• Home
  • Pekanbaru
  • Koptan Reboisasi Menuntut,Negara Diduga Tidak Respon !!! Ayo Demo...!!
Senin, 5 November 2018 | 11:22:01

Koptan Reboisasi Menuntut,Negara Diduga Tidak Respon !!! Ayo Demo...!!

aktualonline.com/feri sibarani
Koptan Reboisasi Menuntut,Negara Didiuga Tidak Respon !!! Ayo Demo...!!
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU////Kelompok Tani Reboisasi Mandiri Hutan Lindung Sei Mahato Rokan Hulu, akhirnya akan aksi demonstrasi besar-besaran akibat tuntutan pihaknya kepada negara yang telah dilakukanya belakangan ini tidak membuahkan hasil apapun, sehingga aksi demonstrasi turun ke jalan menjadi pilihan terakhir.

 

Hal itu dilakukan karena pasca lahan reboisasi koptan tersebut telah dirampas oleh 2 koperasi binaan PT. Torganda seluas 4.600 hektar di Sei Mahato Kecamatan Tambusai Utara. Sementara pihaknya telah menyurati pihak-pihak terkait hingga ketingkat pusat, termasuk Mabes Polri, namun lahan yang telah dikuasai PT. Torganda melalui dua koperasi anak angkatnya itu hingga kini terus dialih fungsikan bak kebal hukum.

 

Atas permasalahan tersebut ketua koptan reboisasi, Paimin dan jajaranya mengambil langkah hukum, dengan kesepakatan kerja dalam tim, ia menghunjuk Freddy Simanjuntak, SH.,MH sebagai kuasa hukum koptan itu untuk menyelesaikan segala permasalahan hukum yang timbul akibat perampasan hak mereka, yang dilakukan oleh 2 koperasi anak angkat PT. Torganda itu.

 

Perjuangan koptan yang didampingi kuasa hukumnya Freddy pun akhirnya semakin meningkatkan intensitas tuntutan, baik sikap dan tindakan hukum yang bersifat laporan atau pemberitahuan tentang peristiwa perampasan lahan hutan lindung dan alih fungsi lahan di kecamatan tambusai utara itu telah dilakukan Freddy hingga kepada lembaga-lembaga tinggi negara untuk meminta tindakan pemerintah pusat melalui lembaga-lembaga tersebut agar menunjukkan upaya penegakan hukum yang ber keadilan dan dapat menangkap semua pihak yang telah merusak lingkungan hidup akibat alih fungsi lahan hutan lindung ribuan hektar.

 

"Kita beberapa bulan terakhir ini telah berusaha keras meminta negara melalui beberapa lembaga tinggi negara untuk segera bertindak menyelesaikan permasalahan lahan reboisasi klien kami yang telah dirampok oleh 2 koperasi anak angkat PT. Torganda, namun belum direspon dengan serius,"kata Freddy dalam rapat kerja dengan tim di Pekanbaru.

 

Freddy mengaku hingga saat ini ia telah melayangkan surat kepada puluhan lembaga tinggi negara, seperti mabes polri, KLHK, Menhukam, Mensesneg, Kompolnas, Komnasham, Ombudsman bahkan presiden RI, untuk meminta sikap dan tindakan hukum tegas atas kedua koperasi dan PT. Torganda yang telah terbukti melanggar Undang-undang kehutanan dan lingkungan di wilayah hutan lindung, namun kedua koperasi, dan PT. Torganda belum diproses hukum.

 

"Kami sudah berusaha melayangkan surat ke keberbagai lembaga negara ter kait, Termasuk pak Presiden RI, agar dilakukan proses penegakan hukum yang tegas, karena tindakan kedua koperasi dan PT. Torganda sudah jelas melanggar UU kehutanan dan Lingkungan dengan mengalihfungsikan lahan hutan lindung menjadi kebun kelapa sawit seluas 4.600 hektar," terang Freddy.

 

Menurut Freddy sebagaimana disampaikan oleh ketua koptan itu, Paimin dan ratusan anggota koptan akan melakukan aksi demonstrasi turun jalan untuk menyampaikan berbagai tuntutan pihaknya kepada Polda riau, Dinas LHK, DPRD Riau karena dianggap tidak mampu melakukan kinerjanya dan proses hukum atas perampasan hak dan alih fungsi lahan hutan lindung di sei mahato di nilai nihil, akibatnya ribuan masyarakat anggota koptan hidup menderita dan seakan tidak memiliki perlindungan hukum maupun hak konstitusi warga negara.

 

"Kami sudah sepakat dengan hati bulat untuk melakukan aksi demo besar-besaran ke Kantor Polda Riau,Gubernur Riau, Dinas LHK, DPRD Riau untuk meminta ketiga lembaga terkait itu menunjukkan kinerjanya dengan menangkap kedua pimpinan koperasi anak angkat PT. Torganda, termasuk mengusut keterlibatan PT. Torganda sebagai pemodal dalam merusak dan mengalih fungsikan lahan hutan lindung segera ditangkap dan di proses hukum," kata ketua koptan, Paimin yang disampaikan oleh salah satu korlap aksi, Jimmy Oktafian,SE

 

Aksi yang rencananya melibatkan sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di riau itu diperkirakan akan menurunkan massa berjumlah 500 orang dengan rute aksi dimulai dari polda riau, berikutnya massa akan bergerak ke kantor dinas LHK, dan selanjutnya ke kantor DPRD Riau dengan tuntutan sebagai berikut :

 

1. Tangkap dan penjarakan ketua koperasi Karya bakti dan Sawit mahato bersatu, Rizal Dalimunthe, Baringin Siahaan dan Alfazer serta Swandi.

 

2. Batalkan SKT yang di terbitkan di areal hutan lindung sei mahato kabupaten Rohul.

 

3. Segel dan tutup PKS milik PT.Torganda di areal hutan lindung sei mahato.

 

4. Tangkap dan proses hukum oknum anggota sat intel polres rohul yang diduga melakukan provokasi anggota koptan reboisasi karena hal itu diduga berpihak kepada PT. Torganda.

 

5. Kembalikan fungsi kawasan hutan lindung sei mahato kabupaten rohul.

 

6. Pecat kepala dinas LHK Provinsi riau karena tidak mampu bertanggung jawab atas perampasan hutan lindung menjadi kebun kelapa sawit.

 

7. Batalkan segala bentuk perizinan yang dimiliki oleh PT. Torganda diatas lahan hutan lindung Sei Mahato Kabupaten Rohul.

 

8. Tangkap dan proses hukum oknum desa dan  camat yang telah menerbitkan SKT dan belum membatalkan SKT tersebut di lahan hutan lindung.

 

9. Tuntaskan permasalahan lahan reboisasi yang telah dirampas dan dirusak secara kekerasan oleh 2 koperasi yang modali oleh PT. Torganda, akibatnya seluruh tanaman perhutanan reboisasi rusak dan dimusnahkan.

 

"KLHK dan kepolisian seharusnya dengan mudah dapat menyelesaikan perihal ini, karena semua bentuk pelanggaran hukum atas tindakan 2 koperasi yang di dukung PT. Torganda sungguh nyata dan fakta dilapangan, bahkan ratusan alat bukti hingga kini lengkap dimiliki oleh Koptan reboisasi, namun mengapa proses hukum tidak berjalan sekalipun telah dilaporkan sejak puluhan tahun lalu,"terang Freddy dengan kesal, Senin 5/11/2018 kemarin///Feri Sibarani

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top