• Home
  • Pekanbaru
  • Tangkap Tersangka Narkoba di Dalam Mobil…Kapolsek Bukit Raya Sebut Mobil Bukan Alat Bukti
Senin, 9 Juli 2018 | 23:10:07

Tangkap Tersangka Narkoba di Dalam Mobil…Kapolsek Bukit Raya Sebut Mobil Bukan Alat Bukti

Foto/Ist
ilutrasi Barang bukti mobil penangkapan tersangka narkoba
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU///Negara Indonesia telah disebut oleh pemerintah sebagai negara dengan darurat narkoba. Hal itu bukan tanpa alasan mengingat kerja BNN telah menangkap berton-ton narkoba jenis sabu di perairan Indonesia baru-baru ini.

 

Bahkan BNN dan pemerintah RI telah sepakat, bahwa kasus narkoba adalah kasus pidana luar biasa ( Ekstra Ordinary Crime ), karena masuk dalam kejahatan antar negara, terorganisir, militan, dan profesional, sehingga penangan kasus ini juga harus lebih serius dan prioritas karena telah mengancam generasi bangsa, sebagaimana ditegaskan dalam UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

 

Hampir seluruh daerah dan kota besar di Indonesia telah disusupi barang haram itu, tak terkecuali kota Pekanbaru. Baru-baru ini Polsek Bukit Raya berhasil menangkap seorang membawa narkoba berinisial BAS di dalam sebuah mobil, tepat di sebuah SPBU Jalan Arifin Achmad Pekanbaru.

 

Dari keterangan kepala penyidik Polsek Bukit Raya Pekanbaru,Rahmat yang dikonfirmasi AKTUAL (Group aktualonline.com) beberapa hari lalu mengatakan, pihaknya menangkap BAS ketika berada didalam mobil dengan membawa narkoba yang diletakkan di dekat porsneling.

 

"Kami menangkap tersangka ketika berada didalam mobil HRV, ternyata dia membawa narkoba jenis sabu yang diletakkan di dekat porsneling dengan seberat 0,6gram,"kata Rahmat menjawab pertanyaan awak media.

 

Menariknya dari penanganan kasus yang semestinya menjadi prioritas karena masuk kategori ekstra ordinary crime itu adalah, selain diinformasikan ada tindakan dugaan "86" untuk meringankan tersangka. Ternyata Kapolsek Bukit Raya, Kompol. Pribadi menjawab pertanyaan AKTUAL mengatakan bahwa mobil yang dipakai tersangka bukanlah barang bukti karena mobil disebut adalah dipinjam oleh tersangka dari seorang.

 

"Jadi begini ya, tersangka ditangkap di dalam mobil, dengan narkoba didalam saku tersangka, jadi mobil itu bukan barang bukti karena mobil itu di pinjam oleh tersangka, sama halnya dengan kejahatan disebuah rumah, kan rumah tak mungkin kita sita kan, makanya mobil kita kembalikan kepada pemilik," terang kompol pribadi melalui akun WA maupun lewat selularnya.

 

Berhubung kasus ini masih dalam penanganan Polsek Bukit Raya Pekanbaru,namun 1 unit mobil HRV yang didalamnya tersangka ditangkap telah dikembalikan kepada pemilik.

 

Sesuai pernyataan Kapolsek, AKTUAL wawancara dengan salah satu pakar hukum dari Unilak, DR. Suhendro terkait pernyataan Kapolsek tersebut. Menjawab wartawan Aktual Suhendro menjelaskan bahwa segala sesuatu yang terkait dengan peristiwa tindak kejahatan adalah barang bukti yang harus di amankan oleh penegak hukum dalam rangka proses penyidikan.

 

"Jika penangkapan tersangka didalam mobil, jelas mobil tersebut jadi barang bukti, dan harus dijaga dengan baik jangan sampai beralih ke tangan pihak lain, kecuali proses hukum sudah selesai, karena itu bisa menghilangkan barang bukti, dan itu pelanggaran,"terang Suhendro.

 

Menurut pakar hukum bergelar Doktor itu, barang bukti sekalipun masih dalam proses hukum diakuinya bisa dikembalikan kepada pemilik asal gengan cara prosedur yang diatur dalam undang-undang seperti pinjam pakai atau jaminan bahwa barang bukti tidak bermasalah dan harus diserahkan kepada penyidik jika diperlukan selama proses hukum.

 

,"Memang boleh barang bukti itu dikembalikan kepada pemilik jika melalui proses pinjam pakai dan ada jaminan tidak bermasalah, tetapi itu resiko sangat tinggi, konon lagi ini kasus narkoba ekstra ordinary crime,"kata wakil dekan I FH Unilak itu

 

Menurutnya sangat tidak masuk akal jika pihak kepolisian sektor Bukit Raya mengembalikan mobil yang adalah barang bukti kasus narkoba.

 

"Itu bisa dipertanyakan kepada kepolisian, kenapa kapolsek bukit raya bisa melakukan itu, ada apa? Narkoba ini kan sudah sangat mengancam bangsa kita, jadi aparat jangan coba macam-macam lagi dalam penanganan kasus narkoba," terangnya.///Feri Sibarani

 

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top