• Home
  • Pekanbaru
  • Dugaan Korupsi Kredit Macet PT.PER, Kejari Pekanbaru Bakal Panggil Dirut Sebagai Saksi
Rabu, 12 Juni 2019 | 23:52:57

Dugaan Korupsi Kredit Macet PT.PER, Kejari Pekanbaru Bakal Panggil Dirut Sebagai Saksi

BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU ||| Kejaksaan Negeri Pekanbaru melalui Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) mendalami kasus dugaan Korupsi Kredit Macet senilai kurang lebih 1 Milliar pada PT.Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau.

 

Seksi Tipidsus Kejari Pekanbaru akan menjadwalkan pemeriksaan kepada Direktur Utama PT. PER, H. Syamsul Bahri yang akan dimintai keterangan mengenai dugaan korupsi kredit macet senilai 1 Milliar terhitung mulai tahun 2013-2016.

 

Kepala Seksi Tipidsus Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni mengungkapkan dugaan korupsi kredit macet pada salah satu BUMD Provinsi Riau itu merupakan penyaluran pinjaman dana kredit modal bagi pengembangan usaha oleh para pelaku usaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi dari tahun 2013 -2016.

 

"Pemeriksaan akan kami jadwalkan pada hari Jumat minggu ini, Direktur Utamanya akan kami periksa sebagai saksi", Tegas Yuriza Antoni.

 

Kasus dugaan korupsi kredit bermasalah ini disebut dengan kredit bakulan, yang ditanggung oleh kreditur dari 2 Kelompok UMKM yakni kelompok para pedagang dan kelompok para koperasi, yang sejak tahun 2013-2016 jika ditaksir mencapai 1 Milliar.

 

"Dan bukan hanya Direktur Utamanya saja yang dipanggil, melainkan semua pejabat di Perusahaan tersebut, seperti Manager Perkreditan, para Analis kredit, dan mantan Direktur Utamanya pada tahun 2016."Jelas Ka.Seksi Tipidsus Kejari Pekanbaru.

 

Sebelumnya, Kasus dugaan korupsi kredit fiktif pada PT.PER ini sudah diperiksa beberapa bulan yang lalu pada tahap Penyelidikan namun semua yang diperiksa belum ditetapkan sebagai saksi, pada waktu itu Kejari Pekanbaru sudah menyelidiki Dirut PT.PER, H. Syamsul Bahri beserta7 orang pegawai PT.PER dan beberapa pihak para peminjam uang (Pedagang dan Koperasi).

 

"Kami sudah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) pada akhir Mei kemarin, yang merupakan tindak lanjut dari proses penyelidikan yang sudah dilakukan beberapa bulan yang lalu." Kata Ka.Seksi Tipidsus Yuriza Antoni.||| Ishak N.S

 

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Kamis, 19 September 2019 | 13:13:25
Ternyata Begini Modus Para Kepala Daerah Raup APBD
Kamis, 19 September 2019 | 00:45:57
Viator Butar-Butar : Mari Fokus Pada Pemadaman Karhutla
Kamis, 19 September 2019 | 00:01:19
Inikah Hasil Pembayaran Pajak Warga Pekanbaru ?
Senin, 16 September 2019 | 00:02:11
Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Lokasi Karhutla di Riau
Kamis, 12 September 2019 | 23:52:11
Wagubri : Jika Perusahaan Pelakunya,Cabut Izin Operasinya
BERIKAN KOMENTAR
Top