• Home
  • Pekanbaru
  • Kementerian LHK Tidak Mampu Hentikan Kerusakan Gambut Riau & Tidak Mampu Menjawab Media
Jumat, 24 Mei 2019 | 20:17:35

Kementerian LHK Tidak Mampu Hentikan Kerusakan Gambut Riau & Tidak Mampu Menjawab Media

Foto/Ist
Kementerian LHK Tidak Mampu Hentikan Kerusakan Gambut Riau & Tidak Mampu Menjawab Media
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU ||| Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, yang dipimpin oleh Siti Nurbaya diduga tidak mampu menghentikan gerak langkah PT. RAPP yang ditengarai terus merusak lingkungan hidup dengan memanfaatkan lahan gambut Riau sebagai areal perhutanan tanaman isndustri kertas.

 

Kerusakan Gambut Riau sesungguhnya telah lama terjadi di Provinsi Riau, khusunya lahan konsesi PT. RAPP yang memiliki tujuh estate di provinsi riau, dengan lahan gambutnya yang sangat luas, bahkan termasuk gambut lindung  hingga kini masih terus diluluhlantakkan menjadi areal penanaman pohon akasia guna memenuhi bahan baku perusahaan bubur kertas raksasa Asia itu.

 

Berdasarkan hasil konfirmasi awak media ini baru-baru ini kepada pihak PT. RAPP terkait tindakan perusahaan itu, diketahui terus menanam di areal gambut, yang sekalipun telah dilarang berdasarkan PP 57 tentang Gambut, namun dengan ringan dan seakan tidak bersalah, Direktur Komunikasi yang diwakili oleh Budi selaku staf humas PT. RAPP mengatakan bahwa pihaknya melakukan pekerjaan sesuai dengan aturan pemerintah.

 

Sekalipun berteentangan dengan misi restorasi gambut yang sejak tahun 2016 lalu digadang-gadang oleh Presiden Joko Widodo, namun PT. RAPP terus merambah gambut sebagai areal Penanan akasia, sebagaimana di wilayah pulau padang Kabupaten meranti dan semenanjung kampar kab. Pelalawan, hal ini juga telah acap kali mendapat sorotan dari pihak penggiat lingkungan riau, Jikalahari, JMGR dan Walhi Riau, dengan masing-masing temuannya telah menunjukkan bahwa PT. RAPP tidak taat dan tidak patuh terhadap Undang-undang lingkungan hidup dan bertentangan dengan PP 57 dan semangat pemerintah untuk memulihkan ekosistem gambut di riau.

 

Atas kenyataan tersebut, awak media ini telah melayangkan konfirmasi tertulis melalui komunikasi WA kepada Menteri KLHK, Siti Nurbaya baru-baru ini, namun atas pertanyaan awak media Siti Nurbaya berjanji akan memberikan tanggapan resmi pihaknya, namun hingga berita ini dimuat, tanggapan yang dimaksud belum diterima awak media ini.

 

"UMP // SEGERA // Karo Humas agar siapkan jawaban.  Lapor sekjen dan Konsul kepada sumber2 di KLHK sekjen dan dirjen. Informasikan kepada media ybs  sdr Feri Sibarani +62 812-6830-5177.

 

DUMPL. Lapor menteri hasilnya,"tulis Siti Nurbaya.

 

Atas konfirmasi Wartawan aktualonline.com yang sedang diproses oleh Kementerian LHK, pihak LHK melalui bidang humas KLHK, Djati Witjaksono Hadi mencoba memberikan tanggapan yang menurut pertanyaan awak media ini, dinilai tidak relevan.

 

 

“Pak Feri waktu acara  Ngobrol2 Pintar (Ngopi) dgn PWI Riau tgl 22 April yll hadir ?

 

Dimana Dirjen Penegakkan Hukum yang menjadi narasumber dan menyampaikan progres penegakkan hukum yang telah dilaksanakan KLHK," tulis Humas KLHK, Djati Witjaksono.Atas jawaban pihak KLHK yang tidak relevan dengan pertanyaan Aktual, awak media ini berkali-kali mencoba meminta kembali jawaban yang sesuai dengan pertanyaan media, namun lagi-lagi Djati malah memberikan jawaban yang di nilai tidak relevan.

 

"Pak Sekjen belum memberikan arahan pak," kata Djati.||| Feri Sibarani

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top