dan pengunjung wajib menggunakan masker.

Sementara itu, Kapolres Solok, AKBP Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho menjelaskan, Perda AKB ini bertujuan agar masyarakat selalu menaati protokol kesehatan. “Salah satu kewajiban dalam Perda tersebut adalah menggunakan masker ketika beraktifitas di luar rumah,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini seluruh pihak terkait, secara bersama-sama terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat jelang diberlakukannya perda AKB tersebut. “Bagi pelanggar Perda tersebut, akan dikenakan sanksi sosial, denda berupa uang dan sanksi pidana,” pungkasnya.

Kapolres menyambut baik, dan akan mendukung penuh setiap kegiatan penegakan hukum dari Perda AKB ini. Menurutnya, dengan adanya perda ini, seluruh instansi pemerintahan dan masyarakat Kabupaten Solok akan memiliki kesadaran untuk melaksanakan protokol kesehatan.

Sebelum penegakan hukum dari Perda ini diterapkan, sosalisasi kepada masyarakat harus masif dilaksanakan. Karena, jika kita lihat dari sisi pidananya, sanksi pelanggaran tidak pakai masker berupa kurungan dua hari dan denda Rp250 ribu, tentu cukup berat. Dengan telah disosialisasikan, mudah-mudahan tidak ada masyarakat yang melanggar dan terkena sanksi,” tekanya..|||Geby/Advertorial

BERITA LAINNYA
Kamis, 22 Oktober 2020 | 12:14:50
Hj.Zulaikhah Wardan S.Sos ME Pimpin Rapat Lanjutan FKS
Rabu, 21 Oktober 2020 | 12:19:59
Bupati HM.Wardan Lakukan Panen Raya Jagung
Jumat, 16 Oktober 2020 | 01:26:14
HM.Wardan Pimpin Istighosah Kubra Minggu ke Dua
Rabu, 14 Oktober 2020 | 22:51:08
H.M Wardan Undang Pengurus TBM ke Kediaman Bupati
Selasa, 13 Oktober 2020 | 00:31:39
Tim Penilai Wisata Award 2020 Kunjungi Pemkab Solok
BERIKAN KOMENTAR
Top