• Home
  • Pekanbaru
  • Hakim PN Pekanbaru Akan Dilaporkan, Diduga Plintir Fakta Persidangan Terkait Sengketa Pers
Senin, 11 Februari 2019 | 23:01:04

Hakim PN Pekanbaru Akan Dilaporkan, Diduga Plintir Fakta Persidangan Terkait Sengketa Pers

aktualonline.com/feri sibarani
Pimpinan Redaksi Harian Betantas, Toro Laia, Sedang Merenungkan Kenyataan Pahit Dunia Pers Era Jokowi.
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU|||"Drama" hukum yang menimpa Pimpinan redaksi media Online Harian Berantas, Toro Laia berakhir dengan putusan hakim yang diduga mengabaikan sejumlah fakta persidangan selama proses berjalan.

 

Pasalnya kasus yang berawal dari pemberitaan di media Harian Betantas tersebut, adalah terkait Mega korupsi dana Bansos Kab. Bengkalis Riau tahun 2012 dan melibatkan nama Bupati Bengkalis, AM dalam pemberitaannya AM disebut kebal hukum, mengingat beberapa koleganya telah masuk bui akibat kasus yang sama.

 

Toro Laia (35) Korban "Kriminalisasi Pers" segera melaporkan Majelis Hakim yang menghukumnya 1 Tahun Penjara di Pengadilan Negeri (PN) Pekaabaru, Senin (11/2).

 

"Saya akan laporkan majelis ke Komisi Yudisial (KY) dan ke Mahkamah Agung (MA), segera," kata Toro, usai vonis.

 

Menurut Toro, kepada Pers baru-baru ini, putusan itu melegitimasi tuntutan JPU yang sarat dengan rekayasa.

 

"Saya, memberitakan berita dugaan korupsi Bupati Bengkalis, justru saya dihukum," kata Toro, geram.

 

Toro menyebut, putusan itu berdasarkan hasil pelintir majelis hakim atas fakta-fakta yang terungkap di persidangan.

 

"Semua keterangan saksi ahli dipelintir. Ada apa?" tanya Toro, tak habis pikir.

 

Untuk itu, kata Toro putusan Majelis ini harus dilawan. Majelis Hakim harus dilaporkan. 

 

"Sebab, penguasa sebagai pelaku kriminalisasi Pers sudah menjajah kemerdakaan wartawan melalui UU ITE," kata Pemimpin Redaksi Harian Berantas itu.||| Feri Sibarani

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Selasa, 16 April 2019 | 22:57:48
Penertiban APK, Bawaslu Riau Kirim 2.500 Pengawas
BERIKAN KOMENTAR
Top