Jumat, 24 Juli 2020 | 12:16:39

Bandara Sibisa Penuh Misteri Tanah Bersertifikat Digugat Warga

*Farel dan Jansen: Klaim Tanah Hambat Proses Pembangunan
aktualonline.com/Jes Sihotang
Bandara Sibisa saat disinggahi Susy Air dan sambil berbenah, sampai saat ini masih melakukan operasional seperti biasa
aktualonline.com. TOBA ||| Dengan masih adanya warga yang masih mengklaim tanahnya diserobot oleh pihak pengelola/penanggungjawab pengembangan dan pembangunan Bandara Sibisa di Sibisa, Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba tentu bakal menghambat proses percepatan kawasan starategis pembangunan nasional untuk wilayah Otorita Danau Toba.

Hal itu disampaikan oleh farel Tobing dan Jansen Saragih sebagai penanggung jawab dan pengelola Bandara Sibisa, sekaligus sangat menghormati upaya warga yang masih merasa dirugikan, dan hemat kami biarlah berproses, sebab kami bukanlah penyedia lahan, demikian disampaikan Jansen selaku Kasatpel Bandara Sibisa, Jumat (24/7/2020).

Jansen juga mengatakan bahwa akibat masih terdapatnya masyarakat yg klaim atas tanah bandara yang telah bersertifikat akan mengakibatkan proses pembebasan lahan untuk pengembangan bandara sibisa terhambat padahal Bandara ini dirancang supaya pembangunannya segera di genjot guna mendukung pengembangan Pembangunan Pariwisata Danau Toba dan kesejahteraan masyarakat, Katanya.

Menanggapi pihak pengelola Bandara menyerobot tanah warga, Jansen Saragih mengatakan alibi itu tentu itu gk benar, karena yang jelas tanah bersertifikat itu telah di hibahkan oleh Pemda Toba kepada Kementerian Perhubungan tentu dengan semua dokument terkait pengadaan lahan. Ujarnya.

Artinya proses pembebasan dilakukan oleh pemda, walau menyisahkan masalah tentu harapan kami agar segera dapat diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, "Sayang kita punya momentum membangun daerah Sibisa melalui pengembangan bandara namun masyarakat belum sepenuhnya mendukung", Ujarnya.

Jadi terkait rencana pembebasan ini, walau masih ada masyarakay yang belum mendukung, tentu tdk bisa di katakan pihak bandara melakukan penyerobotan atas tanah masyarakat tersebut, karena tahapan demi tahapan sudah dilaksanakan  melalui proses ketentuan yang berlaku dan disana semua sektor berperan atas seluruh kegiatan di Bandara Sibisa dan sekitarnya, diantaranya;  Kemenhub selaku pemohon/pengguna lahan, Pemda Toba selaku yang menetapkan lokasi pengembangan bandara, BPN selaku yg melaksanakan pengadaan tanahdan tentu bersama dengan masyarakat, Katanya.

Jadi walaupun masih ada masyarakayt yang keberatan, kami berharap tetap diselesaikan dengan ketentuan yang berlaku, dan mudah-mudahan Pak Farel Tobing dan saya (jensen Saragih,red) selaku penanggung jawab bandara Sibisa ini sejujurnya kami sampaikan tidaklah memiliki keinginan apa-apa diluar sebatas pekerjaaan yang diamanahkan kepada kami dan untuk kami laksanakan  untuk mendukung pengembangan bandara dengan harapan dapat menunjang kemajuan danau toba dan Sumut secara umum, Ujar Farel.||| Jess




Editor : Zul

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top