• Home
  • Pekanbaru
  • Gawat !!!! Bengkalis Diduga Sarang Pengusaha Tambak Liar
Minggu, 2 Desember 2018 | 00:38:28

Gawat !!!! Bengkalis Diduga Sarang Pengusaha Tambak Liar

aktualonline.com/feri sibarani
Foto bersama tim gabungan dari KLHK dan DLHK, saat sidak di beberapa tambak yang diduga liar
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU////Setelah tim dari KLHK RI dan DLHK Provinsi Riau turun ke kabupaten bengkalis riau, ditemukan sejumlah besar usaha tambak udang yang diduga kuat tanpa izin, bahkan ternyata merusak lingkungan hidup, karena tambak-tambak yang diduga liar itu berada di areal kawasan hutan negara. Sabtu 1/12/2018.

 

Salah seorang tim gabungan dari KLHK, Agus, SH.,MH yang sekaligus menjadi kepala tim, menyatakan bahwa pihaknya belum memiliki informasi tentang dokumen perizinan tambak-tambak yang diduga liar tersebut, sehingga pihaknya berharap agar semua pengusaha tambak termasuk milik dinas perikanan kabuaten bemgkalis dan sebuah perusahaan tambak besar, PT. Vanama Wijaya Lestari segera menyelesaikan persoalan itu guna menghindari permasalahan hukum dihari mendatang.

 

Bengkalis, Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan RI berserta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Riau Dalam merespon apa yang disampaikan LSM-Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan (IPMPL) beberapa waktu terkait dengan semakin maraknya dugaan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan tambak udang oleh sejumlah pengusaha dan masyarakat tambak udang di wilayah Pulau Bengkalis, tepatnya Kamis (29/11/2018) menurunkan Tim ke Kabupaten  Bengkalis untuk melaku kan verifikasi terhadap lokasi pembangunan tambak-tambak udang yang ada di pulau bengkalis apakah masuk dalam kawasan hutan atau tidak.

 

Titik penyisiran pertama verifikasi tambak udang yang dilakukan oleh tim gabung an  berjumlah 10 orang tersebut berawal dari tambak udang milik PT.VANAMA WIJAYA LESTARI terletak di Jalan Kapitan Desa Pambang Baru Kec.Jantan yang diperkirakan mencapai kurang lebih 70 tambak. Kemudian verifkasi berlanjut ke  sejumlah lokasi tambak udang lainya, termasuk tambak udang milik Sukemi, Wagmin dan milik Anek  terletak disekitar Sungai Kembung yaitu Sungai yang membatas Desa Kembung Baru dengan Desa Teluk Pambang.

 

Pada hari berikutnya Jum'at (30 /11/2018) tim gabungan yang dipimpin oleh Agus,SH,MH melakukan verifikasi ke lokasi-lokasi tambak udang  yang terletak di Desa Tameran dan Penebal Kec.Benkalis, termasuk tambak udang yang milik Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis. Pantauan langsung oleh tim wartawan yang ikut serta bersama tim mendapati tambak udang milik DKP Kab.Bengkalis tersebut keseluruhannya diduga masuk pada kawasan hutan.

 

Ketika petugas gabungan mempertanyakan terkait dengan legalitas penggunaan kawasan hutan yang dijadikan tambak kepada Kepala Unit DKP Kab.Bengkalis yang di tugas mengkaver kegiatan DKP tersebut, namun yang bersangkutan tidak dapat menunjukan. 

 

Agus SH,MH selaku ketua tim gabungan berharap jika DKP Kab.Bengkalis belum memiliki dokumen perizinan terhadap pengunaan kawasan hutan untuk budidaya tambak udang, agar tidak terjadi permasalahan hukum dikemudian hari, maka harus segera mengurus kelengkapan perizinannya  dari pejabat yang berwenang.///Feri/rls

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top