• Home
  • Pekanbaru
  • Menguak Dugaan Korupsi Proyek FLy Over Soekarno Hatta Pekanbaru
Minggu, 14 Juli 2019 | 00:10:38

Menguak Dugaan Korupsi Proyek FLy Over Soekarno Hatta Pekanbaru

aktualonline.com/feri sibarani
Menguak Dugaan Korupsi Proyek FLy Over Soekarno Hatta Pekanbaru
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU ||| Merebak informasi tentang dugaan korupsi di proyek pembangunan fly over jalan soekarno hatta Pekanbaru, pasalnya sejumlah penyimpangan dari spesifikasi konstruksi bangunan tersebut diduga terjadi yang berpotensi merugikan keuangan Negara sebesar miliaran rupiah.

 

Hal itu terlihat dari penampakan fisik bangunan fly over, secara kasat mata jika diperhatikan terkesan asal-asalan dengan berbagai indikasi, sebagaimana disampaikan oleh pihak LSM di Pekanbaru, yang mengaku memiliki RAB proyek, bahwa letak pilar panyangga bentangan Girder yang diduga tidak sesuai posisi tingkat kelandaian, begitu juga dengan sejumlah item yang diduga tidak dikerjakan sebagaiamana disebutkan dalam RAB, misalnya pagar di bagian atas bentangan fly over, penambahan jalan rigit disisi jalan tuanku tambusai ( eks pos polantas depan simpang SKA ) dan didepan Mall living word dengan luas 20m dan panjang ratusan meter.

 

Selain beberapa item tersebut, masih terdapat dugaan item lain yang tidak dikerjakan seperti ornamen melayu yang seharusnya dikerjakan di setiap sisi kiri dan kanan sepanjang bentangan fly over yang tidak tampak saat ini.

 

"Berdasarkan RAB yang kita ketahui sepanjang bentangan fly over tersebut di sisi sebelah kiri dan kanan seharusnya terdapat ornamen melayu untuk menambah keindahan fly over, namun tidak dikerjakan, ini harus dipertanyakan ke PPK dan BPKAD apakah ada pengembalian anggaran saat kontrak berakhir, jika tidak ada berarrti ini berpotensi di korupsi,"kata E.L sekjen LSM di Pekanbaru.

 

Selain dugaan korupsi dalam proyek fly over tahun 2018 tersebut, permasalahan kemacetan lalulintas pun semakin "menggila" di seputar fly over simpang Mall SKA Pekanbaru. Hal ini menambah miris bagi setiap pengguna jalan, manakala sedianya masyarakat berharap akan merasakan kelancaran saat berlalulintas di simpang Mall SKA, namun justru kenyataan bertambah macet, sehubungan ditutupnya akses lalulintas di trowongan fly over oleh petugas polisi lalulintas dari polresta Pekanbaru yang sedang berjaga.

 

"Spt keberadaan lorong bawah oprit fly over SKA yg sekarang ditutup, mubadzir krn tdk dipakai.  Kalau dulu blm ada studi, maka sekarang harus bekerja sama dg perhubungan unk memenej transportasinya," tulis Profesor Sugeng, pakar konstruksi dari Universitas Islam Riau.

 

Menurut Sugeng, dalam rangka menata sistem lalulintas yang efektif dan efisien di perkotaan seperti Pekanbaru, tidak cukup hanya membangun fly over, karena secara kajian ilmiah dikatakan Sugeng,  yang sangat penting dilakukan oleh pemerintah adalah memperbaiki dan menerapkan sistem magemen transportasi.

 

"Perlu dilakukan perbaikan dan pengkanian sistem manajemen transportasi agar permasalahan kemacetan dapat teratasi, jadi harus melibatkan dinas perhubungan, dan perlu dilakukan moratorium pembangunan fly over, sehingga dananya dapat di anggarkan untuk perbaikan sarana dan prasarana yang ada," lanjut Prof. Sugeng.

 

Bahkan pakar ke ilmuan di bidang konstruksi itu mengatakan ia pernah menyaksikan pembongkaran fly over di Korea selatan karena penataan sarana transportasinya sudah baik, sehingga arus lalulintas di kota tersebut menjadi lancar.

 

Selain itu, Sugeng juga menyebutkan bahwa konsistensi perizinan dalam membangun yang sesuai tata ruang kota pun harus menjadi acuan penting, untuk menghasilkan sisitem lalulintas yang baik, karena menurutnya jika tidak meperhatikan perihal itu, serta uji kelayakan dalam proses pembangunan, maka yang ada hasilnya justru menyebabkan permasalahan baru seperti yang terjadi di seputar fly over simpang Mall SKA Pekanbaru.

 

Hasil konfirmasi tertulis yang dilakukan oleh wartawan AKTUAL (group aktualonline.com) kepada PUPR Provinsi Riau, mengatakan pihaknya telah melakukan tugasnya sebagaimana mestinya, dan bahkan disebutkan bahwa pembangunan fly over simpang Mall SKA Pekanbaru telah mengalami beberapa kali adendum, ( tambah/kurang ) item kegiatan, tanpa melam pirkan bukti perubahan yang dimaksud, sehingga sampai saat ini kebenaran atas terjadinya adendum ( tambah/kurang ) item kegiatan dalam proyek fly over tersebut belum dapat diketahui masyarakat.||| Feri Sibarani

 

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top