Selasa, 10 Maret 2015 | 15:30:17

Hati-Hati Beli Batu Mulia Lewat Online

JAKARTA: Para pebisnis batu mulia melalui penjualan "online" diminta menerapkan prinsip kehatian-hatian dan kewaspadaan dalam melaksanakan transaksi yang kini terus bertumbuh menjadi dua kali lipat dalam setiap bulannya, kata Pendiri situs "Bukalapak.com" Achmad Zaky.

"Saat ini penjualan batu mulia khususnya akik telah menjadi transaksi jual-beli yang fenomenal. Bahkan, fenomena ini kini mulai merambah ke dunia maya melalui lapak-lapak secara online (dalam jaringan-daring). Transaksinya kini bertumbuh dua kali lipat setiap bulan dengan nilai transaksi mencapai ratusan juta rupiah per hari," ujar Achmad Zaky di Jakarta, Minggu 8 Maret 2015.

Alumni ITB ini mengingatkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan baik oleh pelapak (penjual) maupun pembeli ketika melakukan transaksi online.

"Kami hanya menyediakan tempat untuk bertransaksi. Namun kami berharap agar transaksi berlangsung nyaman dan lancar, baik pelapak maupun pembeli harus sama-sama memberikan informasi yang jujur, teliti dan tetap berhati-hati serta memahami proses transaksi secara online," ujarnya.

Menurut dia penjual agar memberikan keterangan secara lengkap terhadap batu mulia khususnya batu akik dengan memberikan keterangan rinci dan petunjuk jelas mengenai batu-batu tersebut.

Sebelum mengirim kepada pembeli, sebaiknya pelapak memiliki dokumentasi batu mulia yang dijualnya (foto ataupun video). Hal ini berguna ketika pelapak menerima retur barang. Pasalnya, belakangan ini banyak oknum pembeli yang berupaya mengambil keuntungan sepihak dari mekanisme retur barang.

"Yang sering terjadi mereka menukar barang yang dikirimkan pelapak dengan yang sudah dimiliki pembeli, atau hanya sekadar mencoba barang milik pelapak," ujarnya.

Sedangkan untuk para pembeli, Zaky memberikan saran agar mengamati dengan teliti gambar batu akik/mulia tersebut serta kondisi dan nama batu tersebut. Proses ini penting mengingat tampilan layar dan monitor akan berbeda bergantung pada tipe kamera atau monitor yang digunakan.

Ia mengingatkan tak kalah penting terkait kesepakatan antara pembeli dan pelapak. Misalnya, setelah pembeli menerima barang, ternyata batu yang diterima tidak sesuai keterangan yang diberikan pelapak, maka pelapak mesti bersedia untuk menyanggupi permintaan retur barang yang diajukan pembeli. Pembeli pun mesti memberikan keterangan jelas perihal retur barang seperti peraturan yang berlaku.

Kesepakatan retur ini penting, sebagaimana yang pernah dialami seorang pelapak yang merasa tertipu oleh seorang pembeli karena batunya diklaim palsu. Namun, setelah dites di labaratorium, batu yang dijualnya ternyata asli. "Barang sudah dikembalikan dan uang juga sudah dikembalikan oleh si pelapak. Namun, proses tersebut membuat pelapak merasa malu dan khawatir terkait kepercayaan pembeli berikut," tambahnya.

Karena itu, untuk menguji kualitas batu natural atau sintetik hanya dapat dilakukan melalui laboratorium uji gemologi yang nantinya akan menerbitkan sertifikat. "Tidak cukup hanya dites melalui pandangan kasat mata saja", tambahnya.(ant)

BERITA LAINNYA
Kamis, 21 Januari 2016 | 11:12:15
Anak Berprilaku Kasar Di Media Sosial, Ini Sebabnya
Selasa, 19 Januari 2016 | 12:49:55
5 Hobi Ini Terbukti Ampuh Menangkal Stres
Selasa, 19 Januari 2016 | 12:29:45
5 Makanan dan Minuman yang Bikin Anda Terlihat Tua
Rabu, 13 Januari 2016 | 11:34:45
Bahaya Menyimpan Smartphone di Saku dan Bra
Rabu, 13 Januari 2016 | 11:28:47
20 Rahasia yang Membuat Hubungan Awet Seumur Hidup
Jumat, 8 Januari 2016 | 09:20:35
Orang Kaya Arab Habiskan Rp 3,6 Miliar
BERIKAN KOMENTAR
Top