Kamis, 17 Mei 2018 | 00:02:48
*Indikasi Penyimpangan Proyek Pembangunan IGD RS Jiwa Tampan

DPRD Riau Kecolongan Dari Sisi Pengawasan

aktualonline.com/feri sibarani
Gedung IGD RS Jiwa Tampan Pekanbaru

aktualonline.com.PEKANBARU///Proyek IGD RS. Jiwa Tampan tahun anggaran 2017 Terindikasi dikorupsi, hal itu diperkuat oleh temuan salah satu LSM nasional yaitu IPSPK3RI, yang digawangi oleh Ir. Ganda Mora, dalam keterangan persnya, 12/5/2018. 

Dihadapan awak media ini beberapa waktu lalu mengatakan, berdasarkan dokumen dan profil proyek IGD yang mereka miliki sangat jauh berbeda dengan bangunan yang telah diresmikan itu. 

"Sangat jauh dari bentuk gambar yang tertera di dokumen proyek, baik jumlah volume bangunan dan item-item lain didalamnya, dari hasil investigasi kami kami menduga terjadi penyimpangan," kata Ganda. 

Oleh karenanya, Ganda saat itu menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak KPK di Jakarta, bahkan menurutnya berkas laporan yang telah selesai di persiapkan oleh pihaknya akan segera di serahkan kepada KPK di Jakarta. 

"Ini akan kita sampaikan kepada penegak hukum, dalam hal ini KPK, dan sejauh ini kita sudah berkoordinasi untuk meminta arahan agar laporan kami dapat dipersiapkan dengan baik," sebutnya. 

Dugaan pihak LSM IPSPK3RI tentang adanya penyimpangan dalam pembangunan IGD RS Jiwa Tampan tersebut makin diperkuat oleh pernyataan pihak komisi E DPRD Riau, melalui ketua komisi E, Aherson melalui komunikasi selulennya menanggapi pertanyaan wartawan media ini mengatakan, bahwa pihaknya sejauh ini tidak mengetahui perihal tersebut. 

"Kami tidak mengetahui secara jelas tentang keadaan bangunan itu, yang kami dengar dari pihak rumah sakit atau Satkernya saat hearing di komisi E semua baik baik saja, namun jika memang benar ternyata ada pekerjaan yang belum selesai atau tidak sesuai, itu layak untuk dipertanyakan jika memang berbeda dari RAB atau gambar di dokumen, "kata Aherson. 

Bahkan Aherson dengan nada penuh keheranan terhadap apa yang terjadi karena diluar dugaannya, mengatakan supaya pihak LSM yang menemukan kejanggalan tersebut segera melapor ke komisi E DPRD Riau secara resmi agar pihak melakukan pemanggilan terhadap direktur rumah sakit.

"Saya tidak menduga jika ada kejanggalan dalam proyek IGD itu, perlu kita lihat lagi dokumen proyek itu, dan jika benar Ada hal yang tidak sesuai akan kita panggil nantinya,"ujarnya. 

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi E DPRD Riau, Muhammad Aidil, setelah mendengar pertanyaan awak media ini Aidil yang kerap ceplas ceplos dalam memberikan pernyataan itu bahkan langsung angkat bicara dengan nada tegas Aidil memastikan jika memang benar ada pekerjaan yang belum selesai itu dipastikan pelanggaran pidana.

"Waah, apa ya? Ada yang belum selesai ? Jika itu proyek dalam satu tahun anggaran, dan telah di PHO dan diresmikan, maka itu tidak boleh, itu bisa pidana, "terang Aidil. 

Menurutnya jika fisik bangunan adalah satu bangunan bukan berbeda bangunan atau beberapa bangunan, maka tidak lazim masih tersisa pekerjaan yang belum selesai apabila telah di PHO atau diresmikan sehingga dikatakannya hal itu sangat dimungkinkan telah melanggar pidana. 

" Itu pidana.. Jika memang benar telah di PHO dan diresmikan artinya bangunan telah di serah terimakan kepada Satker namun masih terdapat pekerjaan yang belum rampung atau tidsk sesuai, jelas itu pidana harus dipertanyakan," Katanya. 

Bahkan Aidil merasa pihaknya telah kecolongan dari sisi pengawasan, juga menghimbau agar LSM IPSPK3RI melaporkan perihal itu kepada Kejati Riau. 

"Ke KPK bagus itu, tapi ke Kejati Riau juga bagus dilaporkan. Kejati Riau saat ini sudah sangat bagus kinerjanya," kata Aidil.///Feri Sibarani

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top