Kamis, 5 Maret 2020 | 23:27:22

Korban Meninggal di Areal Kolam Limbah PT.RAPP

Foto/Ist
Areal Industri Bubur Kertas PT. RAPP Pangkalan Kerinci
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU ||| Perusahaan bubur kertas terbesar di Asia Tenggara, PT. RAPP yang bermarkas di Kota Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau ternyata memiliki kolam limbah beracun (Limbah B3) yang sangat mengancam keselamatan pekerja kapan saja.

 

Kolam Limbah B3 ini berlokasi di lingkungan Industri bubur kertas itu, dengan nama lokasi, Areal Landfill 7A PT. RAPP yang belakangan atau tepatnya Selasa 3/3/2020 kemarin diketahui telah merenggut nyawa salah seorang pekerja karyawan disalah satu kontraktor pelaksana di perusahaan itu.

 

Kabarnya peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 Wib saat karyawan bekerja, sementara disebutkan melalui pemberitaan di media bahwa Harry Kurniawan ( 23 ) dan Wak Aceh ( 41 ) yang merupakan operator Buldozer yang ternyata turut tenggelam akibat longsornya tanggul Limbah berbahaya tersebut harus menanggung resiko yang sangat mengejutkan publik.

 

Di informasikan dari berbagai media di Riau, bahwa Harry Kurniawan tidak dapat diselamatkan akibat terjatuh kedalam kolam yang mengandung racun itu, berdasarkan pemberitaan media, disebutkan Harry awalnya masih bernafas, setelah diselamtakan oleh beberapa rekanya yang berjuang turun ke kolam limbah, namun mulutnya terus mengeluarkan buih dan keadaan itu akhirnya menghantarkan Harry ke peristrahatan terakhir.

 

Sementara disisi lain, Wak Aceh ( 41 ) sang operator Buldozer masih dapat diselamatkan ke Rumah Sakit awal Bross Pekanbaru, dan sedang mengalami masa perawatan, walau hingga saat ini keadaannya belum diketahui pasti.

 

Sejauh ini tidak disebutkan oleh pihak perusahaan PT. RAPP terkait apa yang sebenarnya terjadi yang merupakan penyebab kejadian yang sangat mengenaskan itu, apakah karena kelalaian pekerja atau terkait AMDAL, hal ini belum terjawab hingga kini, sekalipun dipertanyakan oleh awak media ini kepada pihak kehumasan Perusahaan bubur kertas itu melalui Eric, namun tanggapan yang diberikan hanya terkait sikap dan tindak lanjut perusahaan itu kepada korban. Artinya pekerja yang bertugas khususnya di area berbahaya tersebut tidak akan mengetahui kapan peristiwa serupa akan terjadi.

 

Menurut pakar Lingkungan Riau dari UIN Suska Riau, Dr. Elviriadi terkait kejadian yang sangat meprihatinkan itu, hal ini patut diduga 

 

Akibat peristiwa yang sangat mengejutkan seluruh karyawan itu, sejumlah pihak, khususnya penggiat anti kerusakan lingkungan dan dinas terkait diketahui belum memberikan informasi resmi tentang penyebab kejadian itu, pihak perusahaan terkait, melalui bagian kehumasan PT. RAPP atau Communications Manager, yang dipimpin Budhi Firmansyah saat dimintai keterangan atas peristiwa itu mengatakan pihaknya turut prihatin dan berduka atas kejadian tersebut.

 

,"Sehubungan kecelakaan yang menimpa dua pekerja kontraktor di areal Landfill 7A PT RAPP, Manajemen mewakili perusahaan turut prihatin dan berduka atas meninggalnya salah satu pekerja yakni Heri Kurniawan, petugas Checker PT Tri Karya, pada hari Selasa, 3 Maret 2020 sore. Seorang korban lainnya yakni Supriadi, operator Dozer PT Cipta Samudra Mandiri juga telah dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," tulis Eric melalui WA, salah satu jurubicara di kehumasan PT. RAPP.

 

Menurut Eric, Perwakilan Perusahaan telah berkoordinasi dengan perusahaan kontraktor tempat korban bekerja dan keluarga untuk memberikan penanganan terbaik terhadap korban sekaligus penyelenggaraan jenazah hingga ke tempat peristirahatan terakhir. 

 

,"Perusahaan juga memastikan korban dan keluarga akan mendapatkan hak-haknya sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku," lanjut Eric melalui tilisan di WA.

 

Disebutkan Eric, Atas kejadian ini manajemen perusahaan Harry dan Wak Aceh ( Supriadi ) bekerja,  telah memerintahkan departemen terkait untuk melakukan investigasi secara menyeluruh dan berkoordinasi dengan lembaga berwenang seperti Kepolisian dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau.||| Feri Sibarani

 

 

 

 

 

Editor : Feri Sibarani


BERITA LAINNYA
Jumat, 21 Februari 2020 | 00:13:33
Pembangunan PKS PT. SSS Inhu Dipertanyakan
BERIKAN KOMENTAR
Top