Rabu, 22 Juni 2016 | 22:31:01

Kajatisu Harus Tuntaskan Perkara Boy Hermansyah

aktualonline.com.MEDAN--Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) Bambang Sugeng Rukmono SH MH diminta untuk menuntaskan perkara Boy Hermansyah terkait kasus pembobolan kredit di Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Cabang Medan tahun 2011 senilai Rp 129 Miliar

"Kita menilai, penanganan perkara yang sebelumnya di Kejaksaan Tinggi Sumut kemudian dibuang ke Kejari Medan kita tidak tahu maksudnya apa, hingga sekarang tidak ada kepastian hukum untuk dipersidangkan perkaranya," tegas praktisi hukum Julheri Sinaga SH, Rabu (22/6).

Disebutkan Julheri Sinaga, Boy Hermansyah ditetapkan tersangka oleh Kejatisu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kajatisu (P-8) Nomor: Print: 20/N.2/Fd.1/09/2011 tanggal 22 September 2011, dalam dugaan tindak pidana korupsi pemberian kredit Bank BNI Medan Rp 129 miliar.

Dalam penetapan tersangka tersebut, penyidik mendalilkan HGU Nomor 102 yang ikut dijadikan jaminan belum ada akta jual beli dan balik nama, namun kredit sudah dicairkan. Padahal, saat Boy Hermansyah ditetapkan tersangka pada 22 September 2011 nilai jaminan lebih dari cukup meskipun HGU Nomor 102 dikeluarkan dari daftar agunan dan fasilitas
kredit tersebut sampai Februari 2013 berstatus kolektibilitas 1 atau lancar.

Hal itu bisa dilihat pada bukti rekening koran PT Bahari Dwi Kencana Lestari (BDKL), yang pada Januari 2011 hingga Juni 2012 bunga dan pokok tetap dibayar, serta Juli 2012 hingga Februari 2013 dibayar bunga saja. Total pembayaran yang sudah diberikan kepada BNI  Rp
24.658.697.996. Kini, Boy Hermansyah telah mengembalikan seluruh kerugian negara kepada Kejatisu, yang didalilkan BPKP Perwakilan Sumut Rp 32 miliar.

"Apa karena sudah membalikkan kerugian negara perkara Boy Hermansyah bisa ditutup. Atau ada dugaan main mata antara oknum kejaksaan yang membiarkan hukum terhadap Boy Hermansyah menjadi kabur," cetusnya.

Terkait perkara yang sama,  Pengadilan Tipikor Medan pada tahun 2013 lalu, telah memvonis tiga oknum pejabat BNI 46 Medan, masing-masing tiga tahun kurungan penjara. Ketiganya, Radiyasto mantan pimpinan BNI 46 SKM Cabang Jalan Pemuda Medan, Darul Azli mantan Pimpinan Kelompok Pemasaran Bisnis (Alm), dan Titin Indriani mantan Relationship BNI SKM Medan.

Pejabat BNI 46 Medan yang berkolusi dengan tersangka Boy Hermansyah antara lain, Radiyasto selaku Pimpinan BNI 46 SKM Cabang Jalan Pemuda, Medan, Darul Azli selaku Pimpinan Kelompok Pemasaran Bisnis dan Titin Indriani selaku Relationship BNI SKM Medan.

Kajatisu Bambang Sugeng Rukmono SH MH melalui Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu Bobbi Sandri SH MH yang dikonfirmasi menyebutkan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan masih menunggu putusan tersangka Radiyasto selaku Pimpinan BNI 46 SKM Cabang Jalan Pemuda di Mahkamah Agung (MA).

"Masih menunggu putusan tersangka Radiyasto selaku Pimpinan BNI 46 SKM Cabang Jalan Pemuda. Mereka ada empat termasuk Boy Hermansyah," ujar Bobbi.

Ditanya bagaimana komitmen Kajatisu terkait penanganan perkara Boy Hermansyah yang terkesan jalan di tempat, Bobbi menyebutkan, Kajatisu Bambang Sugeng Rukmono SH MH masih adaptasi. "Belum. Beliau masih adaptasi," sebut Bobbi.--Ren--

 

Editor : Zon


BERITA LAINNYA
Minggu, 17 September 2017 | 22:53:16
Anggunan SHM Jadi Jual Beli…Pasutri Dilapor ke Poldasu
Sabtu, 26 Agustus 2017 | 01:15:10
Kantongi Sabu…Aroma Ditangkap Polsek Talun Kenas
BERIKAN KOMENTAR
Top