Jumat, 8 November 2019 | 20:32:22

Triliunan Aset Daerah Siak Terindikasi Hilang

Foto/Ist
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU ||| Senilai satu Triliun lebih aset atau barang milik Daerah Kabupaten Siak Diduga hilang, atau tidak dapat ditemukan keberadaanya, sebagaimana termuat dalam LHP BPK RI tahun 2018.

 

Selain itu, sebahagian aset yang bersumber dari APBD Siak dan sumber yang sah sejak tahun 2002 hingga tahun 2018 itu terindikasi bermasalah hukum, dikuasai pihak lain, atau pindah tangan secara ilegal.

 

Aset pemerintah adalah barang milik Negara atau Daerah yang seharusnya Pengelolaanya dilaksanakan secara tertib, bertanggung jawab, efisien, dan akuntabel, oleh pejabat yang berwenang sebagaimana termaktub dalam PP No. 27 tahun 2014 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.

 

Hal yang bersifat lebih teknis terkait Aset atau Barang milik Negara/Daerah ini kembali diatur dalam Permendagri No. 19 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah, yang seharusnya dalam pengelolaan Barang Milik Daerah khusunya di Kabupaten Siak tidak boleh mengalami kehilangan atau tidak ditemukannya sejumlah aset atau berpindah tangan dan dikuasai oleh pihak lain secara tidak sah. Karena pejabat pengelola aset atau barang telah diberikan tanggung jawab penuh oleh Pemerintah Daerah.

 

Dari telaah yang dilakukan oleh kepala perwakilan media cetak dan Online Aktual Riau dan redaksi terhadap temuan BPK RI Perwakilan Riau ini, berhasil menghimpun informasi setidaknya 16 item aset tetap daerah kabupaten Siak, terindikasi hilang, dikuasai pihak lain, bermasalah hukum, dan tidak jelas keberadaanya yang terakumulasi sejak tahun 2002 hingga tahun 2018 dengan nilai lebih dari 1 ( Satu ) Triliun rupiah.

 

Atas informasi ini, awak media ini telah melakuakn konfirmasi dengan pihak pengelola aset Daerah Kabupaten Siak ( BPKAD ) pemkab Siak melalui Sekretaris BPKAD Siak, Muzamil di nomor WA +62 813-7839-91xx, namun berdasarkan koordinasi, pihaknya mengatakan bahwa terkait temuan BPK tentang Aset Daerah Siak itu telah dilakuan tindak lanjut ke BPK RI tanpa merinci tindak lanjut yang dimaksud.

 

"Sudah di tindak lanjuti  ke  BPK RI  adinda, Melalui Inspektorat kab. Siak adinda," tulis Muzamil melalui akun WA.

 

Sementara itu untuk memperoleh informasi lebih rinci terkait tindak lanjut atas temuan BPK RI Perwakilan Riau, sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris BPKAD Siak, awak media ini pun mencoba konfirmasi kepada kepala inspektorat Kabupaten Siak, Fally Wurendarasto di nomor ponsel +6281275500xx, namun hingga berita ini dimuat, Fally belum menjawab, demikian pun dengan kepala BPKAD Siak, Yan Prana, turut dikonfirmasi awak media ini di Nomor kontak Ponsel +62822849471xx tetapi tudak berhasil.

 

Disisi lain untuk menanggapi perihal yang berpotensi merugikan keuangan Negara atau Daerah dengan jumlah triliunan, atas pertanyaan awak media Aktual kepada pakar hukum pidana, Dr. Muhammad Nurul, S.H.,M.H yang sekaligus pimpinan dari gerakan Anti Korupsi Riau atau LSM Forum Masyarakat Anti Korupsi (FORMASI) Riau meminta hal ini disikapi serius oleh penegak hukum khususnya di Riau.

 

"Saya pikir ini temuan yang luar biasa, Jika Ini temuan benar, ini merupakan suatu dugaan kasus yang cukup besar. Pihak polda dan kejati riau sebaiknya membentuk tim gabungan utk menindaklanjuti ini semua," Jelas Nurul dihadapan awak media, hari ini Selasa 5/11/2019.

 

Nurul Huda yang merupakan Doktor dibidang hukum pidana itu sangat terkejut dan meminta aparat penegak hukum dapat segera bekerja melalui informasi ini, karena bagi pimpinan LSM Formasi itu, temuan BPK sangat akurat untuk dijadikan sebagai pintu masuk untuk mengungkap segala dugaan pelanggaran hukum atas pengelolaan aset Daerah.

 

"Saya berharap rakyat dapat informasi yang benar dan terpercaya tentang temuan-temuan tersebut. Rakyat sudah muak dengan tindak korupsi yang telah menggerogoti keuangan Daerah.  Ini saat yang tepat bagi polda dan kejati riau mengusutnya dengan adil dan benar. Rakyat menunggu ini diselesaikan," terang Nurul Huda.||| Feri Sibarani

 

 

 

 

 

 

Editor : Feri Sibarani


BERITA LAINNYA
Jumat, 8 November 2019 | 22:33:50
Proyek Jalan di Kampar Tidak Transparan
BERIKAN KOMENTAR
Top