• Home
  • Pekanbaru
  • RS.Jiwa Tampan Layani 6000 Bacaleg dari Seluruh Provinsi Riau
Kamis, 2 Agustus 2018 | 20:42:37

RS.Jiwa Tampan Layani 6000 Bacaleg dari Seluruh Provinsi Riau

aktualonline.com/feri sibarani
Direktur RS. Jiwa Tampan, Husnelly Juita tampak sedang memberikan penjelasan kepada para pengunjung rumah sakit

aktualonline.com.PEKANBARU///RS. Jiwa Tampan Jalan Soebrantas Pekanbaru Riau baru-baru ini sempat menjadi pusat tujuan dari ribuan masyarakat riau yang ingin melakukan test psikologi dan cekup kesehatan jasmani dalam rangka penuhi persyaratan menuju calon anggota legislatif.

 

Dari jumlah ribuan bacaleg tersebut tentu saja pihak manajemen rumah sakit mengalami sejumlah kendala, seperti menumpuknya sejumlah besar pasien akibat tertib antrean yang diterabkan oleh pihak operasional rumah sakit, mengingat keterbatasan jumlah tenaga dokter dan tenaga medis lainya.

 

Namun secara umum pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit jiwa tampan kepada 6 ribu peserta bacaleg itu dapat berjalan lancar, kecuali sedikit protes dari pasien bacaleg diakhir-akhir kegiatan, sehubungan bertepatan dengan sejumlah dokter psikiater RS. Jiwa tampan sedang turut menghadiri pelatihan di Jakarta.

 

Pelayanan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan pada dua hari terakhir sempat menuai protes dari para calon legislatif (caleg) yang mendaftar. Hal ini karena pihak RSJ sudah mengembalikan jam pelayanan seperti biasa.

 

Dikatakan Direktur RSJ Tampan dr Haznelli Juita MM,  protes tersebut muncul karena jam pelayanan di rumah sakit tersebut sudah kembali seperti biasanya.

 

"Kemarin memang ada sedikit ribut-ribut karena mereka minta untuk segera diselesaikan, sementara jam pelayanan sudah berlangsung seperti biasa, yaitu pukul 16.00 WIB. Kalau waktu ramai-ramai itukan memang kami berlakukan over time hingga 22.00 WIB," katanya.

 

Masih banyaknya bacaleg yang melakukan pemeriksaan kesehatan pada Senin (30/7) diakui Hazznelli memang di luar perkiraannya. Selain itu, beberapa dokter psikiater di rumah sakit tersebut pun saat ini tengah melakukan pelatihan di Jakarta.

 

Jumlah pendaftar yang sudah jauh berkurang pun menjadi penyebab pihaknya tidak menambah jumlah psikiater untuk menggantikan dokter yang sedang melakukan pelatihan.

 

"Kebetulan ada beberapa dokter psikiater yang memang sedang mengikuti pelatihan, dan kami pikir tidak perlu menambah karena kami kira sudah selesai. Rupanya banyak," jelasnya.

 

Dalam tes pemeriksaan kesehatan jiwa tersebut, dikatakan Hazznelli, ada tujuh orang dokter yang dikerahkan untuk bertugas. Enam di antaranya merupakan dokter psikiater.

 

"Kami mengira bahwa tidak ada lagi pemeriksaan yang banyak seperti itu karena seminggu belakangan sudah sepi. Kalaupun tahu, pasti kami mempersiapkan seperti mengurangi keberangkatan dokternya. Tetapi pelatihan itu sangat penting karena untuk meningkatkan mutu," imbuhnya.

 

Ia juga menuturkan bahwa pihaknya sudah menjelaskan kepada para bacaleg tersebut bahwa pelayanan di rumah sakit tersebut hanya berlangsung hingga pukul 16.00 WIB. "Sebenarnya kan pelayanannya kan bisa dilanjutkan untuk keesokan harinya, namun barangkali mereka tidak menerima itu karena itu tinggal tahap wawancara saja. Mungkin karena mereka juga berasal dari luar daerah, makanya ingin segera menyelesaikan semua," pungkasnya.////Fer Sibarani

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Senin, 17 September 2018 | 23:50:37
Ketua Satma IPK Kota Pekanbaru Angkat Bicara
Kamis, 13 September 2018 | 23:51:50
Pemimpin Dengan Mimpi Membangun
Kamis, 13 September 2018 | 13:04:21
• 3 Bulan Belum Tunjukkan Perkembangan
Senin, 10 September 2018 | 12:18:43
Bentuk Aksi Solidaritas !!! Wartawan Serbu Polda Riau
BERIKAN KOMENTAR
Top