• Home
  • Pekanbaru
  • Dugaan Penggelapan Dana Pensiun Puluhan Miliar di Yayasan Pendidikan Cendana
Rabu, 18 Juli 2018 | 23:53:15

Dugaan Penggelapan Dana Pensiun Puluhan Miliar di Yayasan Pendidikan Cendana

aktualonline.com/feri sibarani
Dugaan Penggelapan Dana Pensiun Puluhan Miliar di Yayasan Pendidikan Cendana
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU///Dugaan penggelapan dana pensiun di yayasan yang berada di wilayah khusus perusahaan pertambangan minyak Chevron  tersebut bahkan telah menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Pekanbaru dan sudah memasuki beberapa tahapan persidangan, Selasa,(17/7/2018).

Bukan tanggung-tanggung, puluhan miliar tersebut diperoleh dari orang tua murid siswa di yayasan tersebut melalui pembayaran SPP setiap bulan, namun ternyata menurut pihak penggugat sejak tahun 2006 sejumlah besar guru pensiun tidak diberikan haknya.

Sidang yang dilakukan pada Selasa  ini menghadirkan saksi ahli dari penggugat, Agustia Wirman yang merupakan salah seorang pengawas Disnakerduk Provinsi Riau.

Kordinator guru dan karyawan selaku penggugat, August Munthe,  yang hadir hadir dalam persidangan mengatakan bahwa dihadirkannya saksi ahli agar kita semua mengetahui tentang penerapan norma dan peraturan tentang masalah ini", kata August kepada wartawan pengadilan.

Masih dalam keterangannya, "yang jelas dengan menghadirkan saksi ahli kami ingin mengetahui apakah  normal pembayaran hak pensiun kami sudah benar sesuai dengan Undang Undang no 13 thn 2003, nah penjelasan dari saksi ahli tadi di persidangan menjawab bahwa pembayaran UU no 13 thn 2003 adalah sekaligus", kata August

"Nah yang diterapkan sama kami memang benar, namun pembayaran pesangon yang merupakan kewajiban yayasan dananya ada sebagian yang merupakan hak kami karena dana tersebut merupakan sumbangan orang tua wali murid melalui spp", sambungnya

"Yang berikutnya karena kami di ikut sertakan diprogram pensiun 1 September 83 yang seharusnya kami menerima dana pensiun selama hidup secara berkala bulanan di hentikan pada tahun 2006. Menurut kami itu sudah menjadi manfaat yang seharusnya di kembalikan kepada kami. Sedangkan faktanya manfaat itu mereka gunakan sebagai premi awal diasuransi Saving Plan yang juga merupakan sumber pembayaran pesangon oleh yayasan, seharusnya dana itu adalah hak kami yang harus dibayarkan", papar August

Dari keterangan pihak penggugat maupun saksi ahli diatas, dan menurut kutipan dari undang-undang sebagaimana disampaikan, tidak menutup kemungkinan akan menjerat pihak pengelola yayasan sebagai pihak yang harus bertanggung jawab.

Sidang gugatan terhadap YPC akan menghadirkan 2 orang saksi ahli dari tergugat satu (1) pada tanggal 24 Juli mendatang. Siapakah yang akan terjerat hukum ??? kita tunggu saja..///Feri Sibarani

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Kamis, 16 Agustus 2018 | 12:37:51
Disdik Riau Sambut Baik Sosialisasi TP4D Kejati
Selasa, 14 Agustus 2018 | 12:36:24
Ketua YPC Syahriwal Hormati Proses Hukum di Pengadilan
BERIKAN KOMENTAR
Top