• Home
  • Pekanbaru
  • Telan Biaya 100 Milyar Lebih, Proyek RS. Madani Diduga Menyimpang
Sabtu, 13 Juli 2019 | 14:04:07
*LSM Siapkan Berkas Laporan

Telan Biaya 100 Milyar Lebih, Proyek RS. Madani Diduga Menyimpang

BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU ||| Pembangunan Rumah sakit Madani yang terletak di jalan Garuda Sakti kec. Tampan Kota Pekanbaru ternyata diduga menyimpan sejumlah permasalahan yang terkait dengan penyimpangan anggaran.

Dugaan itu muncul, ketika tim investigasi dari media Aktual dan LSM secara bersama-sama melakukan tugas dan fungsinya mengawasi dan memantau keberadaan rumah sakit tersebut, sehubungan telah lewat satu tahun, Walikota Pekanbaru, DR. Firdaus, ST.,MT meresmikan operasional rumah sakit kebanggan Pemerintah Kota Pekanbaru itu, namun diketahui sepi dari kunjungan masyarakat.

Dari temuan tim investigasi Media dan LSM, di lokasi gedung RS. Madani Pekanbaru itu, tenyata cukup mengagetkan, manakala ditemukan hampir seluruh bangunan di sisi bagian belakang ternyata diketahui belum selesai pembangunannya dan diduga kuat mangkrak beberapa tahun belakangan, seperti keadaan tembok dinding bagian dalam dan samping gedung, masih amburadul, dan tampak asal-asalan bahkan bangunan pun terlihat menggunakan bahan batu batako, serta lantai tiga Rumah sakit tersebut belum dapat digunakan karena belum selesai dikerjakan.

Selain itu, keadaan Rumah sakit pun terlihat tidak terurus dibagian samping dan belakang, karena dipenuhi oleh rerumputan liar yang tumbuh di atas bangunan, sehingga terkesan tidak dirawat dan seakan bagai rumah hantu yang tidak bermanfaat bagi masyarakat.

Ketika Tim investigasi Media dan LSM melanjutkan penelusuranya hingga kebagian belakang gedung, ternyata sesuatu yang sangat mengejutkan pun ditemukan pada bangunan kamar mayat yang terlihat mangkrak beberapa tahun, dan tidak memiliki pondasi bangunan, sebagaimana terlihat dalam gambar yang berhasil di abadikan wartawan,  karena gedung tersebut terlihat menggantung, dan sangat membayakan jika terjadi goncangan akibat angin kencang sebagaimana disampaikan oleh ketua LSM Pilar Bangsa, Superleni, S.sos, saat menanggapi pertanyaan awak media ini.

"Ini semua kita duga akibat penyimpangan anggaran sejak awal kegiatan proyek, sekalipun proyek yang dilakukan dengan sistem multiyers dan telah menelan anggaran kurang lebih 100 Milyaran, ternyata tidak memberikan hasil yang sesuai dengan harapan masyarakat, karena kondisi bangunan RS. Madani sangat menyedihkan dan secara kasat mata, sangat tidak bersesuaian dengan biaya yang sudah dihabiskan dari APBD Pemko Pekanbaru, maupun bantuan dari pusat," terang Superleni.

Diketahui anggaran dari APBD Pemko Pekanbaru yang telah tertelan oleh proyek RS. Madani adalah bertahap dengan sistem multiyers, yaitu tahun  Tahun pertama (2014) pembangunan menghabiskan dana sebesar Rp6,3 miliar, di tahun kedua (2015) dana yang dikucurkan sebesar Rp41,4 miliar, sementara untuk tahun ketiga, diketahui menghabiskan dana Rp42,3 miliar sehingga seluruhnya berjumlah sebesar Rp.89 miliaran.

Ternyata diketahui lagi, bahwa ada bantuan dari pusat sebesar 7 Milyar  ditambah dengan anggaran yang telah direalisasikan ditahun 2018 sebesar 16 Milyar lebih, sekalipun dalam papan plang proyek tidak dicantumkan tahun anggaran, sehingga biaya yang telah digelontorkan untuk pembangunan RS. Madani hingga tahun 2018 sudah mencapai seratus Milyar lebih atau tepatnya kurang lebih Rp. 112 Milyar.

Atas hal itu, Superleni, selaku ketua LSM Pilar Bangsa yang melakukan kinerjanya bersama awak media ini mengatakan harapanya kepada aparat penegak hukum, khususnya kejaksaan dan kepolisian diminta untuk segera bertindak melakukan penyelidikan, sebab berdasarkan hasil bangunan yang telah menelan anggaran ratusan Milyar tersebut tidak sepadan dengan hasil bangunan jika dilihat secara kasat mata. 

"Kita minta Kejaksaan segera melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi di proyek multi years RS. Madani Jalan Garuda Sakti Pekanbaru yang telah menelan biaya 100 Milyar lebih, karena diduga kuat adanya tindakan penyimpangan," kata Superleni saat dihubungi awak media ini.

Menurut Superleni yang kerap menyoroti kegiatan pembangunan di kota Pekanbaru itu, secara penampakan fisik bangunan dengan nilai anggaran yang telah direalisasikan, maka sangat layak untuk diselidiki penegak hukum, khusunya kejaksaan atau kepolisian, bahkan ditegaskan Superleni, jika nantinya tidak ada juga progres yang berarti dari penegak hukum di Pekanbaru pihaknya akan persiapkan berkas laporan kepada KPK di Jakarta.

Dijelaskan Superleni, pihaknya juga akan segera melayangkan surat permohonan kepada pihak BPK untuk melakukan audit, agar dugaan kerugian Keuangan Negara dapat diperoleh dengan secara rinci.

"Tidak menutup kemungkinan kita akan minta BPK, kita akan layangkan surat permohonan audit untuk ini nanti," kata Superleni.

Atas hal itu, awak media ini pun berusaha untuk melakukan konfirmasi tertulis guna memperoleh tanggapan Pemerintah Kota Pekanbaru, melalui Walikota Pekanbaru, DR. Firdaus, ST.,MT, namun hingga kini setelah surat konfirmasi yang dilayangkan oleh media Aktual beberapa bulan lalu, belum memperoleh jawaban.||| Feri S

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Selasa, 10 Desember 2019 | 18:25:19
Kepala BKKBN Provinsi Riau Jarang Ditempat
Kamis, 28 November 2019 | 17:53:20
KPK Periksa Rumah "Bos Besar" Pekanbaru
Selasa, 19 November 2019 | 22:57:09
PT. RAPP Giat Lakukan Pencegahan Karhutla
Selasa, 19 November 2019 | 22:52:46
Kepala DLHK Riau Siapkan Langkah Pencegahan Karhutla
BERIKAN KOMENTAR
Top