• Home
  • Pekanbaru
  • Hutan Lindung Dirambah dan Dialih Fungsikan di Sei Mahato Rohul !!! Pemerintah "Tutup Mata"
Selasa, 23 Oktober 2018 | 23:26:36

Hutan Lindung Dirambah dan Dialih Fungsikan di Sei Mahato Rohul !!! Pemerintah "Tutup Mata"

aktualonline.com/feri sibarani
Hutan Lindung Dirambah dan Dialih Fungsikan di Sei Mahato Rohul !!! Pemerintah "Tutup Mata"
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU////Ketua koptan reboisasi mandiri hutan lindung sei mahato dan kuasa hukumnya, Freddy Simanjuntak, SH.,MH sambangi kantor gubernur riau dan dinas LHK, pertanyakan tindak lanjut laporan pihaknya beberapa bulan lalu. Selasa (23/10/2018).

 

Puluhan tahun hutan lindung di Sei Mahato,Kabupaten Rohul Riau telah mengalami kehancuran, bahkan dialih fungsikan oleh perusahaan perkebunan swasta menjadi lahan perkebunan sawit, namun hingga kini pemerintah diduga " tidak perduli"sama sekali.

 

Hal itu disampaikan oleh ketua kelompok tani reboisasi mandiri hutan lindung sei mahato dan kuasa hukumnya, Freddy Simanjuntak, SH.,MH di kantor gubernur riau, saat pihaknya akan tatap muka dengan Plt Gubernur Riau.

 

"Kita ingin pertanyakan tindak lanjut dari laporan kami beberapa bulan lalu, karena sejauh ini kami lihat tidak ada yang bergerak dengan serius, bahkan barusan kami pertanyakan ke bagian staf gubernur, dikatakan surat kami yang telah diterima oleh gubernur saat itu, Andi Rachman tidak direspon,"kata Freddy Simanjuntak.

 

Namun disisi lain Paimin ketua koptan tersebut menyampaikan bahwa Ombudsman perwakilan riau telah bekerja atas laporan pihaknya, bahkan disebutkanya Ombudsman telah menyurati pihak pemerintah provinsi riau atas keluhan koptan reboisasi yang mana pemprov dinilai sangat lambat dan menunda tindak lanjut terkait laporan pihaknya.

 

"Ombudsman telah bekerja sesuai laporan kami, pihaknya sudah menyurati pemerintah dan pemkab rohul terkait penerbitan SKT di lahan hutan lindung, yang kemungkinan besar akan segera dibatalkan karena hal itu jelas palsu atau tidak resmi karena berada di lahan hutan lindung,"terang Paimin.

 

Kuasa hukum koptan itu, Freddy Simanjuntak juga sangat menyayangkan tindakan hukum dari pihak kepolisian yang dinilai tidak berjalan karena pasca perkara perampasan lahan hutan lindung yang telah menjadi wilayah reboisasi pemulihan hutan lindung milik klienya dilaporkan ke Polda Riau, hingga kini juga tidak ada upaya serius dari Polda Riau.

 

"Polda Riau seharusnya dapat saja menangkap pelaku pengalih fungsian lahan hutan lindung sei mahato itu, karena baik koperasi karya bakti, dan koperasi mahato bersatu dan PT. Torganda yang diduga terlibat sebagai bapak anggkat, kita semua mengetahui keberadaannya dimana tidak ada yang sulit menangkapnya dan bukti sudah kita serahkan, "lanjut Freddy.

 

Dari keterangan Ombudsman Perwakilan Riau diketahui bahwa melalui jawaban pihak Pemerintah Provinsi Riau atas konfirmasi pihaknya mengatakan bahwa perkara perampasan lahan hutan lindung oleh koperasi dan PT.Torganda sedang dalam proses di KLHK yang melibatkan lintas instansi terkait, termasuk pemerintah provinsi riau, namun hingga kini dari hasil penelusuran pihak koptan tidak melihat adanya kinerja tim khusus yang disebut telah dibentuk oleh KLHK.

 

"Mana tim khusus yang telah dibentuk itu? Ombudsman mengatakan KLHK telah mem bentuk tim khusus untuk menyelesaikan permasalahan Hutan Lindung Sei Mahato, tetapi itu semua tidak ada, kinerjanya nol, semua hanya bisa membiarkan hutan lindung dirampok oleh kelompok dan perusahaan, bahkan lahan reboisasi yang telah dipercayakan untuk kita rehab menjadi perhutanan sosial sekarang menjadi perkebunan sawit milik perorangan,"kata Paimin.///Feri Sibarani

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top