• Home
  • Pekanbaru
  • Kanwil DJPb Ekspos Pemakaian Dana APBN Prov. Riau 2019, Banyak Yang Belum Terealisasi
Jumat, 11 Oktober 2019 | 15:11:15

Kanwil DJPb Ekspos Pemakaian Dana APBN Prov. Riau 2019, Banyak Yang Belum Terealisasi

Foto/Ist
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU ||| Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Riau merilis laporan realisasi dana dari Pemerintah Pusat (APBN) untuk melaksanakan pembangunan skala Nasional di Provinsi Riau.

 

Realisasi dikemas dalam hitungan Triwulan, dimana dalam hal ini hanya jangka Triwulan III tahun 2019.

 

Kepala Kanwil DJPb Prov. Riau, Bakhtaruddin memaparkan total alokasi dana APBN untuk Provinsi Riau tahun 2019 kategori Belanja (Pegawai, Barang, Modal, Bantuan Sosial, Operasional/Non, Perjalanan Dinas) untuk Instansi Vertikal (Kementerian/Lembaga) senilai Rp. 8,4 Trilliun, telah terealisasi Rp. 5,3 Trilliun.

 

"Kemudian untuk Transfer Daerah dan Dana Desa (TKDD) untuk Provinsi Riau tahun 2019 senilai Rp. 28,9 Trilliun, telah terealisasi sebanyak Rp. 18,4 Trilliun," Jelas Kepala Kanwil DJPb Prov. Riau, Bakhtaruddin.

 

"Secara keseluruhan pagu belanja K/L(tidak termasuk TKDD) Tahun 2019 di Provinsi Riau sebesar Rp8,403 triliun mengalami penurunan sebesar -2,15% atau Rp180,2 miliar dari Tahun 2018.

Secara porsi belanja terhadap total pagu DIPA terjadi penurunan pada belanja pegawai (-1,8%),belanja barang (-0,4%), dan belanja modal (-6,9%), sebaliknya kenaikan pagu ada pada belanja bantuan sosial (25,1%)." Papar Bakhtaruddin kepada awak media.

 

Bakhtaruddin selaku Kepala Kanwil DJPb Provinsi Riau memberikan perbandingan bahwa realisasi anggaran sampai September 2019 sebesar Rp5,38 triliun (64,0%) jauh lebih tinggi dibandingkan dengan periode

yang sama tahun 2018, yaitu Rp4,75 triliun (55,3%).

 

"Hampir seluruh tingkat realisasi jenis belanja secara persentase pada

tahun 2019 mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun sebelumnya, penurunan tingkat realisasi hanya pada jenis belanja Bantuan Sosial dari sebelumnya 36,2% menjadi 33,7% pada 2019." Kata Bakhtaruddin.

 

Hal menarik berdasarkan data yang ditunjukkan dari Kanwil DJPb Provinsi Riau mengenai Dana Desa tahun 2019 di Provinsi Riau dianggap kurang maksimal dikelola dan digunakan seluruh desa-desa dari 12 Kab./Kota Provinsi Riau, dan ini berpotensi tidak tersalurkan jika tidak ada peningkatan yang signifikan.

 

"Kemudian untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Pembangunan Fisik Provinsi Riau hanya terealisasi 36% (60 bidang dari 200), bahkan masih ada 5 Kab./Kota yang belum mencairkan untuk tahap II, sehingga berpotensi gagal salur dikarenakan kinerja kegiatan tidak mencapai target." Tegas Bakhtaruddin.

 

Mengenai dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kanwil DJPb Provinsi Riau mengekspos bagi masyarakat yang ingin mengembangkan bisnis usahanya bosa segera memanfaatkan dana yang berasal dari transfer Pemerintah Pusat untuk Provinsi Riau ditahun 2019, Terealisasi Rp. 2,63 Triliun (2,36%) dari total pagu dana KUR Nasional (140 Trilliun), dengan jumlah Debitur

sebanyak 61,020 atau (21.3%) terdiri dari (Perorangan, Perusahaan) untuk kategori Usaha Mikro Kecil Menengah sebanyak 286.157.

 

"Penyaluran KUR minimal harus disalurkan ke sektor produksi sebesar 60% untuk masing masing perbankan/Koperasi yang sudah berkerjasama dalam penyaluran dana KUR," Tutup Bakhtaruddin diakhir acara.||| Ishak Sibarani

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Jumat, 8 November 2019 | 22:33:50
Proyek Jalan di Kampar Tidak Transparan
Jumat, 8 November 2019 | 20:32:22
Triliunan Aset Daerah Siak Terindikasi Hilang
BERIKAN KOMENTAR
Top