• Home
  • Pekanbaru
  • Tercemar Limbah Pabrik…Ribuan Ikan di Sungai Ngaso Mati
Sabtu, 13 Januari 2018 | 10:40:48

Tercemar Limbah Pabrik…Ribuan Ikan di Sungai Ngaso Mati

Illustrasi
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU///Keberadaan Pabrik Kelapa Sawit ( PKS) di wilayah provinsi Riau sudah tidak bisa di anggap sebelah mata, karena apabila tidak di kelola dengan baik sesuai dengan regulasi yang ada, bukan tidak mungkin keberadaan pabrik yang semestinya membawa keberuntungan bagi masyarakat setempat, justru berubah menjadi malapetaka, baik bagi masyarakat, maupun bagi makhluk hidup lainnya, seperti ternak, dan ikan-ikan di sungai. 

 

Konflik antara masyarakat tempatan dan pihak perusahaan khususnya pabrik kelapa sawit ( PKS) sudah tidak pemandangan baru lagi di masyarakat, khususnya masyarakat desa  yang berada tidak jauh dari lingkungan pabrik kelapa sawit yang kini berjumlah lebih dari dua ratusan di Provinsi Riau. 

 

Matinya ribuan ikan di sungai Ngaso menjadi tontonan warga desa Ujungbatu Timur yang mendatangi sungai tersebut pada, Selasa (9/1/2018) siang kemarin. Masyarakat menduga sungai kembali tercemar limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT PT Rohul Sawit Industri (RSI)  yang berdiri di Hulu Sungai Ngaso. 

 

Dugaan warga bukan tanpa sebab, peristiwa serupa juga terjadi di tahun sebelumnya.

 

Manajer PKS Rohul Sawit Industri, Torang Nababan membantah pihaknya telah membuang limbah terkait matinya ribuan ikan di sungai ngaso tersebut. Dikatakan dia, matinya ikan tersebut bukan disebabkan limbah perusahaan.

 

"Kami tidak ada membuang limbah, tidak juga ada kebocoran dari kolam. Jika ada ikan yang mati di sungai Ngaso tetap juga RSI yang di curigai, kita tidak tau semua bisa saja terjadi. Mungkin juga penyebabnya yang lain kan bisa jadi, ini kok ikan mati di Sungai Ngaso RSI yang kena getahnya, jika itu limbah yaa kita persilahkan uji sampel," ujar Torang Nababan.

 

Camat Ujungbatu, Fisman yang mendapat kabar matinya ribuan ikan di sungai Ngaso, Selasa (9/1) langsung mendatangi PKS Rohul Sawit Industri (RSI) didampingi Kades Ujungbatu Timur, Hardeanto. 

 

"Kita pertanyakan soal matinya ikan di sungai Ngaso itu, diduga PKS RSI telah membuang limbahnya ke sungai. Namun, sampai di sana mereka tidak mengakui hal itu. Kita belum dapat kepastian soal matinya ikan itu disebabkan limbah RSI," ujar Fisman.

 

Disamping itu, pihaknya tetap memerintahkan manejemen RSI segera menyelidiki kebocoran di kolam limbah atau saluran pipa yang bocor segera di perbaiki bila benar mereka tidak membuang limbah secara sengaja.

 

"Kita memerintahkan menejemen RSI agar menyelidiki kebocoran limbah tersebut. Sebab, jika memang RSI tak buang limbah keadaan air kan bisa kita liat, air yang ada disungai ngaso berubah hitam, kok sementara sungai yang berhubungan langsung dengan sungai ngaso bisa berbeda, kan ini yang kita sayangkan," tambahnya.

 

Disamping itu, Kepala Desa Ujungbatu Timur, Hardeanto mengaku banyak ikan yang mati di sungai ngaso. Dia mengakui soal sungai yang tercemar dilihat dari keadaan air sungai ngaso itu berbeda dengan keadaan di sungai kuntu yang juga satu arah dari RSI menuju Sungai ngaso.

 

"Kita telah mendatangi PKS RSI tadi siang, namun mereka tidak mengakui membuang limbah ke sungai Ngaso. Bagian humas tadi menyampaikan tidak ada unsur sengaja atau kebocoran dari kolam maupun saluran limbah yang langsung ke sungai Ngaso, namun kita tetap menduga itu adalah limbah dari PKS perusahaan," tandas Kades.///Feri

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Senin, 17 September 2018 | 23:50:37
Ketua Satma IPK Kota Pekanbaru Angkat Bicara
Kamis, 13 September 2018 | 23:51:50
Pemimpin Dengan Mimpi Membangun
Kamis, 13 September 2018 | 13:04:21
• 3 Bulan Belum Tunjukkan Perkembangan
Senin, 10 September 2018 | 12:18:43
Bentuk Aksi Solidaritas !!! Wartawan Serbu Polda Riau
BERIKAN KOMENTAR
Top