• Home
  • Pekanbaru
  • LSM Penjara Indonesia Akan Laporkan Dugaan Kredit Bodong Bank Mandiri Rp 300 Miliar ke KPK
Minggu, 6 Mei 2018 | 00:29:11

LSM Penjara Indonesia Akan Laporkan Dugaan Kredit Bodong Bank Mandiri Rp 300 Miliar ke KPK

aktualonline.com/feri sibarani
Ketua LSM Penjara Indonesia, Dwiki Zulkarnain bersama dengan tim.
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU////Berawal dari proyek pembangunan Hotel Mimosa Jalan Riau Pekanbaru, hingga terciumnya dugaan penerbitan izin yang diduga sarat permainan, akhirnya berujung pada pencairan pinjaman nasabah sebesar Rp 300 Miliar di Bank Mandiri dengan menggunakan anggunan objek berperkara, tetapi lolos, ada apa ??.

 

Atas nama Zainal Arifin, adalah sebagai pihak yang berperkara, dan penggugat atas sebidang lahan di Jalan Riau, yang notabene merupakan objek yang telah dijadikan sebagai anggunan pinjaman bank di Bank Mandiri dengan nilai fantastis yaitu Rp 300 Miliar, hingga kini masih terus menjadi bahan pertanyaan dan pergunjingan dikalangan kuli tinta dan sejumlah LSM di Pekanbaru. 

 

Tidak kurang dari 3 bulan, pihak LSM penjara Indonesia Riau telah melaporkan perihal tersebut kepada kejaksaan tinggi Riau, namun proses hukum yang telah dijalankan belum diketahui kepastiannya, berhubung pihak kejaksaan setelah dikonfirmasi oleh media ini hanya bisa menjawab tidak boleh dipublikasikan kepublik karena masih dalam tahap puldata. 

 

"Ya kita kan masih dalam tahap puldata, tidak boleh kita publikasi kepublik, nanti bisa jadi terkendala, dan bukti-bukti bisa disembunyikan jika nantinya diketahui publik," kata Kasipenkum Kejati Riau, Muspidauan, SH,. MH. 

 

Yang membuat publik semakin bertanya tanya kepada kejaksaan tinggi Riau adalah, sejak diterima oleh pihaknya laporan LSM penjara Indonesia tersebut 3 bulan lalu, ternyata tidak ada perkembangan proses hukum yang berarti dan tindakan yang signifikan untuk menyelamatkan uang negara dari para terduga Koruptor Di Bank mandiri, melainkan jawaban yang diberikan oleh Kejati Riau dari awal hingga kini tetap sama, yaitu puldata.

 

"yang jelas kita sedang dalami kejadian kredit Bodong itu, dan masih dalam tahap puldata, jadi hanya itu yang bisa kami sampaikan, "kata Muspidauan. 

 

Ketua LSM Penjara Indonesia Riau, Dwiki Zulkarnain dalam  keterangan persnya hari kamis, 3 Mei 2018 kepada awak media mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh pihak Kejati Riau tidak logis dan tidak mencerminkan penegakan hukum yang responsif terhadap korupsi. 

 

"Korupsi itu adalah menjadi sasaran prioritas dalam penegakan hukum di Indonesia. Sebagaimana dengan narkoba, Korupsi juga masuk dalam kasus prioritas utama yang harus diburu secepatnya sesuai perintah presiden Jokowi, namun apa yang telah dilakukan oleh kejaksaan setelah saya laporkan 3 bulan lalu??, "Tanya Dwiki penuh keheranan.

 

Atas pernyataan pihak kejaksaan tersebut, Dwiki seakan tidak melihat keseriusan penegakan hukum yang ditunjukkan oleh pihak kejaksaan, sehingga dengan nada tegas didepan awak media, Dwiki Zulkarnain mengancam akan membawa perkara yang berpotensi merugikan negara senilai ratusan miliar itu kepada KPK di Jakarta. 

 

"Jika perkara ini hanya di buat berputar-putar dan tak jelas, kami akan  segera dalam waktu dekat membawa laporan ini kepada kejaksaan Agung atau KPK dan kami berjanji hingga sampai titik darah terakhir akan menindak lanjuti ini," terang Dwiki.///Feri Sibarani

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Senin, 17 September 2018 | 23:50:37
Ketua Satma IPK Kota Pekanbaru Angkat Bicara
Kamis, 13 September 2018 | 23:51:50
Pemimpin Dengan Mimpi Membangun
Kamis, 13 September 2018 | 13:04:21
3 Bulan Belum Tunjukkan Perkembangan
Senin, 10 September 2018 | 12:18:43
Bentuk Aksi Solidaritas !!! Wartawan Serbu Polda Riau
BERIKAN KOMENTAR
Top