• Home
  • Pekanbaru
  • Kelompok Tani "Plat Merah" VS Koperasi "Kebal Hukum"
Rabu, 8 Agustus 2018 | 22:29:26

Kelompok Tani "Plat Merah" VS Koperasi "Kebal Hukum"

aktualonline.com/feri sibarani
Kelompok Tani "Plat Merah" VS Kelompok Tani Swasta

aktualonline.com.PEKANBARU///Hal yang memprihatinkan dan memilukan terjadi dan dialami oleh sebuah kelompok tani besutan Pemerintah Kabupaten Rohul.

Sebuah kelompok Tani resmi yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Rohul melalui Dinas Kehutanan Kabupaten Rohul, dengan nama Kelompok Tani Reboisasi Mandiri Hutan Lindung Sei Mahato Kab. Rohul Riau dengan SK. No. 522.5/KTPH/0694/VII/2008 hingga kini terus mengalami pahitnya nasib seluruh anggotanya dan keluarganya yang berjumlah ribuan jiwa, akibat lahan koperasi tersebut dirampas dengan kejam oleh "Dua Koperasi bentukan PT.Torganda".

Dari penuturan pihak kelompok Tani Reboisasi Mandiri Hutan Lindung, melalui Ketua Kelompok Tani tersebut, Paimin,kepada awak media ini mengatakan, bahwa pihaknya sejak awal dilibatkan oleh pemerintah melaui Dinas Kehutanan Kabupaten Rohul dalam program pemerintah penanaman sejuta pohon di areal hutan lindung Sei Mahato yang kala itu dikuasai oleh 2 koperasi yang bernama Koperasi Sawit Mahato Bersatu dan Koperasi Karya Bakti.

Namun demi menyelamatkan hutan lindung Pemerintah Kabupaten Rohul berhasil mengusir 2 koperasi tersebut dengan tujuan akan melakukan program reboisasi penghijauan kembali areal hutan lindung melalui kelompok tani yang bernama Kelompok Tani Reboisasi Mandiri Hutan Lindung dengan anggota sebanyak 465 orang atas rekomendasi resmi dinas kehutanan.

"Awalnya kami melakukan pekerjaan pengembalian kembali fungsi hutan lindung Sei Mahato berdasarkan rekomendasi dinas kehutanan kabupaten rohul atas 1000 hektar areal hutan lindung yang telah dikuasai koperasi itu, untuk melaksanakan program pemerintah menanam sejuta pohon disana, dan itu telah terbukti dengan menanam 5 jenis pohon seperti karet, Petai, Durian, Kayu pulai, dan pohon mentoa dalam areal 1000 hektar,"katanya

Kejadian penyerobotan lahan hutan lindung milik kelompok tani Reboisasi Mandiri yang telah dilakukan oleh dua koperasi milik PT. Torganda itu terjadi secara bertahap. Tahap pertama dilakukan pada 1 Januari tahun 2009 koperasi Sawit Mahato Bersatu yang di ketuai oleh, Yakin dan koperasi Karya Bakti yang diketuai oleh Rijal Dalimunte melakukan aksinya dengan merusak tanaman karet seluas 520 Ha dan tanaman bantuan pemerintah sebanyak 15.000 batang kayu, serta rumah gubuk sebanyak 6 unit tempat menginap pekerja kelompok tani, hingga kini tidak mendapat perhatian apapun dari pemerintah kabupaten rohul dan lahan hutan lindung tertsebut terus dikuasai oleh pihak koperasi anak angkat PT. Torganda itu dengan menanam kelapa sawit, sekalipun hal itu dilarang oleh dinas kehutanan kabupaten Rohul namun pihak koperasi tidak menindahkan hal itu.

Dari aksi kedua koperasi pada tahap satu tersebut, terdapat kerugian materi senilai ratusan miliar pada pihak kelompok tani besutan pemerintah kabupaten Rohul itu, hal itu berdasarkan penghitungan pada beberapa item kerugian yang dialami sebagaimana pada tabel 1 yang diperlihatkan oleh ketua kelompok tani tersebut.

"Jangankan membayar kerugian yang kami alami pak, tindakan atau pemanggilan saja pun dari pihak pemerintah terhadap koperasi itu tidak ada sama sekali, ini yang membuat kami sangat miris seakan tidak ada hukum di negara hukum ini,"sebutnya.

Menurut Paimin selaku Ketua Kelompok Tani Reboisasi Mandiri, ia dan ratusan anggota kelompoknya adalah saksi hidup atas kejadian yang sangat kejam itu, bahkan sejumlah bukti pengrusakan tanaman sejuta pohon oleh kedua koperasi itu hingga kini terus diamankan oleh pihaknya, menunggu permasalahan ini rencananya akan di bawa ke ranah hukum, karena hingga saat ini pemerintah kabupaten Rohul disebutkan tidak bergeming, melainkan justru pihaknya diminta pidah ke lokasi lainya oleh pemda setempat.

"Pada saat itu kepala dinas kehutanan kabupaten Rohul dipegang oleh Ir. H.Asril Hastaman dengan Nip.710017661 kami dengan ratusan anggota kelompok tani berharap pemerintah bertindak terhadap dua koperasi itu, ternyata justru kami yang diminta pindah lokasi ke areal lain, ini ada apa ? ,"tanya Paimin dengan heran.

Dalam keadaan ketakutan akibat tekanan dari pihak koperasi anak angkat PT. Torganda itu, pihaknya pun akhirnya menuruti permintaan pihak dinas kehutanan tersebut dengan bersama-sama ketua dan pengurus kelompok tani reboisasi mmandiri yang dipimpin oleh pihak dinas kehutanan turun ke areal lahan untuk menentukan titik kordinat dengan luas lahan yang akan di reboisasi seluas 3.600 Ha.

Namun lagi-lagi, ternyata menurut Paimin yang didampingi oleh kuasa hukumnya, Freddy Simantuntak, SH.,MH lahan dengan luas 3.600 Ha itu kembali dirampas dengan lebih kejam oleh kedua koperasi diduga anak angkat PT. Torganda itu.

"Hal yang lebih tragis kembali kami alami pada tanggal 25 januari 2011 lalu, dimana lahan yang telah kami tanami pepohonan seluas 3.600 Ha itu kembali di serobot oleh kedua koperasi dan pihak PT. Torganda selaku mitra mereka, dengan cara brutal membabi buta seakan negara ini tidak punya aturan hukum, karena mereka seperti tidak kenal hukum tanpa mengindahkan pemerintah kabupaten rohul yang telah merekomendasi kami secara resmi,"tandas Paimin dan Freddy Simanjuntak, SH.,MH.

Menurut Paimin selaku Ketua Kelompok dan Freddy Simanjuntak selaku kuasa hukum, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan gugatan ke pengadilan setelah bersurat kepada pemerintah pusat, baik kepada kementerian KLHK, dan kepada Presiden RI, Joko Widodo.

"Ini akan kita perjuangkan sampai ke Presidden. Pemerintah daerah kami lihat tidak bisa menyelesaikan dan tidak perduli dengan nasib ribuan jiwa dari keluarga anggota kelompok tani kami. Untuk itu saya dan seluruh jajaran pengurus kelompok tani termasuk bendahara yang baru bapak Gultom dan didampingi kuasa hukum kami Freddy Simanjuntak sudah tekad bulat akan meminta perhatian serius pemerintah pusat untuk menyelesaikan nasib ribuan rakyat ini,"pungkas Paimin.///Feri Sibarani

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Kamis, 16 Agustus 2018 | 12:37:51
Disdik Riau Sambut Baik Sosialisasi TP4D Kejati
Selasa, 14 Agustus 2018 | 12:36:24
Ketua YPC Syahriwal Hormati Proses Hukum di Pengadilan
BERIKAN KOMENTAR
Top