• Home
  • Pekanbaru
  • Berapa Kontribusi DJBC Kanwil Riau Untuk Keuangan Negara Tahun 2018 ??
Kamis, 7 Februari 2019 | 23:00:00

Berapa Kontribusi DJBC Kanwil Riau Untuk Keuangan Negara Tahun 2018 ??

Foto/Ist
DJBC Kanwil Riau Hartono bersama Wartawan AKTUAL Feri Sibarani
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU ||| Aktivitas Dirjen Bea Dan Cukai Kanwil Provinsi Riau akhir-kahir ini diketahui sepi dari publikasi, pasalnya sejak tahun 2018 lalu beberapa awak media yang ditemui oleh wartawan media ini mengaku sulit untuk mendapatkan informasi terkait tangkapan dan penindakan yang dilakukan oleh pihak DJBC Kanwil Riau.

 

Namun belakangan saat Tim media ini melakukan konfirmasi tentang anggapan tersebut, Humas DJBC Kanwil Riau, Hartono yang didampingi oleh Kasi Penindakan itu, kepada awak media ini menyampaikan pihaknya selalu terbuka untuk media, dan bahkan mempertanyakan soal keikut sertaan awak media ini dalam kegiatan ekspos yang dilakukan pihaknya.

 

"Kita selalu terbuka untuk semua rekan media, dan baru-baru ini kita ada melakukan ekspos, apakah bapak tidak mendapat  undangan? ,"tanya Hartono.

 

Dalam pertemuan singkat membahas  mengenai kinerja pihak DJBC Kanwil Riau tahun 2018, Tim media Aktual yang ditemui oleh Humas DJBC dan Kasi Penindakan itu sepakat untuk bekerjasama dalam menyampaikan informasi yang berimbang ke Masyarakat berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan oleh Humas DJBC Kanwil Riau.

 

"Kita disini hanya lewat satu pintu, yaitu kami Humas, jadi tidak boleh langsung dengan Kakanwil atau yang lain kecuali Humas," Terang Hartono.

 

Dalam kesempatan tersebut, Hartono yang didampingi oleh Kasi penindakan itu sekaligus menyampaikan informasi hasil dari kinerja pihaknya selama tahun 2018, dimana DJBC Riau berhasil meningkatkan capaian dari sektor bea masuk dan keluar sebesar Rp. 315. 744 Milyar dibanding dengan capaian dari sektor yang sama pada tahun 2017 hanya sebesar Rp. 441.194 Milyar.

 

"Ini merupakan bukti kinerja kami di Riau, dimana grafik peningkatan hasil capaian dari bea masuk dan keluar dapat meningkat secara signifikan, "Lanjut Hartono.

 

Sementara disisi lain, khususnya dari peran pengawasan pihaknya juga terus menunjukkan tren kenaikan, dimana tahun 2018 DJBC Riau mampu melakukan penindakan dengan mencatatkan sebanyak 318 kasus penindakan dengan nilai Rp. 56,42 Milyar dan sebanyak 8 kasus telah mencapai proses hukum pada tahap P21 di kejaksaan, diantaranya DJBC Kanwil Riau 1 Kasus, KPPBC TMP B Dumai sebanyak 4 kasus, KPPBC TMP C Tembilahan 2 Kasus, dan KPP BC TMP B Pekanbaru 1 Kasus.

 

Artinya dari 318 Penindakan yang dilakukan oleh DJBC Kanwil Riau pada tahun 2018, yang berhasil mencapai P21 hanya 8 kasus dan sisanya sebanyak 310 kasus masih belum diketahui, terkait hal itu awak media ini mencoba konfirmasi tentang perihal itu melalui akun WA Humas DJBC Riau, Hartono menyampaikan,

 

,"1. Barang2 tersebut krn tdk dpt ditingkatkan ke penyidikan, menjadi brg milik negara. Pemanfaatannya nanti diusulkan ke KPKNL, biasanya dimusnahkan.

 

2.Nanti saya carikan datanya dulu dr bidang pengawasan

 

3. Kalau narkoba biasanya diserahterimkan ke kepolisian, sdgkan brg lainnya disimpan di gudang milik BC menunggu pengusulan ke ktr KPKNL," Tulis Hartono membalas pertanyaan Aktual.

 

 

Menurut Keterangan Hartono selaku Humas DJBC Riau yang didampingi oleh kasi penindakan kepada wartawan Aktual mengatakan dari 318 penindakan disita berbagai bentuk barang atau komoditi seperti, Pakaian bekas,  2.090 Bale,  Nilai 6.32M,Narkotika Dan Prekursor 43.169 Gram, Nilai 13,68M, Hasil Tembakau 30.337.937 Batang, Nilai Rp 16,91 M, Miras, 7.376,02 Liter, Nilai Rp 7,01M Barang lainya, Rp 12,48 M dengan Total Nilai keseluruhan, Rp. 56,42 Milyar, dan potensi kerugian Negara sebesar Rp. 30.081.990.804 Milyar.

 

Sektor kepabeanan dan cukai menjadi salah satu instrumen yang memiliki potensi pendapatan negara yang besar. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai) mencatatkan penerimaan hingga 31 Juli 2018 sebesar Rp92,88 triliun. Realisasi ini setara 47,85% dari total target penerimaan sebesar Rp 194,10 triliun di 2018. 

 

Capaian tersebut tumbuh 16,39% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp79,80 triliun. Sekaligus menjadi pertumbuhan tertinggi dibandingkan 3 tahun sebelumnya.

 

Potensi pendapatan negara dari sektor ini dianggap bisa lebih besar lagi. Pemerintah Jokowi - Jusuf Kalla (JK) diminta untuk terus mengawasi jalannya sirkulasi pendapatan negara dari sektor kepabeanan dan cukai di Indonesia.

 

Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan strategi Bea Cukai dalam RAPBN (Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara) 2019 adalah sejalan dengan arahan Presiden yaitu mendukung keuangan negara yang sehat, adil, dan mandiri.

 

"Bea Cukai telah dan akan menjalankan beberapa kebijakan yang meliputi area optimalisasi penerimaan; kebijakan untuk meningkatkan daya saing; insentif untuk peningkatan investasi; transparansi informasi; serta peningkatan kepatuhan dan pengawasan," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta tahun lalu.||| Feri Sibarani

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Selasa, 16 April 2019 | 22:57:48
Penertiban APK, Bawaslu Riau Kirim 2.500 Pengawas
BERIKAN KOMENTAR
Top