• Home
  • Pekanbaru
  • Tingkatkan Produksi Ekspor, Balai Karantina Pertanian Pekanbaru Ajak Generasi Millenial Terlibat
Selasa, 12 Maret 2019 | 13:54:40

Tingkatkan Produksi Ekspor, Balai Karantina Pertanian Pekanbaru Ajak Generasi Millenial Terlibat

aktualonline.com/feri sibarani
Tingkatkan Produksi Ekspor, Balai Karantina Pertanian Pekanbaru Ajak Generasi Millenial Terlibat

aktualonline.com.PEKANBARU ||| Pemerintah Provinsi Riau bersama dengan Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru melangsungkan pelepasan ekspor hasil produksi pertanian di Provinsi Riau, dengan disaksikan oleh Kepala Badan Karantina Pertanian RI.

 

Acara dihadiri oleh Kepala Badan Karantina Pertanian RI, Ir.Ali Jamil,M.P.,Ph.D., Gubernur Riau, Drs.Syamsuar, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru, Dra.Rina Delvi, M.Si., beserta unsur dari forum Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida).

 

Tampak saat acara berlangsung, pihak balai karantina pertanian pekanbaru memamerkan secara simbolis komoditi-komoditi yang akan diekspor ke luar negeri, beserta satu truk kontainer dan pita yang akan digunting secara resmi oleh Kepala Badan Karantina Pertanian RI dan Gubernur Riau.

 

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru, Dra.Rina Delvi,M.Si., mengatakan bahwa nilai nominal total dari komoditi dari provinsi Riau yang akan diekspor kali ini sebesar Rp.627.000.000.000,00- dengan berat total 107.000 ton, yang akan diekspor ke berbagai negara didunia.

 

"Hasil produksi pertanian yang akan diekspor berupa Kelapa sawit, kelapa bulat, karet, santan kelapa, sirup nanas, cangkang sawit, produk olahan turunan dari kelapa sawit dan lain-lain, sedangkan dari produksi hewani ada sarang walet dan madu." Terang Kepala Balai karantina pertanian Kelas I Pekanbaru, Rina Delvi.

 

Adapun negara tujuan ekspor kali ini ada beberapa di benua Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika, hasil produksi pertanian kali ini banyak dihasilkan oleh perusahaan korporasi perkebunan, dengan harapan akan menambah pendapatan dan devisa bagi daerah maupun negara.

 

"Adapun komoditi terbanyak diproduksi di provinsi Riau sekaligus menjadi sentra-sentra hasil produksi andalan adalah kelapa sawit yang hampir berada di seluruh kabupaten, kemudian kelapa bulat yang pusat pengolahannya berada di Pulau Sambu (Guntung)." jelas Kepala Balai karantina pertanian kelas I Pekanbaru, Rina Delvi. 

 

Dra.Rina Delvi, M.Si., juga menyebutkan bahwa ada tren peningkatan statistik pengeksporan selama tahun 2018 dan 2017, yang berarti kalau para pelaku usaha pertanian dan perkebunan juga peternakan di Provinsi Riau, mendukung dan termotivasi untuk menjual hasil produksi tersebut hingga ke mancanegara.

 

"Adapun program kami (balai karantina pertanian pekanbaru) kedepan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor adalah melakukan sosialisasi dan memfasilitasi kepada pelaku usaha, kedua ada pembinaan kepada produsen mengenai persyaratan yang diminta mengenai komoditi tersebut oleh negara tujuan." Ungkap Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru, Rina Delvi kepada awak media.

 

Sebagai informasi saat ini ada program dari Badan Karantina Pertanian RI yaitu Agro Gemilang (Ayo Galakkan Ekspor Generasi Millenial Bangsa) yang ditujukan khusus kepada generasi millenial, diharapkan para anak-anak muda bisa tertantang dan termotivasi untuk mengekspor produk-produk pertanian karena akan sangat bermanfaat dari segi finansial maupun moral bagi masyarakat,negara, juga tentunya si pelaku usaha.||| Ishak Sibarani

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Rabu, 22 Mei 2019 | 00:10:57
Ketua Formasi Riau Apresiasi Kinerja KPK
Sabtu, 18 Mei 2019 | 00:25:18
KPK Sebut Bupati Bengkalis Tersangka Korupsi
Senin, 13 Mei 2019 | 00:21:36
Kondisi Kasat Narkoba Siak Membaik Pasca Operasi
BERIKAN KOMENTAR
Top