Sabtu, 18 Mei 2019 | 00:25:18

KPK Sebut Bupati Bengkalis Tersangka Korupsi

Foto/Ist
KPK Sebut Bupati Bengkalis Tersangka Korupsi
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU ||| Setelah bertahun-tahun Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) RI lakukan pengembangan kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan Bupati Bengkalis dua periode, Amril Mukminin, akhirnya ditetapkan tersangka karena terbukti menerima suap sebesar Rp. 5'6 Milyar.

 

Hal tersebut dengan jelas disampaikan oleh pihak KPK melalui reles video konfrensi Pers yang kirimkan kepada awak media ini, beberapa hari yang lalu.

 

," Kita telah berhasil menemukan indikasi korupsi ini dengan beberapa tahap pengembangan kasus yang dimaulai sejak tahun-tahun sebelumnya, atas pekerjaan peningkatan jalan Batu panjang - pangkalan lirik kabupaten bengkalis," terang Febri Diansyah juru bicara KPK.

 

Menurutnya bukti-bukti tersebut telah mengarah pada sosok Bupati Bemgkalis, Amril Mukminin sebagai tersangka turut melakukan korupsi dengan suap, atas penggeledahan yang dilakukan KPK di tiga tempat baru-baru ini, yakni, rumah dinas bupati, kantor dinas PUPR Bengkalis dan satu tempat lainya.

 

Bupati Bengkalis, Amril Mukminin ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus suap proyek Multiyears pembangunan jalan Duri-Sei Pakning sebesar Rp.5,6 Milyar.

 

Temuan ini bermula saat KPK RI meneliti dan  mengembangkan dari kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu, Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015 yang telah menjerat Sekda Kota Dumai sebagai tersangka.

 

Wakil Ketua KPK, Laode.M.Syarif mengatakan bahwa Bupati Bengkalis, Amril Mukminin menerima uang suap total kurang lebih senilai Rp.5,6 Milyar  saat sebelum dan sesudah menjabat sebagai Bupati Bengkalis, terkait pengelolaan proyek pembangunan jalan Duri-Sei Pakning tersebut.

 

Untuk diketahui pada saat itu PT.CGA (Citra Gading Asritama) termasuk golongan black list oleh Bank Dunia pada saat memenangi pelelangan proyek jalan tersebut, sehingga Dinas PUPR Bengkalis secara sepihak mengeluarkan Surat Pembatalan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ).

 

PT.CGA akhirnya menggugat Dinas PUPR Bengkalis hingga sampai pengajuan tingkat Kasasi di Mahkamah Agung, lalu MA memutuskan kasasi pada Juni 2015, putusan berbunyi bahwa PT. CGA menang atas gugatan terhadap Dinas PUPR Bengkalis dan berkuasa menjalankan lagi proyek jalan tersebut.

 

Pada saat itu ditahun 2016, Amril Mukminin adalah masih anggota DPRD Bengkalis dan diduga kuat menerima Rp.2,5 Milyar dari PT. CGA untuk meloloskan anggaran  proyek jalan Multiyears tersebut.

 

"Bupati Bengkalis, Amril Mukminin diduga menerima suap guna melancarkan anggaran proyek multiyears tersebut, yang terdiri dari 6 Paket pekerjaan dimulai ditahun 2012 dengan total anggaran senilai Rp. 537, 33 Milyar." Ungkap Laode.M.Syarif.

 

"PT.CGA (Citra Gading Asritama) selaku kontraktor pelaksana proyek tersebut menyuap sejumlah uang kepada Bupati Bengkalis, Amril Mukminin." Jelas Laode.M.Syarif dihadapan awak media.

 

Amril Mukminin ditetapkan oleh KPK telah melanggar UU No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU No.30 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

 

"PT.CGA mengadakan pertemuan dengan Amril Mukminin, untuk membahas percepatan pelaksanaan kontrak proyek agar bisa segera ditandatangani oleh Amril Mukminin." Terang Laode.M.Syarif."

 

KPK RI mengungkapkan juga pada tahun 2017, bahwa Bupati Bengkalis, Amril Mukminin menerima uang senilai Rp.3,1 Milyar dalam bentuk mata uang Singapore Dollar, yang berasal dari PT. CGA guna melicinkan pekerjaan proyek, Sehingga total suap yang diterima dalam  beberapa tahun tersebut senilai kurang lebih Rp.5,6 Milyar.||| Feri Sibarani

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Kamis, 19 September 2019 | 13:13:25
Ternyata Begini Modus Para Kepala Daerah Raup APBD
Kamis, 19 September 2019 | 00:45:57
Viator Butar-Butar : Mari Fokus Pada Pemadaman Karhutla
Kamis, 19 September 2019 | 00:01:19
Inikah Hasil Pembayaran Pajak Warga Pekanbaru ?
Senin, 16 September 2019 | 00:02:11
Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Lokasi Karhutla di Riau
Kamis, 12 September 2019 | 23:52:11
Wagubri : Jika Perusahaan Pelakunya,Cabut Izin Operasinya
BERIKAN KOMENTAR
Top