• Home
  • Pekanbaru
  • Pengungkapan Kasus Kejahatan Besar Hutan Riau Masih Minim di Polda Riau
Sabtu, 13 Januari 2018 | 10:33:47
*Sepanjang Tahun 2017

Pengungkapan Kasus Kejahatan Besar Hutan Riau Masih Minim di Polda Riau

Foto/Ist
Pengungkapan Kasus Kejahatan Besar Hutan Riau Masih Minim di Polda Riau

aktualonline.com.PEKANBARU///Harus diakui,  proses pengungkapan kasus besar kejahatan perhutanan dan lingkungan di wilayah hukum Polda Riau Tahun 2017 masih minim, karena hingga dipenghujung tahun 2017 dari puluhan perusahaan korporasi yang dilaporkan oleh Pansus monitoring DPRD Riau pada tahun 2015 dan LSM KRR pada awal tahun 2017 lalu, kabarnya dari 4 Perusahaan yang diselidiki hanya satu perusahaan perorangan saja yang berhasil mencapai status P21, yaitu PT. Hutahaean. 

 

Sementara satu perusahaan lain, yaitu PTPNV yang telah masuk dalam proses penyidikan beberapa bulan lalu disebutkan masih tetap dalam proses. 

 

"PT. Hutahaean sudah P21 mas,"  Tulis Dirkrimsus Polda Riau, Kombes. Pol Gidion menjawab pertanyaan reporter Aktual melalui WA pribadi. 

 

Menurutnya dari sejumlah perusahaan korporasi terduga pelaku kejahatan hutan di Riau, sesuai Laporan Pansus monitoring dan KRR, hingga kini pihak Polda Riau masih hanya menetapkan satu perusahaan yang telah berstatus P21,  yaitu PT. Hutahaean,  sementara perusahaan lain disebutkan masih dalam proses. 

 

" Yang lain masih proses mas..," kata Gidion menjelaskan. 

 

Disisi lain Kabid humas Polda Riau, Kombes. Pol. Guntur Aryo Tedjo saat dihubungi oleh reporter Aktual melalui ponselnya menjelaskan bahwa sejauh ini ada 4 Perusahaan terduga pelanggar hukum tentang kehutanan yang masuk pendalaman pihaknya, dua diantaranya masuk penyidikan, satu masuk mencapai P21, ( PT. Hutahaean) sementara satu lagi ( PTPNV) tinggal menunggu hasil tim ahli. 

 

"Terkait dengan Proses hukum kasus kehutanan, kita telah mendalami 4 Perusahaan, dan dua masuk penyidikan yang satu yaitu PT. Hutahaean akhir desember kemarin telah P21, dan berkasnya sudah di kejaksaan, sementara PTPN V tinggal menunggu pendapat tim ahli," Terang Guntur menjawab Koresponden aktualonline.com.

 

Terkait PT. Hutahaean yang status hukumnya telah mencapai P21, Guntur menyatakan dalam waktu dekat akan segera menindaklanjuti hingga ke tahap 2, yaitu penyerahan tersangka berikut alat bukti kepada kejaksaan. 

 

"Nanti, kita lihat dulu, rencananya dalam waktu dekat akan kita tindak lanjuti ke tahap 2, " Katanya mengakhiri. 

 

Menurut Ketua LSM IPSPK3 RI Ir. Ganda Mora dalam sorotanya terkait penegakan hukum dan pengungkapan kasus kehutanan di Riau oleh Polda Riau khususnya dalam tahun 2017 dinilai pihaknya sangat disayangkan dan terkesan tebang pilih. 

 

"Kita sangat sayangkan proses hukum di Polda Riau ini,  ini benar- benar memunculkan pertanyaan besar bagi kita selaku LSM penggiat kehutanan, kemana arah kebijakan penegakan hukum yang dilakukan Polda Riau sebenarnya? Masa dalam satu tahun hanya bisa menetapkan satu tersangka, itu pun hanya perusahaan perorangan yang hanya menguasai ratusan hektare, sementara sangat banyak perusahaan besar yang merambah puluhan ribu hektar, "Katanya. 

 

Menurutnya wajar saja masyarakat mempertanyakan hasil ini,  karena rasa trauma besar yang di Akibat kan oleh bencana asap akibat pembakaran lahan yang dilakukan oleh korporasi masih menghantui sebagian besar masyarakat Riau. 

 

"Ini kita sebut sebagai bentuk tebang pilih, Polda Riau kita minta tangkap juga pihak korporasi HTI, perkebunan sawit, yang membabat puluhan ribu hektar hutan Riau, buktinya banyak kok, "Katanya menanggapi pertanyaan Aktual. 

 

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua LSM Pilar bangsa, Superleni, S.Sos terkait proses hukum atas sejumlah korporasi terduga Perambah hutan di Polda Riau kepada Reporter Aktual menyampaikan bahwa menurutnya penegakan hukum atas kejahatan hutan di Riau belum menyentuh akar permasalahnya.

 

"Ibarat penyakit penegak hukum tak mampu atau tak sanggup menyikapi penyakit kehutanan yang sumber penyakitnya sudah kronis dan menahun, karena sudah banyak yg terkontaminasi," jelasnya singkat.///Feri

 

 

 

 

Editor : Zul

BERITA LAINNYA
Sabtu, 24 November 2018 | 23:37:39
Dewan Pers dan MOI Dukung Toro dari Kriminalisasi Pers
Sabtu, 24 November 2018 | 10:17:30
Sengketa Pers Bukan Pidana !!! Toro Tidak Perlu Takut
BERIKAN KOMENTAR
Top