• Home
  • Pekanbaru
  • 3 Bulan Laporan LSM di Kejati Riau Tentang Kredit Bodong Bank Mandiri Rp 300 Miliar " Jalan Ditempat"
Jumat, 11 Mei 2018 | 18:54:57

3 Bulan Laporan LSM di Kejati Riau Tentang Kredit Bodong Bank Mandiri Rp 300 Miliar " Jalan Ditempat"

aktualonline.com/feri sibarani
Kredit Bodong Bank Mandiri Rp 300 Miliar
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU///Ketua LSM Penjara Indonesia, Dwiki Zulkarnain sepertinya tak bisa menahan rasa kesalnya, manakala laporan pihaknya 3 bulan lalu terkait kredit Bodong senilai 300 miliar di Bank mandiri dengan menyetujui pinjaman nasabah yang ternyata anggunan diketahui adalah objek berperkara.

Objek berperkara itu tak lain adalah sebidang tanah yang saat ini masih dalam proses hukum di pengadilan negeri Pekanbaru, antara Zainal Arifin dengan pihak lain yang mengklaim lahan tersebut sebagai miliknya dengan dasar sertifikat yang belakangan diduga rekayasa.

" Ini adalah bukti dari investigasi kita, kita temukan ternyata lahan yang dijadikan sebagai anggunan untuk mendapatkan pinjaman sebesar 300 miliar di bank mandiri itu masih dalam perkara," kata Dwiki sembari menunjukkan lembaran surat kepada awak media ini.

Menurutnya, berawal dari hasil investigasi tersebut pihaknya lalu melengkapi hasil temuannya kemudian melaporkan dugaan korupsi antara pihak perbankan dengan nasabah itu kepada kejaksaan tinggi Riau 3 bulan lalu, namun Hingga kini harapan untuk mengungkap kasus tersebut mulai pupus, karena jawaban pihak Kejati jika dipertanyakan terkait perkembangan penanganan kasus tersebut hanya selalu puldata.

" Semua media yang bertanya kepada kejaksaan tinggi Riau, hanya mendapatkan jawaban puldata, jadi ini proses hukum apa?  Masa sudah 3 bulan selalu puldata?," Tanya Dwiki keheranan...

Mendengar informasi yang disampaikan oleh Ketua LSM Penjara Indonesia tersebut, wartawan media ini mencoba konfirmasi kepada kejaksaan tinggi Riau, melalui Asintel Kejati Riau, Sumurung Simare-mare, SH. MH kepada awak media ini mengaku belum dapat memberitahukan perihal perkembangan proses hukum atas kasus itu.

"Kami tidak bisa memberikan jawaban perkembangan pak, yang jelas kami sedang menangani laporan itu dan saat ini sedang dalam puldata, "Katanya tampa menjelaskan alasannya.///Feri Sibarani

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Kamis, 17 Mei 2018 | 00:02:48
DPRD Riau Kecolongan Dari Sisi Pengawasan
Rabu, 9 Mei 2018 | 13:05:23
Renovasi Gedung PN Pekanbaru Tidak Transparan
BERIKAN KOMENTAR
Top