Selasa, 2 Juli 2019 | 00:13:19

Terminal AKAP Pekanbaru Bangkit dari "Mati Suri"

aktualonline.com/feri sibarani
Terminal AKAP Pekanbaru Bangkit dari "Mati Suri"
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU ||| Terminal AKAP Typa A Bandar Raya Payung Sekaki Pekanbaru kini layak disebut bangkit dari mati suri selama berathun-tahun, pasalnya tidak rahasia umum lagi, bahwa terminal yang terletak di perbatasan kecamatan Tampan dan Payung sekaki itu sempat menjadi pemandangan angker dimalam hari, karena terminal yang seharusnya ramai kendaraan segala jenis bus, namun bertahun-tahun kenyataan sepi dan seakan mati suri tanpa diketahui penyebabnya.

 

Namun kesan yang menyeramkan tersebut jelang dua tahun belakangan mulai menunjukkan perubahan signifikan, manakala terminal terlihat ramai dan tiada henti siang dan malam, berbagai merek Bus pun silih berganti keluar dan masuk terminal.

 

Atas pemandangan tersebut, baru-baru ini awak media mencoba sambangi pihak pengelola terminal type A, Bandar Raya Payung sekaki,  ditengah-tengah keramaian penumpang yang sedang ramai menantikan kedatangan bus yang akan mengangkut, kepala koordinator Terminal, Hendry Tambunan pun dengan senang hati menerima kehadiran awak media dengan memberikan informasi seputar kinerja pihaknya dalam memberikan segala bentuk pelayanan kepada pihak pengelola bus dan para penumpang yang butuh pelayanan untuk perjalanan.

 

"Sejauh ini terminal type A Payung sekaki Pekanbaru setelah berada dalam pengelolaan BPTD yang dipimpin oleh atasan kami Ajie Panatagama telah mengalami banyak kemajuan dan dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan dari jumlah bus yang masuk terminal maupun jumlah penumpang," terang Hendry.

 

Bahkan Hendry yang terlihat sangat perduli dengan seluruh pengguna terminal itu mengaku dirinya sangat ingin terminal AKAP Payung sekaki dapat beroperasi dengan lebih ramai lagi untuk memberikan pelayanan prima  kepada seluruh pengelolah bus, maupun penumpang.

 

"Kita mengutamakan kenyamanan penumpang, sehingga kami tak henti-henti untuk membina pemilik bus, agar tidak mengecewakan penumpang baik saat pembelian tiket, maupun saat diperjalanan, dan terutama kami membangun kebersamaan di terminal ini, supaya semua dapat saling menjaga ,baik itu kebersihan, keamanan, dan kelancaran," kata Hendry melanjutkan.

 

Hendry juga tak lupa membagikan pengalamanya saat menghimbau seluruh agen bus agar bersedia memasuki terminal, sehubungan pihaknya mendengar selama ini hal itu sangat sulit dilakukan, karena para agen bus telah memiliki tempat sendiri atau pool masing-masing di seputar jalan Arengka II atau M. Yamin Pekanbaru.

 

"Kita coba secara persuasif dengan pola pendekatan kepada pihak pengelola bus, kita sampaikan komitmen kita dari BPTD ingin serius membina terminal type A Payung sekaki agar bermanfaat untuk semua, dan ternyata diawal-awal bus Intra, Bintang Utara dan yang lain dengan senang hati bersedia kita arahkan dengan kesepakatan komitmen bersama semua bus harus masuk untuk bongkar dan muat penumpang didalam terminal," kata Hendry Tambunan.

 

Pengalaman pertama pihaknya atas keberhasilan membina terminal type A Payung sekaki Pekanbaru adalah pada saat momen lebaran idul fitri tahun 2019 lalu, dimana berdasarkan catatan pihaknya, bahwa jumlah penumpang pada masa lebaran kali itu berkisar 50 ribu jumlah penumpang arus mudik yang terangkut dari Pekanbaru menuju berbagai kota tujuan dengan melalui terminal type A Payung sekaki Pekanbaru.

 

"Ini sejarah pertama kali di terminal type A Payung sekaki Pekanbaru ini telah tercatat jumlah penumpang berhasil mencapai 50 ribu lebih yang kita berangkatkan keberbagai kota tujuan di pulau sumatra dan pulau jawa," katanya.

 

Menurutnya hal yang menggembirakan bagi BPTD Riau Kepri terkait hasil tersebut ialah turut  menurunya angka kecelakaan secara drastis pada masa lebaran kali itu.

 

Hal senada juga disampaikan oleh kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Riau Kepri wilayah IV, Syaifudin Ajie Panatagama, ADT.,MT kepada Wartawan mengatakan bahawa selain hasil baik yang telah dicapai pihaknya, ia juga mengaku masih memiliki sejumlah kendala dilapangan seperti sarana dan prasarana terminal yang hingga kini belum maksimal, serta maraknya persaingan tidak sehat dari para angkutan gelap, atau travel-travel yang terus berupaya mencari penumpang diluar terminal.

 

"Selain upaya rembuk yang kami lakukan dengan pihak pool dari semua bus, agar semua mematuhi aturan, kita juga secara intens selalu meminta semua pihak agar mendukung program dirjen perhubungan darat Kementerian perhubungan ini demi memberikan manfaat baik bagi semuanya," kata Ajie.

 

Menurut Ajie pihaknya akan selalu meningkatkan segala bentuk komunikasi kepada semua pihak, dan harapanya semua angkutan bus antar kota dan provinsi wajib menurunkan dan menaikkan penumpang didalam terminal.

 

"Kita terus lakukan sosialisasi ke masyarakat, khusunya kepada agen-agen bus, dan ternyata masih saja ada yang bandel, dan kita pasti akan lakukan penindakan, kedepan tidak ada lagi bus yang menaikkan dan menurunkan penumpang diluar terminal, termasuk travel-travel gelap akan kita tindak nantinya," lanjut Ajie.

 

Menurur Ajie, agar semua patuh, pihaknya mengkombinasikan dengan pengawasan mobiling dengan sosialisasi ke pihak pool-pool yang memang masih banyak di kota pekanbaru dan mengarahkan bus-bus tersebut untuk masuk dan turun/naikkan penumpang diterminal.

 

"yang buandel akan kita ambil tindakan," katanya.

 

Ajie juga mengatakan, sejauh ini sarana dan prasarana sudah diangsur perbaikanya,  dan menurutnya, sesuai rencana Kementerian Perhubungan RI, pada tahun 2020 yang akan datang pihaknya bisa melakukan perbaikan maksimal sesuai konsep pak Menhub untuk pelayanan sapras terminal yang bisa menyamai bandara.||| Feri Sibarani

 

 

 

 

 

Editor : Zul 


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top