• Home
  • Jakarta
  • Anis Baswedan Keluarkan Kebijakan yang Dinilai Kecewakan Warga DKI
Senin, 27 Juli 2020 | 14:27:02
*Terkait Pendidikan Mengenai Zona Usia

Anis Baswedan Keluarkan Kebijakan yang Dinilai Kecewakan Warga DKI

Foto/Ist
Anis Baswedan Keluarkan Kebijakan yang Dinilai Kecewakan Warga DKI
BERITA TERKAIT:
aktualonline.com.JAKARTA ||| Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai telah mengeluarkan kebijakan yang mengecewakan warga Jakarta terkait sistim zona penerimaan siswa baru terkhusus bagi siswa yang melanjutkan jenjang SMA dan SMK Negeri.

Polemik dan kekecwaan bagi warga DKI tersebut yakni karena adanya batas zona usia yang dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan itu terdiri dari usia 16,3 tahun ke atas yang bisa diterima sementara mereka para siswa kebanyakan berusia antara 15-15,9 tahun,karena mereka sebelumnya masuk sekolah dasar rata-rata berusia 6 tahun bahkan ada yang  kurang dari 6 tahun. Sementara peraturan yang buat Gubernur DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikannya untuk masuk ke SMA ataupun SMK Neegri harus berusia minimal 16 tahun.

Untuk itu banyak diantara mereka yang ingin masuk sekolah SMA dan SMK Negri,akhirnya masuk ke sekolah Swasta,dan ada juga sebagian memilih untuk menganggur atau tidak melanjutkan karena faktor biaya kalau sekolah di swasta.

Warga DKI Jakarta kecewa dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta sebab menurut mereka sangat lari jalur dari apa yang diputuskan pemerintah pusat dalam hal ini Kemendikbud atau dengan kata lain tidak singkron dengan Permendikbud, sehingga timbul gagasan dari beberapa masyarakat warga DKI Jakarta (orangtua murid) dan orang-orang yang peduli terhadap anak-anak,khususnya masalah pendidikan untuk ramai-ramai turun ke jalan dan berdemo ke kantor Gubernur DKI Jakarta (Balaikota) untuk menyampaikan pendapat dan rasa kekecewaan mereka terhadap kebijakan tersebut.

Beberapa waktu lalu para orangtua murid dan beberapa orang yang peduli terhadap dunia pendidikan berjejer di depan pintu masuk Balaikota DKI Jakarta.

Mereka kecewa dengan aturan dan kebijakan penerimaan peserta Didik baru (PPDB) DKI Jakarta. Mereka ada yang mengirim karangan bunga sebagai bentuk rasa kecewa karena anak-anak mereka korban PPDB DKI Jakarta,dan salah satu karangan bunga berisi pesan yang menuntut agar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mundur.

" Selamat Tinggal Bu Kadisdik DKI, Anda layak turun" beberapa karangan bunga juga menyindir kebijakan PPDB Jakarta jalur zonasi yang memprioritaskan usia tua setelah zonasi tempat tinggal. Kebijakan tersebut dinilai lebih kejam dibanding virus Corona.Aturan PPDB jalur zonasi dengan ketentuan syarat usia menjadi polemik,dengan aturan itu anak yang usia lebih tua punya potensi lebih besar masuk ke sekolah Negeri ketimbang anak usia yang lebih muda.

Sejumlah orangtua siswa menilai aturan tersebut diskriminatif,selain itu mereka menyatakan bawah aturan PPDB Jakarta ini bertentangan dengan Pasal 25 Permendikbud No 44 tahun 2019, tentang mekanisme PPDB. Dan ada juga beberapa anak didik yang didampingi beberapa orangtuanya yang mengadukan perihal tersebut ke DPR-RI Komisi X yang membidangi pendidikan.

Mereka juga mendapat tanggapan positif,sehingga pihak DPR RI Komisi X mengatakan kalau # peraturan atau kebijakan yang dibuat kepala daerah provinsi dan kabupaten kalau tidak singkronisasi dengan Permendikbud,berarti wajib hukumnya batal # namun apa dikata  nasi sudah menjadi bubur semua sudah terjadi dan terlaksana,mereka anak didik dan orangtua berharap pemerintah pusat dapat bertindak tegas terhadap kebijakan yang di keluarkan Gubernur DKI supaya dicabut,dan berharap ada keajaiban terjadi.||| Charles Simorangkira




Editor : Zul

BERITA LAINNYA
Senin, 22 Juni 2020 | 01:17:14
John Kei Ditangkap Lagi
BERIKAN KOMENTAR
Top