• Home
  • Pekanbaru
  • Jembatan Siak IV Rusak, Diduga Indikasi Gagal Konstruksi, Siapa Yang Bertanggung Jawab?
Sabtu, 25 Januari 2020 | 15:05:55

Jembatan Siak IV Rusak, Diduga Indikasi Gagal Konstruksi, Siapa Yang Bertanggung Jawab?

aktualonline.com/feri sibarani
Jembatan Siak IV Rusak, Diduga Indikasi Gagal Konstruksi, Siapa Yang Bertanggung Jawab?

aktualonline.com.PEKANBARU ||| Jembatan Siak IV Kota Pekanbaru, atau disebut juga Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah, yang peresmiannya baru dilakukan bulan Ferbruari 2019 lalu, sedianya disambut gembira oleh masyara kat, khususnya warga kota Pekanbaru, karena tersam bungnya akses Jalan Sudirman dengan wilayah pesisir kota Pekanbaru, yang selama ini terputus, akibat mangkraknya proyek jembatan tersebut sejak tahun 2009.

 

Tak dapat dipungkiri, sejak diresmikanya Jembatan Siak IV Pekanbaru oleh Gubernur Riau, rasa senang dan bangga dirasakan oleh semua lapisan masyarakat riau, khususnya kota Pekanbaru, namun ternyata rasa gembira dan kebanggan itu tidak berlanjut lama, alias hanya bertahan tidak lebih satu tahun, karena kenyataanya, Jembatan yang menelan uang takyat sebesar hampir 500 Miliar itu saat dalam keadaan rusak dan sedang diperbaiki.

 

Jembatan Siak IV Pekanbaru, awal pembangunannya diperuntukkan bagi kelancaran even olahraga Nasional PON Riau 2012, namun akhirnya mangkrak selama 5 tahun dan akhirnya kembali dianggarkan sebesar Rp107.502.791.773,45 pada APBD Riau tahun 2017 dan tahun 2018. Namun kelihatannya anggaran yang sangat fantastis itu belum mampu memberikan hasil yang berkualitas, sekalipun sekalipun saat peresmian Jembatan Siak IV, Kementerian PUPR memberikan sertifikat kelayakan, kenyataan Jembatan Siak IV tersebut hanya bertahan 1 tahun.

 

Atas informasi masyarakat, awak media ini melakukan tugas jurnalistiknya pada hari Kamis, 23 Januari 2020, dengan memantau langsung lokasi pekerjaan Jembatan yang rusak dan sedang diperbaiki, tampak bagian ujung Jembatan Siak IV, menuju kecamatan Rumbai pesisir dalam keadaan miring dan hancur karena terlepas dari dudukan beton penyangga Jembatan bagian ujung, sehingga terkesan sangat asal-asalan dalam pembangunannya.

 

Wawancara yang berhasil dilakukan awak media ini dengan petugas mandor lapangan dari perusahaan kontraktor, saat dikonfirmasi terkait masalah tersebut mengatakan dirinya hanya disuruh menjaga pekerja, dan tidak bisa memberikan komentar.

 

" Maaf pak dari mana? kalau soal ini saya tidak tau pak, saya hanya sebagai petugas berjaga disini, dan saya tidak bisa memberikan tanggapan, silakan saja langsung kepada bos perusahaan, " katanya menjawab pertanyaan wartawan.

 

Dua orang awak media mencoba mengambil foto objek yang rusak di bagian ujung jembatan tersebut, namun sang mandor bergerak untuk mencoba melarang kerja wartawan, dengan mengatakan dirinya diperintah untuk melarang bagi Siapapun yang mengambil foto.

 

"Jangan di foto pak, ini tidak boleh di foto, karena perintah atasan begitu," hardiknya.

Mendengar larangan tersebut spontan awak media pun marah dan menjelaskan pihaknya hanya bekerja sesuai dengan Undang-undang.

 

"Bapak melarang kami sebagai wartawan untuk mengambil foto jembatan ini? Biar kami tau untuk melapor ke Polresta,"kata salah satu wartawan.

 

Mendengar penjelasan awak media, akhirnya perugas mandor tersebut pun membiarkan awak media untuk melakukan tugasnya.

 

Sejumlah masyarakat yang melintasi Jembatan Siak IV kerap terdengar mengomel, seraya bertanya tentang keadaan Jembatan Siak IV, yang diketahui masih baru diresmikan, dan sudah rusak.

 

"Kok bisa langsung rusak parah begini ya? Padahal kan baru saja kemarin diresmikan, masa umur nya hanya setahun? Ini gawat sekali, perlu diperiksa oleh penegak hukum, jangan-jangan ini semua membahayakan, "kata seorang bapak yang turut menyaksikan perbaikan Jembatan.

 

Hal ini juga mendapat reaksi dari ketua DPD LSM Pemerhati Kinerja Aparatur Negara  ( PERKARA ) Provinsi Riau, V. Freddy Hutagaol, SE menjawab pertanyaan awak media ini mengatakan, kerusakan Jembatan Siak IV Menurutnya dapat disebabkan oleh dugaan kecurangan kontraktor.

 

" Ini perlu diselidiki oleh penekak hukum kita, ini Jembatan sangat urgen, bisa bahaya seperti yang pernah terjadi pada Jembatan yang sama si Sungai Mahakkam daerah kalimantan, akhirnya rakyat yang menjadi korban pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Freddy menjawab pertanyaan wartawan.

 

Menurut Freddy, kerusakan pada bagian ujung jembatan Siak IV Pekanbaru sangat mencederai kepercayaan masyarakat.

 

"Coba aka dipikir, peresmian baru dilakukan februari 2019 lalu, malah kita dengar mendapat sertifikat kelayakan lagi dari Kementerian PUPR, lah, layak apanya jika sudah begini??," Terang Freddy.

 

Bagi Freddy pihaknya dari LSM PERKARA meminta kepada pihak terkait terutama kejaksaan agar segera melakukan investigasi mendalam ke lokasi Jembatan untuk memastikan ada tidaknya kecurangan dari berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan Jembatan Siak IV.||| Feri Sibarani

 

 

 

 

 

 

Editor : Zul

 


BERITA LAINNYA
Jumat, 21 Februari 2020 | 00:13:33
Pembangunan PKS PT. SSS Inhu Dipertanyakan
BERIKAN KOMENTAR
Top