• Home
  • Pekanbaru
  • Ketua YPC Syahriwal Hormati Proses Hukum di Pengadilan
Selasa, 14 Agustus 2018 | 12:36:24

Ketua YPC Syahriwal Hormati Proses Hukum di Pengadilan

aktualonline.com/feri sibarani
Ketua YPC Syahriwal Hormati Proses Hukum di Pengadilan
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU///Menanggapi berbagai pernyataan sejumlah pihak pensiunan guru dari Yayasan Pendidikan Cendana ( YPC ), tentang adanya dugaan " permainan" dalam kebijakan pengurus yang melakukan berbagai perubahan sistem dalam pengelolaan keuangan yayasan itu dijawab oleh Syahriwal dan kawan-kawan.

 

"Intinya begini, sesuai dengan pertanyaan pihak hakim terhadap saksi pengadilan, bahwa saksi juga mengakui telah menerima manfaat dari semua jaminan maupun tabungan itu, bahkan mereka berdasarkan perhitungan, justru menerima jumlah yang lebih banyak, namun demikian Syahriwal mengatakan biarlalah proses hukum yang berjalan," terang Syahriwal.

 

Perubahan yang terjadi pada sistem saat ini menurut syahriwal hanyalah untuk menyesuaikan terhadap undang-undang. Syahriwal dan kawan-kawan sangat menyesalkan pernyataan-pernyataan negatif oleh para pensiunan guru terhada pihaknya.

 

"Kami tak menyangka kalau para guru kami yang baik-baik ini akhirnya bisa begini. Saya takut ini karena ada orang yang provokasi, sehingga keadaan ini makin riuh," katanya.

 

Untuk itu, kata Ketua Umum Yayasan Pendidikan Cendana Riau Syahriwal, perlu diluruskan pembayaran uang pesangon sepenuhnya dibayar oleh yayasan melalui 2 program asuransi yang dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya dan Program Tabungan Hari Tua (THT) yang di swakelola oleh Yayasan.

 

Biaya premi asuransi dan iuran THT sepenuhnya dibayar oleh yayasan dengan dana yang berasal dari bantuan CPI dan Iuran SPP dari orang tua murid tanpa kontribusi dari guru dan karyawan.

 

"Iuran SPP yang berasal dari orang tua adalah uang yayasan yang penggunaannya sepenuhnya wewenang Yayasan,jadi sangat tidak beralasan sama sekali pernyataan Agust Munthe yang mengatakan bantuan orang merupakan hak mereka," tegas Syahriwal kepada awak media ini dan Wartawan Pengadilan Negeri (WPN).

 

Dijelaskannya, sesuai dengan Peraturan Yayasan 1 September 1983 dengan jelas menyatakan bahwa dana program pensiunan bulanan baru menjadi hak guru dan karyawan setelah memasuki usia pensiun.

 

"Pada saat Yayasan merobah program pensiun dari pensiun bulanan ke pensiun tunai terhitung 1 Juli 2006, seluruh penggugat yang berjumlah 85 orang belum satupun yang telah memasuki usaha pensiun, sehingga saldo dana pensiun per 30 Juni 2006 belum menjadi hak mereka," terang Syahriwal.

 

Lebih lanjut, Syahriwal menjelaskan, iuran premi asuransi program pensiun sepenuhnya ditanggung oleh yayasan. Perubahan program pensiun disosialisasikan dan disetujui oleh seluruh guru dan karyawan yang dibuktikan oleh pernyataan yang ditanda tangani oleh Ketua dan Sekretaris Forum Guru dan Karyawan.

 

Ia menegaskan, pengurus Yayasan pendidikan Cendana Riau sangat menghargai proses hukum yang sedang berlangsung dan kita tunggu hasil keputusannya dengan tidak membentuk opini-opini yang negatif dalam proses penyelesaian yang sedang berlangsung di pengadilan.////Feri Sibarani

 

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Senin, 17 September 2018 | 23:50:37
Ketua Satma IPK Kota Pekanbaru Angkat Bicara
Kamis, 13 September 2018 | 23:51:50
Pemimpin Dengan Mimpi Membangun
Kamis, 13 September 2018 | 13:04:21
3 Bulan Belum Tunjukkan Perkembangan
Senin, 10 September 2018 | 12:18:43
Bentuk Aksi Solidaritas !!! Wartawan Serbu Polda Riau
BERIKAN KOMENTAR
Top