• Home
  • Pekanbaru
  • Nasib Hutan Konservasi Taman Nasional Tesso Nilo Pelalawan Riau Diambang Punah
Sabtu, 13 Januari 2018 | 10:54:36

Nasib Hutan Konservasi Taman Nasional Tesso Nilo Pelalawan Riau Diambang Punah

aktualonline.com/feri sibarani
Depan pintu masuk taman nasional Tesso Nilo Kabupaten Pelalawan Riau.
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU///Harapan masyarakat dan dunia organisasi hutan konservasi tentang lestarinya hutan konservasi di provinsi riau sepertinya akan tinggal wacana dan harapan semata, manakala pengawasan dan Penegakan hukum terhadap kejahatan Perambahan Hutan dan kerusakan lingkungan di provinsi riau kian waktu kian lemah. 

 

Organisasi konservasi lingkungan WWF Indonesia mencatat 70 persen dari 88 ribu hektar luas Taman Nasional Tesso Nilo di Provinsi Riau, telah dikuasai oleh cukong.

 

"Sekarang hanya tersisa 14 ribu hektar yang manjadi hutan," kata Director Policy, Sutainability and Transformastion WWF Indonesia Aditya Bayunanda di Jakarta,belum lama ini.

 

Ia menuturkan sebagian besar kawasan taman naional tersebut telah menjadi kebun kelapa sawit. Pemerintah, kata dia, sulit untuk melakukan penegakan hukum di kawasan tersebut karena ada persepsi masyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya di sana. Padahal, kata dia, ada cukong yang mengendalikan mereka untuk menguasai lahan di sana.

 

Sejauh ini, sudah dipetakan bahwa lahan taman nasional sudah lebih dari 40 ribu hektar beralih fungsi menjadi perkebunan. Bahkan, sebagian besar pemilik lahan perkebunan tersebut banyak yang berasal dari Pekanbaru, Jakarta dan mantan pejabat. 

 

. "Bahkan, mantan Kepala BPN Riau sudah menjadi tersangka karena punya kebun di dalam kawasan hutan itu," ucapnya seperti dikutip tempo.co .

 

Kawasan Tesso Nilo akan dijadikan pilot projek untuk kawasan konservasi yang akan melibatkan semua pihak. Selain itu, pemerintah, kata dia, bersama stake holder terkait akan merelokasi rakyak kecil yang mempunyai lahan di sana, dan akan menegakan hukum kepada para cukong di sana. 

 

"Kami akan melakukan inventarisir," ucapnya.

 

Lebih lanjut ia menuturkan pihaknya akan fokus menangani permasalahan di Taman Nasional Tesso Nilo pemerintah, seteah WWF Indonesia menjadi projeck managemen office (PMO) pembentukan Sekretarian Bersama Reforma Agrria dan Perhutanan Sosial. 

 

"Akan dimulai dari sana (Tesso Nilo), yang menjadi pilot projek program pemerintah ini," ucapnya. 

 

Berdasarkan UU RI No 41 tahun 1999 dan UU RI No 18 tahun 2013 tentang pemberantasan dan pencegahan kerusakan hutan dengan terang telah mengatur berbagai tindakan hukum yang dapat disangkakan oleh penegak hukum terhadap barang siapa pun yang melakukan Perambahan Hutan atau tindakan yang dapat merusak lingkungan akan di pidana, namun dari sejumlah besar oknum masyarakat dan pejabat atau mantan pejabat yang terlibat dalam Perambahan Hutan konservasi Tesso nilo tersebut nyaris tidak tersentuh. 

 

Dari keterangan pers oleh kepala penegakan hukum BKSDA provinsi Riau, Hutapea terkait proses hukum atas sejumlah terduga Perambah hutan taman nasional, kepada reporter Aktual menyebutkan bahwa proses hukum masih ditangani oleh pihak Kejati Riau. 

 

"Salah satu yang telah ditangani adalah terkait dugaan Perambahan oleh mantan kepala BPN Riau, dimana kasusnya telah di tangani kejaksaan tinggi Riau dan kini sedang menjalani Peninjauan Kembali ( PK) di pengadilan tinggi ( PT) dengan kasus Tindak Pidana pencucian uang TPPU,"Katanya. 

Sementara menurutnya sejumlah masyarakat yang telah menguasai ribuan hektare lahan konservasi, dengan di dukung oleh para Cukong sebagai pemodal dikatakan sedang direncanakan oleh pihaknya apakah akan di usut atau di hutan sosial kan tergantung lihat nanti, "sebutnya.///Feri

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Sabtu, 13 Januari 2018 | 10:46:37
Proyek 3R di Riau Dituding Sarat Korupsi
Jumat, 5 Januari 2018 | 23:49:02
Polresta Pekanbaru Bantu Warga Kurang Mampu
BERIKAN KOMENTAR
Top