• Home
  • Pekanbaru
  • PT.RAL Diduga Rugikan Keuangan Daerah !!! Mengapa Tidak Diusut ?
Kamis, 19 Juli 2018 | 22:56:17

PT.RAL Diduga Rugikan Keuangan Daerah !!! Mengapa Tidak Diusut ?

Foto/Ist
PT.RAL Diduga Rugikan Keuangan Daerah !!! Mengapa Tidak Diusut ?
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU///Banyaknya kejanggalan dalam penanganan dugaan kasus PT. RAL memaksa sejumlah besar pihak terkait melempar berbagai pertanyaan akibat tidak adanya proses hukum yang dijalankan, sekalipun keuangan pemerintah daerah terus digerus untuk membayar utang di Bank Muamalat dan pajak.

 

Dari berbagai kalangan telah memberikan dorongan kepada pemerintah provinsi riau sebagai pemilik saham mayoritas agar secepatnya melakukan upaya yang serius untuk menyelesaikan masalah PT. RAL agar keuangan daerah tidak terus merugi untuk membayar utang pokok, bunga, dan pajak, sementara perusahaan burung besi tersebut telah lama bangkrut akibat tidak dikelola secara profesional.

 

Sebagaimana telah disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Riau, Erizal Muluk baru-baru ini bahwa pihaknya telah merekomendasikan pemerintah dan semua pihak terkait untuk mrnghentikan semua pembayaran apapun yang terkait dengan PT.RAL.

 

"Saya heran perusahaan sudah lama berhenti dan bangkrut, bahkan tidak ada operasional lagi, kok masih ada pembayaran  pajak dan utang ? ," dengan nada heran.

 

Bahkan Erizal mempertanyakan dasar pembayaran yang baru-baru ini dilakukan oleh pemerintah. 

 

Hal senada juga disampaikan oleh anggota DPRD lainya, Suhardiman Amby, mantan ketua pansus Monitoring perusahaan perkebunan itu justru meminta aparat hukum untuk segera seret oknum yang bertanggung jawab atas pengelola PT. RAL.

 

" Siapa yang menikmati uang penjualan tiket pesawat. Siapa yang menjual tiket pesawat ? kan jajaran direksi, dirut, jadi kepolisian bisa kejar Direksi PT.RAL,"kata Suhardiman.

 

Bahkan Pemerintah Provinsi Riau melalui Sekda Provinsi Riau, Ahamad Hizaji mengatakan pihaknya tidak mungkin dapat menghidupkan kembali perusahaan daerah yang disebutnya telah terlilit utang yang sangat besar.

 

,"Menurut saya sulit untuk menghidupkan PT. RAL karena utang yang sangat besar," Kata Hizaji dalam sebuah kesempatan.

 

Sementara menurut Asisten II Ekonomi setda provinsi riau Masperi, sejak lama hingga  saat ini PT. RAL diakuinya telah dalam proses audit BPKP, namun tanpa pernah bersedia merinci hasil audit tersebut dalam kurun waktu beberapa tahun, terkait hal ini sejumlah pihak menduga sengaja dibuat informasi yang terkesan kabur, karena melibatkan sejumlah pihak yang turut dalam persoalan PT.RAL.

 

" Didepan mata kita ada yang bermain terkait PT.RAL ini, coba bayangkan PT. PIR kok bisa membayar utang PT. RAL? apa hubunganya ? ini kan sudah indikasi permainan, dan aparat hukum sudah harus menindak ini. Uang rakyat jangan dipermainkan," ketus Asri Auzar.

 

Siapkah aparat hukum ? apakah terkait permasalahan PT. RAL yang telah menelan uang rakyat senilai ratusan miliar itu dapat ditindak hukum jika tidak ada pihak yang melaporkan sebagaimana terjadi pada bupati Kab. Nias tahun 2006  yang juga terkait permasalahan yang sama, dimana Kab.Nias mengalami kerugian sebesar Rp 7 miliar saham di PT.RAL namun karena hal ini dilaporkan oleh LSM setempat, akhirnya Marselinus Nazara bupati saat itu telah menjadi terdakwa atas penyidikan KPK baru-baru ini.///Feri Sibarani

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top