• Home
  • Pekanbaru
  • Dari Seorang Honorer di Bengkalis Dan Seribu Kisah Dilalui Syamsuar Menuju Riau 1
Rabu, 11 Juli 2018 | 23:48:10

Dari Seorang Honorer di Bengkalis Dan Seribu Kisah Dilalui Syamsuar Menuju Riau 1

aktualonline.com/feri sibarani
Syamsuar Menuju Riau 1
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU///Bermodalkan didikan yang keras dan pesan moral yang mulia dari orang tua, dan iman yang teguh, Syamsuar akhirnya dapat melangkah maju terus dalam karir kepemimpinannya, sekalipun ia dan seluruh keluarganya tidak pernah menyangka bahwa Syamsuar akan menjadi seorang abdi negara yang tergolong sukses, namun ia tetap menampilkan sikap pribadi low profil ( Sederhana ) serta begitu dekat dengan rakyatnya sebagaimana telah terbukti selama kepemimpinanya menjadi Bupati Kabupaten Siak selama 2 periode hingga saat ini.


Terkait sikap kesederhanaan yang dimiliki oleh Syamsuar ternyata ada hal yang penting yang menjadi prinsipnya, dan menjadi pesan moral bagi banyak pemimpin di negeri ini, sebagaimana disampaikanya pada suatu kesempatan.


"Sebab, dengan sederhana juga tidak mengubah orang menjadi rendah martabatnya, juga tidak pula merugi. Hidup ini hanya sementara, jabatan dan harta hanya dititipkan sementara oleh Allah SWT. Apa yang mau dilagakkan di atas dunia ini, syukuri apa yang ada sekarang dan jangan mau berpikir ajimumpung,"ungkap Syamsuar dengan pandangan berkaca-kaca.

 

Kesusksesan Syamsuar menjadi seorang kepala daerah di kabupaten Siak selama 2 periode ternyata bukan hannya sekedar diatas kertas, melainkan hal itu terbukti dengan berbagai indikasi yang telah dirasakan oleh masyarakat Siak seperti pelayanan publik yang berubah drastis kini semakin mudah dan cepat, sekolah gratis 12 tahun dan berobat gratis melalui program jamkesda, spontan membuat masyarakat Siak terkagum-kagum dan berhasrat menjadikan Syamsuar menjadi sosok pemimpin nomor 1 di Riau.


Pak Syam sapaan akrabnya, seorang pamong senior dan dikenal pemimpin bertangan dingin. Selama kepemimpinannya sebagai Bupati Siak, Kabupaten itu maju pesat dan terus berkembang. Dalam 6 tahun terakhir laporan keuangan Kabupaten Siak memperoleh opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI.


Kabupaten Siak mendapat penghargaan yang luar biasa banyaknya selama dipimpin Pak Syam. Dimana dalam tahun 2017 saja sebanyak 24 penghargaan berhasi beliau raih. Dalam pelayanan publik kepada masyarakat di Kabupaten Siak sangat mudah, murah, tidak berbelit belit. Hal ini sangat membantu masyarakat dan membuat investasi banyak masuk ke Kabupaten Siak.


Amanah dan harapan masyarakat tersebut menjadi sebuah motivasi kuat bagi diri seorang Syamsuar yang dikenal sangat agamis itu, manakala ia memutuskan diri dengan mantap untuk maju mencalonkan diri sebagai Gubernur Riau di Pilkada Riau 2018.

 

Gayung bersambut pun ia dapatkan untuk memuluskan keinginan itu tatkala 3 perahu politik, PAN, PKS dan Nasdem akhirnya memberikan kepercayaan penuh padanya untuk maju merebut kesempatan yang tak pernah kembali jika di sia-siakan. Akhirnya selain garis tangan, Allah pun memasangkan Syamsuar dengan seorang berlatar belakang pemimpin di dunia Militer.  


"InsyaAllah, saya dan pak Edy Nasution akan menjawab harapan masyarakat Riau untuk melakukan perubahan Riau lebih baik lagi. Berpasangan dengan Pak Edy Nasution yang sudah berpengalaman militer yang mumpuni dalam memimpin. Ketegasan militernya akan mampu membangun harapan baru Riau maju dan terbilang," sebut Syamsuar dalam sebuah kesempatan.

 

Bagi Syamsuar, menjadi pemimpin bukanlah pekerjaan gampang dan seorang pemimpin mempunyai tugas utama, bagaimana mensejahterakan masyarakatnya. Baik itu dibidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur. Pemimpin juga harus menjadi warna dalam kehidupan masyarakatnya karena pemimpin yang mengambil kebijakan, tentunya kebijakan itu sesuai dengan keinginan masyarakat.

 

Sulitnya menjadi seorang pemimpin, kata Syamsuar, barangkali karena beragamnya masyarakat sehingga berbeda pula pola pikirnya. Karena keragaman itu, kebijakan yang dibuat pemimpin mendapat berbagai tanggapan, ada yang menyetujuinya namun sebaliknya ada pula yang menolaknya. Terkait masalah kebijakan, Syamsuar masih bisa mencari solusi yang lebih baik namun yang berat itu bagaimana meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakatnya.

 

Tugas seorang pemimpin juga ada tugas menjalankan syiar agama, dan saya rasa tugas paling berat itu bagaimana meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat dalam menjalankan syariah. Meskipun di Siak ada beberapa program keagamaan namun saya belum puas karena dirasakan belum maksimal. Sebabnya, apabila rakyat menjalankan agamanya dengan baik, tak kan ada perbuatan masyarakat yang melanggar hukum agama dan hukum negara,†kata Syamsuar yang bergelar Datuk Sri Setia Amanah.

Sementara dalam berbagai pelayanan, di bawah kepempimpinan Syamsuar, Kabupaten Siak tergolong paling sukses di antara daerah kabupaten/kota yang ada di Riau ini. Karena Syamsuar berupaya bagaimana memudahkan masyarakat dalam memberi pelayanan. Cara yang paling mantap yang dilakukan Syamsuar, dia membuat kebijakan memangkas atau mengapus pengurusan yang dulunya harus dikeluarkan bupati sekarang sebagian sudah didelegasikan atau diserahkan kepada camat.

 

Saat ini di Siak soal izin bukan lagi bupati yang menekennya, cukup di kecamatan saja. Jika ada kewenangan yang lebih besar juga tak sampai ke bupati, cukup ke dinas terkait. Sejak dipangkasnya kewenangan dalam pelayanan ini, tidak ada yang berani macam-macam dan masyarakat sangat terbantu.

 

Tidak cukup hanya mengacu dari pengalaman kesuksesan di kabupaten Siak saja, Beberapa waktu yang lalu di hadapan ratusan kader PKS, Syamsuar memaparkan visinya sebagai bakal calon Gubernur yakni terwujudnya Riau yang Sejahtera, maju, ramah dan kreatif yang berpondasi pada agama, budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk mencapai itu, dia mengusung lima misi,

Pertama : Mewujudkan sumber daya manusia yang beriman, berkualitas dan berdaya saing global melalui pembangunan manusia seutuhnya.


Kedua : Mewujudkan pembangunan infrastruktur daerah yang adil, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. 

 

Ketiga: Mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri dan berdaya saing serta berkelanjutan. 


Ke empat:Mewujudkan budaya Melayu sebagai payung negeri dan mengembangkan pariwisata yang berdaya saing. 


Kelima : Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang prima berbasis teknologi informasi.


Dalam materinya, Syamsuar juga tak lupa menyinggung persoalan lapangan kerja. Agar pekerja di Riau punya daya saing tinggi ia mangatakan perlunya Balai Latihan Kerja (BLK) berstandar nasional ataupun internasional, hal itu menurutnya mutlak dilakukan mengingat wilayah riau berbatasan langsung dengan dua negara tetangga Singapura dan Malaysia.

 

Syamsuar menjelaskan, hampir setiap daerah kabupaten dan kota di Riau memiliki BLK. Namun tidak berada di bawah Kementerian Tenaga Kerja, sehingga tidak mendapat sertifikasi sesuai dengan bidangnya. Akibatnya, pekerja kita kalah bersaing dengan daerah lain. Menurutnya seandainya pekerja sudah tersertifikasi jelas perusahaan yang ada di Riau tidak ada alasan untuk menolak pekerja lokal.


Dibidang ekonomi, Syamsuar juga menyampaikan pandanganya Untuk mewujudkan percepatan pertumbuhan ekonomi, Riau tidak bisa lagi terlalu berharap dari sumber minyak dan gas. Syamsuar mencanangkan Industri Hilir. Sehingga hal ini dapat menyentuh langsung ekonomi kreatif UMKM. Selain itu, Syamsuar juga berpandangan, Riau ke depan harus bersenergi dengan pemerintah kabupaten dan kota.


"Pemerintah provinsi harus memperhatikan apa yang menjadi potensi masing-masing daerah," katanya mantab.

 

Menurutnya, semua upaya dan visi yang direncanakanya tidak akan berhasil begitu saja, melainkan semua target kemajuan Riau harus dilakukan dalam upaya percepatan pelayanan. 

Untuk mewujudkan semua ini harus diawali dengan melakukan penataan birokrasi terlebih dahulu. Sebab, jika birokrasi sehat maka pelayanan akan tercapai dan memudahkan masyarakat,"pungkasnya.///Feri Sibarani

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top