• Home
  • Pekanbaru
  • Atas Intruksi Presiden, Dishub Riau Riau Cegah Kecelakaan Angkutan Laut Dengan Fokus Pada Keselamatan
Jumat, 13 Juli 2018 | 00:24:02

Atas Intruksi Presiden, Dishub Riau Riau Cegah Kecelakaan Angkutan Laut Dengan Fokus Pada Keselamatan

aktualonline.com/feri sibarani
Atas Intruksi Presiden, Dishub Riau Riau Cegah Kecelakaan Angkutan Laut Dengan Fokus Pada Keselamatan
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU///Respon yang cepat langsung diberikan oleh pemerintah pusat atas berbagai kejadian kecelakaan angkutan laut di berbagai daerah Indonaesia, yang telah merenggut sejumlah besar korban tewas maupun korban harta benda hingga puluhan miliaran rupiah. Respon pemerintah tersebut langsung disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Ir.Joko Widodo melalui media maupun intruksi langsung kepada seluruh jajaran dibawahnya, seperti TNI AL, POLRI, Kementrian Perhubungan.

Atas dasar itulah dinas perhubungan provinsi riau yang di pimpin M. Taufik. O.H.langsung meningkatkan kinerja pihaknya khsusnya bagi angkutan laut dan sungai yang ada di wailayah provinsi riau. Dinas perhubungan provinsi riau yang bekerja sama dengan TNI AL sebagai institusi penegak hukum di laut ternyata berhasil menemukan sebuah pelanggaran atas ketentuan dan peraturan dalam sistem pelayaran Indonesia, yaitu pada KM. Jelatik 8 yang beroperasi di sungai siak dengan tujuan pelayaran keberbagai darerah di kabupaten kota di provinsi riau Rabu, (11/07).


KM. Jelatik-08 diamankan oleh KRI Pulau Rusa-726 berdasarkan informasi dari  Unit Intel Lanal Dumai dan adanya informasi masyarakat akan adanya kapal yang memuat penumpang namun tidak mematuhi peraturan pelayaran sehingga dapat membahayakan keselamatan penumpang maupun pengguna laut lainnya. Menindak lanjuti hal tersebut pada hari Senin, 09 juli 2018, KRI Pulau Rusa-726 yang saat itu  sedang melaksanakan patroli, langsung melaksanakan prosedur penghentian dan pemeriksaan (henrikhan) terhadap kapal yang diduga melakukan pelanggaran tersebut dan didapatkan hasil yaitu KM. Jelatik-8 pada posisi 01 14' 42" LU-102 11' 07" BT di perairan Kuala Siak ditemukan beberapa pelanggaran  yaitu mengangkut jumlah  penumpang yang tidak sesuai dengan manifest/over capacity. Selanjutnya KM. Jelatik beserta awak Kapal dilimpahkan kepada Lanal Dumai selaku pangkalan TNI AL terdekat guna dilaksankannya proses hukum lebih lanjut.

Danlanal Dumai kepada Wartawan menyampaikan bahwa KM. Jelatik-8 jelas-jelas telah melanggar Undang-undang No. 17 tahun 2008 tentang pelayaran, pasal 138 ayat 2 yang menyebutkan bahwa "Sebelum kapal berlayar, nakhoda wajib memastikan bahwa kapalnya telah memenuhi persyaratan kelaiklautan dan melapor ke Syahbandar". Lebih lanjut disampaikan Danlanal bahwa KM. Jelatik-8 saat proses dilaksanakannya henrikhan ditemukan penumpang yang tidak terdapat dalam Manifes dimana jumlah seluruhnya 273 orang, akan tetapi yang tercatat di Manifes hanya 113 orang dan sisanya tidak tercatat di manifes, selain itu masih ada alat keselamatan yang tidak memenuhi syarat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau M. Taufik. O.H., yang hadir bersama-sama dengan danlanal Dumai pada acara konfrensi pers menyampaikan beberapa informasi kejadian kecelakaan angkutan laut di berbagai daerah di Indonesia.

"Saat ini sorotan terhadap transportasi air sedang puncak-puncaknya terjadi, kita tahu bahwa instruksi presiden kepada jajaran kebawah, kepada Panglima TNI dan Kapolri, sangat terfokus pada keselamatan setelah terjadinya beberapa rangkaian kecelakaan diperairan kita, adapun yang terjadi pada KM. Jelatik-8 merupakan proses pencegahan terhadap keselamatan pelayaran yang dilakukan oleh Lanal Dumai dan dinas perhubungan untuk menjadi pembelajaran kepada kita untuk menjadi lebih baik lagi untuk menjamin keselamatan penumpang," katanya.

 

Mengakhiri presrelaese Danlanal Dumai mengatakan bahwa keselamatan penumpang merupakan prioritas yang utama dalam pelayaran. Selanjutnya Danlanal dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau beserta undangan berkenan naik kekapal untuk mengecek secara langsung kondisi kapal KM. Jelatik-8.///Feri Sibarani

 

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top