• Home
  • Pekanbaru
  • Bendahara "Sikat" Dana Desa Rp 1,4 Miliar di Kabupaten Pelalawan
Kamis, 28 November 2019 | 17:36:07

Bendahara "Sikat" Dana Desa Rp 1,4 Miliar di Kabupaten Pelalawan

aktualonline.com.PELALAWAN ||| Tindak pidana korupsi dana desa di Desa Sungai Solok Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2017 dan Tahun Anggaran 2018 sebesar 1,4 Miliar memasuki tahap II di Kejaksaan Negeri Pelalawan.

 

Berdasarkan informasi yang diterima awak media dari keterangan kepala seksi intelejen ( Kasintel ) kejari Pelalawan, Praden Simanjuntak, S.H hari ini, 28/11/2019 mengatakan bahwa sejauh ini proses hukum yang telah dilakukan pihaknya telah berhasil menetapkan 1 orang tersangka yang sekaligus bendahara di kantor Desa tersebut.

 

"Bahwa hari ini Kamis tanggal 28 Nopember 2019 sekira pukul 10.30 Wib bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Pelalawan, telah dilakukan kegiatan tahap II oleh tim Jaksa Penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Pelalawan dengan menetapkan satu orang tersangka," kata Praden.

 

Menurut Praden, tersangka yang sekaligus bendahara Desa tersebut telah menjabat selama 2 tahun anggaran, yaitu tahun 2017 dan tahun 2018 sehingga total kerugian keuangan negara yang berhasil dihitung akibat perbuatan tersangka mencapai 1,4 Miliar Rupiah.

 

"Tindak Pidana Korupsi terhadap APBDes Desa Sungai Solok Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2017 dan Tahun Anggaran 2018 yang merugikan keuangan Negara sebesar Rp.  1.440.775.692,21 terbukti dilakukan  tersangka An. Nurweli Ratna Sari Repelita Alias Lita Bin Nurdin," lanjut Praden.

 

Lanjut Praden, atas perbuatan tersebut,  tersangka diancam karena melanggar pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo. pasal 64 ayat (1) KUHPidana, Subsider pasal 3 jo. pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

Adapun tim jaksa yang menangani perkara ini adalah terdiri dari 7 orang Jaksa Penuntut Umum yakni, Andre Antonius SH, Yongki Arvius, SH. MH.,Abu Abdurrachman, SH, Nofwandi, SH.,Dyofa Yudistira, SH.,Jody Valdano, SH dan Andre Pratama, SH.

 

Hingga kini, kabarnya Nurweli Ratna Sari Repelita Alias Lita Bin Nurdin telah ditahan oleh Kejaksaan Negeri Pelalawan di Rumah Tahanan Sialang Bungkuk Pekanbaru untuk menjalani masa penahanan selama 20 hari (28 Nopember 2019 s/d 17 Desember 2019).

 

"Proses penahanan tahap penuntutan yang dilaksanakan oleh Tim Penuntut Umum Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pelalawan berakhir sekitar pukul 13.30, serta berjalan aman dan lancar," kata Praden.||| Feri Sibarani/rls

 

 

 

 

Editor : Feri S


BERITA LAINNYA
Selasa, 10 Desember 2019 | 18:25:19
Kepala BKKBN Provinsi Riau Jarang Ditempat
Kamis, 28 November 2019 | 17:53:20
KPK Periksa Rumah "Bos Besar" Pekanbaru
Selasa, 19 November 2019 | 22:57:09
PT. RAPP Giat Lakukan Pencegahan Karhutla
Selasa, 19 November 2019 | 22:52:46
Kepala DLHK Riau Siapkan Langkah Pencegahan Karhutla
BERIKAN KOMENTAR
Top