• Home
  • Pekanbaru
  • Pemprov Riau "Mengemis" Kepada PT. Lippo Karawaci Terkait Hotel Arya Duta
Jumat, 30 November 2018 | 11:53:14

Pemprov Riau "Mengemis" Kepada PT. Lippo Karawaci Terkait Hotel Arya Duta

aktualonline.com/feri sibarani
Pemprov Riau "Mengemis" Kepada PT. Lippo Karawaci Terkait Hotel Arya Duta

aktualonline.com.PEKANBARU///Tak cukup setahun bagi Biro Administrasi perekonomian dan sumberdaya alam pemerintah provinsi riau untuk merevisi MoU tentang dividen yang harus diterima pemereintah provinsi riau, pasalnya sejak MoU yang pertama yang besaranya Rp.200 juta dianggap sudah tidak relevan lagi, megingat perkembangan dan peningkatan fasilitas hotel yang berada diatas lahan pemprov itu sudah sangat jauh berbeda. Kamis (29/11/2018).

Sempat terjadi ketegangan antara pemprov riau dan PT. Lippo Karawaci beberapa waktu yang lalu, kepada sejumlah media, kepala Biro perekonomian dan sumberdaya alam pemprov riau, Darusman mengatakan pihaknya telah mengirigermkan surat yang ke empat kalinya dan sekaligus disebutnya sebagai ultimatum terakhir dalam rangka meminta PT. Lippo Karawaci untuk bersedia mengubah MoU kedua belah pihak guna meningkatkan penghasilan daerah, namun hingga kini belum terealisasi.

"Kita sudah layangkan surat kita yang ke empat sebagi surat permintaan terakhir kita kepada pihak Lippo untuk bersedia mengubah MoU itu, karena atas fasilitas yang telah meningkat diatas lahan pemprov riau itu sudah seharusnya kita dapat menerima deviden yang lebih,"kata Darusman kala itu.

Bahkan kala itu kepada awak media ini Darusman sempat mengatakan pihaknya bersama-sama dengan dewan akan terpaksa mengambil alih aset pemprov itu dari pengelolaan pihak perusahaan, jika permintaanya tidak di indahkan oleh PT. Lippo Karawaci.

"Kita lihat nanti, jika perusahaan itu membandal, dan tidak mengindahkan surat kita, maka kita bersama dengan pihak dewan akan megambil alih Aryaduta," terang Darusman.

Faktanya hampir setahun upaya itu telah dilakukan oleh pemerintah provinsi riau, namun PT. Lippo Karawaci tidak bergeming alias tidak pernah merespon pemerintah, melainkan PT. Lippo Karawaci sebagai pengelolah Hotel Aryaduta pekanbaru tanpa mearasa bersalah, meneruskan kegiatan perhotelan Aryaduta itu leluasa.

Atas kenyataan tedrsebut, awak media ini mencoba konfirmasi kepada Biro perekono mian dan sumberdaya Alam provinsi riau, Darusman kepada Aktual menjelaskan pihaknya akan terus menunggu.

"Kita sudah terus menyurati pihak PT. Lippo Karawaci dan sampai saat ini belum ada respon apapun, sehingga kami berfikir jika perusahaan itu terus begini, maka pemerintah dan DPRD Riau akan mengadakan diskusi tentang langkah apa yang akan ditempuh, karena ini terkait dengan MoU yang pernah ada,"terang Darusman.

Namun disisi lain,Sekretaris Komisi 4 DPRD Riau, Suhardiman Amby saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan pihaknya sangat pesimis dan tidak yakin permasalahan dapat diselesaikan oleh pemerintah provinsi riau yang saat ini di pimpin oleh Gubernur Riau yang baru.

"Saya tidak akan pernah yakin pemerintah saat ini bisa menyelesaikan soal perubahan deviden di Hotel Aryaduta, karena itu tidak mungkin. Sesungguhnya jika pemerintah serius tangani masalah ini, serharusnya kita bisa ambil alih aset kita disana, karena itu milik Pemprov Riau, ngapa takut," katanya.

Menurut Suhardiman yang kerap dipanggil Datuk itu, pada pemerintahan provinsi riau saat ini tidak ada yang bisa diharapkan lagi, hampir semua aset daerah, BUMD tidak ada yang produktif dan tidak satu pun  yang dapat diperbaiki oleh pemerintah saat ini, pasalnya ia menyebutkan banykanya oknum-oknum pejabat pemerintah yang terlibat didalam, membuat pengelolaan penuh dengan permainan.

"Semua itu sudah ada permainan para mantan pejabat dan oknum-oknum pejabat riau, jadi perlu dilakukan perubahan total dalam struktur,"sebut Suhardiman.///Feri

 

 

Editor : Zul

 


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top