• Home
  • Pekanbaru
  • Pasca Terbitnya Perda RTRW Provinsi Riau,Berapa Potensi Investasi Penanaman Modal Riau ??
Sabtu, 11 Agustus 2018 | 00:13:39

Pasca Terbitnya Perda RTRW Provinsi Riau,Berapa Potensi Investasi Penanaman Modal Riau ??

aktualonline.com/feri sibarani
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU///Setelah pihak pusat menyetujui RTRW provinsi riau, yang sempat memakan waktu lama dalam pembahasan di pemerintahan provinsi Riau beberapa waktu lalu, kini angin segar untuk pertumbuhan ekonomi riau kian terasa, disusul 25 perusahaan perkebunan telah lakukan pengurusan izin melalui DPMPTSP Provinsi Riau.

 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas DPMPTSP, Provinsi Riau melalui Kepala Bidang Perizinan Perkebunan dan Kehutanan Provinsi Riau, Vera Angelika O.K, ST.,MT yang didampingi oleh 3 kepala seksi itu, kepada awak media ini menyampaikan bahwa diakui pihaknya, selama bertahun-tahun terjadi penundaan perizinan kepada sejumlah besar investor disebabkan ketiadaan perda RTRW Riau.

 

"Kemarin kan sempat tertunda pemberian izin terhadap perusahaan investor, karena kita tidak mau ada masalah hukum karena tidak ada perda yang mengatur, jadi berkat kinerja gubernur riau dan DPRD Riau, maka di sahkan perda RTRW riau saat ini, harapan kita iklim investasi riau semakin baik setelah adanya sebanyak 25 perusahaan sedang kita proses pengurusan izin,"kata Vera menjawab pertanyaan wartawan Aktual.

 

Menurut Vera Ke 25 perusahaan tersebut semuanya bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit yang tersebar di hampir semua kabupaten/kota di riau, kecuali Meranti, namun pihaknya enggan merinci nama-nama perusahaan tersebut dengan alasan rahasia.

 

" Tapi maaf, kami belum bisa sebut nama perusahaan mana saja, karena masih rahasia dan sedang proses, nanti apabila sudah benar-benar selesai kami proses maka akan kami sampaikan," katanya.

 

Terkait dengan perizinan dan penanaman modal pada tahun 2017, disebutkanya, sekalipun pada tahun 2017 perda RTRW provinsi riau masih dalam proses pembahasan oleh tim, pihaknya masih dapat menciptakan iklim investasi dengan melebihi target yang ditentukan, yaitu dari target sebesar 20'35 Triliun, pihaknya mampu mrncatatkan nilai investasi penanaman modal di provinsi riau melampaui target dengan capaian 23' Triliun lebih.

 

"Ditahun 2017 kita ditargetkan nilai investasi riau sebesar 20'35 Triliun, namun ternyata kami mampu mencapai Rp 23 Triliun, dan itu melebihi target,"ujar Vera yang terlihat sedikit hati-hati dalam menyampaikan pernyataanya.

 

Vera yang didampingi oleh beberapa kasi di bidang perizinan perkebunan dan kehutanan itu juga mengakui, bahwa pasca di sahkanya perda RTRW provinsi riau pihaknya belum satu pun mengeluarkan izin atau rekomendasi, mengingat perda tersebut baru di sahkan sekitar bulan mei lalu.

 

"Kalau ditanya sudah berapa izin yang sudah dikeluarkan sejak di sahkan perda RTRW, maka kami harus akui hingga kini belum ada, karena masih baru dan semua masih proses mempersiapkan," terang Vera.

 

Menurutnya proses perizinan di DPMPTSP tidak berjalan hanya pada instansinya, melainkan terdapat koordinasi lintas kabupaten/kota dan OPD sesuai dengan tupoksi masing-masing sebagaimana diatur,  dan khsusnya dengan pemprov riau.

 

"Kami tidak bisa jalan sendiri tanpa koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti kabupaten/kota sebagai yang punya wilayah, lintas OPD sebagai pengawas langsung dilapangan, selain itu masih ada satgas percepatan usaha, yang semuanya itu harus berjalan sesuai aturan,"lanjut Vera.

 

Vera juga manyampaikan bahwa tahun 2018 ini pihaknya dibebani target investasi penanaman modal sebesar 23'64 Triliun, dan hal itu dianggapnya sesuatu yang rasional mengingat capaian tahun lalu yang justru mampu melebihi target mencapai realisasi sebesar Rp 23 Triliun.

 

" Tahun 2018 ini kami diberi target investasi penanaman modal provinsi riau 23'64 Triliun, kami akan optimis mengingat hasil tahun lalu dan berkat telah di sahkannya perda RTRW kita, terbukti saat ini pada triwulan I kami sudah mencatatkan hasil sebesar 9'1Triliun, " urai Vera.

 

Terkait hal ini, ekonom riau, Viator butar-butar pun memberi tanggapanya dengan menyatakan bahwa capaian investasi tahun 2017 sebesar Rp 23 Triliun tersebut bukanlah hasil yang signifikan mengingat iklim investasi riau tahun 2014-2017 bersifat perluasan kapasitas perusahaan yang sudah ada, bukan investasi baru,sehingga menurutnya hal itu tidak berdampak apa-apa bagi pertumbuhan ekonomi riau.

 

" Iklim investasi riau tahun 2014-2017 yang disebut sebesar Rp 23 Triliun itu hanya bersifat perluasan kapasitas perusahaan yang sudah ada, jadi bukan investasi baru, makanya pertumbuhan ekonomi riau tahun 2014-2017 hanya berada di kisaran 2% ," sebut Viator.

 

Menurut Viator yang harus dilakukan oleh pemerintah provinsi riau melalui DPMPTSP adalah mengeluarkan perizinan baru dan mendongkrak investasi baru, terutama setelah disahkan perda RTRW riau yang baru supaya dampaknya terlihat signifikan.

 

" Yang kita amati setelah perda RTRW di sahkan baru-baru ini, semua hanya berkutat pada soal-soal prosedur dan administrasi saja, jika begini terus yang dilakukan, tidak akan membawa perubahan apapun pada iklim inveatasi riau," katanya menjawab pertanyaan aktual.

 

Berdasarkan uraian Vera selaku kepala bidang perizinan perkebunan dan kehutanan di DPMPTSP provinsi riau, jika dilihat capaian tahun 2017 lalu, tingkat investasi riau tergolong baik, dan rasa optimis yang diperlihatkan pihaknya dapat dipahami konon setelah perda RTRW provinsi riau telah disetujui, namun dari pengamatan pihak pengamat ekonomi dan yang dirasakan oleh masyarakat riau apakah telah menunjukkan keadaan yang pararel dengan pernyataan tersebut, menjadi bukti yang tak terbantahkan.///Feri Sibarani

 

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Jumat, 5 Oktober 2018 | 11:04:01
Parlemen Riau Peduli Korban Tsunami Palu
BERIKAN KOMENTAR
Top