• Home
  • Pekanbaru
  • Akibat Kegiatan Proyek Fly Over..Persimpangan Mall SKA Dipenuhi Debu.
Minggu, 10 Juni 2018 | 23:16:23

Akibat Kegiatan Proyek Fly Over..Persimpangan Mall SKA Dipenuhi Debu.

*Pemerintah Diminta Tegas
aktualonline.com/feri sibarani
Persimpangan Mall SKA Dipenuhi Debu.
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU///Sejak dimulainya kegiatan pembangunan fly over di persimpangan Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Tambusai Kota Pekanbaru atau tepatnya dipersimpangan Mall SKA, masyarakat setempat dan pengguna jalan menjadi korban ketidak nyamanan akibat debu yang menutupi lokasi tersebut. 

 

Dari Pemandangan yang terlihat sangat mengganggu itu bahkan telah menyebabkan masyarakat mengalami berbagai masalah sosial, seperti menurunnya jumlah pengunjung yang ingin makan di warung nasi wuduk di warung masyarakat yang berada disekitar jalan Tambusai akibat debu yang memenuhi warung. 

 

,"Warung kami sangat tergannggu oleh debu yang sangat banyak ini. Lihatlah semua meja dan tempat penyimpanan makanan dipenuhi oleh debu dari proyek ini, "kata seorang pedagang nasi wuduk yang tidak bersedia menyebutkan namanya. 

 

Diakuinya, akibat debu yang berasal dari proyek tersebut penghasilannya menurun sangat drastis karena pelanggan enggan untuk makan karena dipenuhi debu dimana - mana. 

 

,"Ya sangat berkurang lah pak, karena semua pelanggan yang hendak makan begitu melihat debu dimana - mana langsung mengurungkan niatnya untuk makan, "kata seorang bapak penjual warung nasi wuduk menjawab pertanyaan wartawan media ini. 

 

Dari hasil penelusuran wartawan media ini di lapangan, ditemukan bahwa hampir seluruh zona persimpangan jalan Soekarno hatta persis diantara Simpang Mall SKA dan Living Word dipenuhi debu yang cukup tebal dan sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan. 

 

,"Kita selalu lakukan penyiraman jalan untuk menghindari debu, coba bapak perhatikan itu ada truk pembawa air untuk menyiram jalan,"kata Kardo, bidang Humas dari perusahaan Grup pelaksana kepada wartawan media ini. 

 

Namun sehubungan dengan pernyataan pihak perusahaan pelaksana proyek melalui Kardo Simanjuntak tersebut kepada wartawan media ini tidak sesuai dengan fakta yang dilapangan, dimana yang terjadi adalah terlihat seluruh pengguna jalan di selimuti debu akibat kegiatan pembangunan fly over tersebut. 

 

Menurut Ketua LSM Penggiat Lingkungan Hidup IPSPK3RI Ir. Ganda Mora diduga perusahaan pelaksana kegiatan usaha tersebut tidak mengindahkan ketentuan yang diatur dalam Undang-undang No. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan PP No. 27 tahun 2012 tentang Amdal. 

 

"Dalam kegiatan pembangunan jalan umumnya gangguan yang terjadi adalah munculnya debu dan Kebisingan, inilah yang harus di kelola dengan baik oleh perusahaan pelaksana kegiatan, dan anggaran untuk itu semestinya sudah tersedia, "kata Ganda. 

 

Bahkan Ganda Mora yang kerap menyoroti perihal pengelolaan lingkungan itu juga mengaku tidak pernah menyaksikan adanya upaya perusahaan untuk mengatasi debu dengan cara menyiram jalanan dengan tertib selama proyek berjalan. 

 

"Saya sendiri tidak pernah melihat adanya upaya penyiraman jalan yang dilakukan oleh perusahaan pelaksana selama proyek fly over itu berjalan,"lanjut Ganda membenarkan pernyataan masyarakat. 

 

Bahkan Menurut Ganda dalam pernyataannya jika perusahaan pelaksana proyek fly over tersebut masih membandel dan lingkungan masih dibiarkan dipenuhi oleh debu proyek, maka ia meminta kepada pemerintah untuk meninjau dan mengevaluasi kembali ijin lingkungan perusahaan tersebut, dan menindak dengan tegas baik dari segi administrasi maupun dari pidana, jika terdapat pelanggaran Undang-undang No. 32 tahun 2009. 

 

"Keadaan itu sudah tidak nyaman untuk masyarakat setempat maupun pengguna jalan, pemerintah harus bertindak tegas terhadap perusahaan itu, jika perlu dapat dilakukan evaluasi maupun tindakan tegas secara administrasi maupun pidana,"terang Ganda.///Feri Sibarani

 

 

 

 

 

 

Editor : Zul 


BERITA LAINNYA
Kamis, 7 Juni 2018 | 20:53:44
Sapma IPK Riau Berbagi Takjil
Selasa, 5 Juni 2018 | 20:08:09
IPK Provinsi Riau Perduli Anak Yatim Piatu
Kamis, 17 Mei 2018 | 00:02:48
DPRD Riau Kecolongan Dari Sisi Pengawasan
BERIKAN KOMENTAR
Top