• Home
  • Pekanbaru
  • Perebutan Menuju Riau 1 Semakin Memanas….Sekda Kota Pekanbaru Kisruh dengan Bawaslu
Jumat, 2 Februari 2018 | 01:15:07

Perebutan Menuju Riau 1 Semakin Memanas….Sekda Kota Pekanbaru Kisruh dengan Bawaslu

aktualonline.com/feri sibarani
Sekda Kota Pekanbaru, M. Noer Saat memberikan keterangan pers kepada awak media, Kamis, 1/2/2018.
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU///Kisruh tentang dugaan ketidak netralan pejabat pemerintah kota Pekanbaru, dalam hal ini Sekda Kota Pekanbaru, M. Noer,  masih terus Bergulir, dimana sikap ketidak netralan ini bermula saat M. Noer ikut serta dalam syukuran penyambutan SK penetapan Firdaus sebagai cagubri dari partai Demokrat. 

Pertarungan politik untuk memperebutkan Riau 1 memang harus diakui, kian hari sudah semakin memanas, kendati pun pertarungan itu masih menunggu selang beberapa bulan kedepan, tetapi berbagai manuver pun telah bermunculan seiring semakin mendekat nya waktu. 

Salah satu indikasi panasnya momen politik untuk memperebutkan  singgasana periode 5 tahunan itu terkuak saat Sekda Kota Pekanbaru, M. Noer ikut serta dalam suasana kebahagiaan tim Firdaus usai menerima SK penetapan dirinya sebagai calon gubernur Riau yang akan di usung oleh partai Demokrat. 

Terkait hal itu pihak Bawaslu sebagai pengawas melalui Ketua Bawaslu Provinsi Riau, Rusidi Rusdan dalam paparan nya kepada koresponden aktualonline.com, Kamis (1/2/2018) mengatakan bahwa melalui rapat pleno yang dilakukan oleh pihaknya, berdasarkan bukti-bukti yang telah berhasil dikumpulkan terkait peristiwa itu telah memenuhi unsur-unsur untuk disebut sebagai pelanggaran PP No. 53 dan UU ASN. 

" Ya,  berdasarkan telaah kita bersama dalam rapat pleno kemarin, dari sejumlah bukti-bukti yang kita dapatkan itu, maka kita sepakati hal itu telah memenuhi unsur-unsur untuk dijadikan sebagai pelanggaran PP No. 53 dan UU ASN,"  Katanya. 

Menurutnya usai rapat pleno tersebut, pihaknya membuat rekomendasi berdasarkan bukti-bukti tersebut kepada kementerian-kementerian terkait di jakarta untuk ditindak lanjuti sebagaimana mestinya. 

" Karena kita liat bukti-bukti sudah memenuhi, maka kami harus melakukan tugas kami selanjutnya memberikan rekomendasi kepada pihak kementerian terkait agar ditindak lanjut," ucapnya. 

 

Disisi lain Sekda Kota Pekanbaru, M. Noer sebagai pihak yang diduga telah melanggar PP 53 dan UU ASN oleh bawaslu Provinsi Riau, kepada Media memberikan penjelasan bahwa ia telah berusaha memenuhi panggilan pihak bawaslu dengan berbagai cara, sekalipun dirinya berketepatan sedang bertugas di Jakarta, bahkan setelah dirinya tiba di Pekanbaru, langsung menuju kantor bawaslu dengan maksud untuk melakukan klarifikasi terkait kehadirannya di acara syukuran penetapan Firdaus sebagai calon gubernur. 

" Saya posisi sedang di Jakarta sehingga saya minta asisten yang kesana, ternyata ditolak, itupun saya coba juga melalui WA bahkan setelah saya tiba di Pekanbaru saya langsung menuju ke kantor bawaslu Provinsi untuk klarifikasi, namun yang bersangkutan tidak ditempat, "Katanya. 

Menurutnya dirinya terus berusaha membangun komunikasi dengan bawaslu untuk dapat segera bertemu, namun lagi - lagi akhirnya tidak tercapai karena pihak bawaslu disebut membuat berita acara yang harus ditandatangani. 

"Berdasarkan surat panggilan saya ingin ke kantor bawaslu untuk klarifikasi, ternyata pihak bawaslu menyatakan akan menandatangani berita acara, maka saya tidak mau,"katanya. 

Dari sejumlah pemberitaan di media terkait persoalan ini,  M. Noer menilai ada informasi yang berlebihan dan terkesan membesar-besarkan, padahal kehadirannya di kediaman saat itu juga sekaligus mengucapkan selamat kepada ibu atau isteri Walikota Pekanbaru Firdaus, yang kebetulan ulang tahunnya bersamaan dengan momen penyambutan itu. 

, " Kan wajar saya kesana,  karena selain pimpinan saya yang sedang merayakan kepercayaan yang diberikan partai, saya juga harus ucapin selamat ulang tahun kepada ibu yang sedang ulang tahun," Katanya. 

Disebutkannya, dari proses pengumpulan bukti-bukti yang dilakukan oleh pihak bawaslu ini,  dirinya mengaku tidak mendapat ruang atau kesempatan untuk memberikan keterangan apapun, bahkan sekalipun ia berusaha berkomunikasi untuk memberikan keterangan atau informasi, namun ia mengaku tidak diberi kesempatan. 

" Saya ingin klarifikasi ini semua dengan  sebenarnya supaya tidak menjadi kisruh yang berkepanjangan, paling tidak saya kan harus memberikan keterangan dan penjelasan sebagai orang yang diduga, namun saya sangat sayangkan kenapa bawaslu tidak memberikan kesempatan itu, bahkan ini menurut saya sangat cepat sekali prosesnya berjalan, sehingga saya katakan ini terlalu cepat, belum saatnya begini, "kata M. Noer di ruang kerjanya. 

Hingga berita ini dibuat, untuk menyelesaikan kekisruhan dirinya dengan bawaslu,  M. Noer yang didampingi oleh  bidang Ortal dan Kabag humas Pemko Pekanbaru itu,  mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain yang terkait untuk mengakhiri persoalan dirinya.///Feri Sibarani

 

 

 

Editor : Zul

BERITA LAINNYA
Jumat, 16 Februari 2018 | 15:37:10
Kabar Gembira Bagi Dunia Pendidikan Riau
Jumat, 16 Februari 2018 | 10:34:04
Rudyanto Tegaskan Soal Pungutan di Sekolah
Kamis, 15 Februari 2018 | 00:16:06
Polresta Pekanbaru Termasuk Polres Berprestasi Gemilang
Jumat, 9 Februari 2018 | 02:07:09
Siapa "Mafia Lahan" Dibalik Eksekusi PTPN V Kampar ?
BERIKAN KOMENTAR
Top