Kamis, 12 September 2019 | 23:28:09

Asap di Riau, Bencana Atau Bisnis Korporasi ??

Foto/Ist
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU ||| Kengerian yang dirasakan oleh masyarakat Riau saat ini sudah pada tahap menakutkan, pasalnya keadaan mutu udara terakhir, hari ini 13 september 2019 sangat buruk, hingga jarak pandang hanya mencapai 200 meter, dan telah mengakibatkan ribuan anak-anak dan dewasa mengalami penyakit ispa dan penyakit gangguan pernafasan lainya.

 

Dari data penggiat lingkungan hidup Jikalahari, pihaknya memantau hotspot atau titik panas khusus di areal hutan gambut terutama di kawasan hutan hutan produksi tetap yang ditanami akasia untuk pulp and paper atau khusus di areal konsesi perusahaan, Ini untuk melihat ketaatan perusahaan yang menerapkan nol karhutla di dalam konsesi mereka.

 

Titik hotspot ini belum menggambarkan lahan perusahaan terbakar. Ia masih berbentuk petunjuk bahwa ada titik panas di dalam areal perusahaan. Total terdapat 832 hotspot yang ditemukan sepanjang 31 Agustus " 6 September 2015.

 

Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution saat dimintai komentarnya usai rapat paripurna DPRD Riau hari ini, mengatakan bahwa pihaknya selaku pemerintah sudah melakukan banyak hal untuk memadamkan api di lahan terbakar.

 

"Kami sudah berusaha sekuat mungkin dengan segala cara, hingga melibatkan petugas pemadam kebakaran dengan jumlah ribuan, bahkan cara-cara lain juga sudah kita lakukan agar bencana asap ini dapat teratasi," kata Edy menanggapi pertanyaan wartawan.

 

Riau memiliki sejarah pahit tentang asap dalam kurun waktu hampir 20 tahun, hingga kini bencana yang merupakan "langganan" tetap itu seakan tidak dapat dibendung sekalipun telah memakan jutaan korban manusia yang terserang penyakit ispa dan realisasi anggaran triliunan rupiah, atas hal itu penggiat lingkungan Jikalahari kerap menyerukan agar pemerintah pusat melalui KLHK dapat segera mencabut izin perusahaan korporasi yang ditengarai tidak mengantisipasi kebakaran dalam areal konsesinya, menanggapi hal itu wakil gubernur riau, Edy Natar Nasution mendukung aspirasi tersebut.

 

" Yang mencabut izin itu bukan kita pemerintah provinsi, siapa yang memberikan izin itu, dia lah yang berhak mencabut, dan kita setuju jika itu dirasa perlu agar bencana ini dapat terhenti dan tidak muncul setiap tahun,"kata Edy natar melanjutkan.

 

Saat ini berdasarkan investigasi Jikalahari, pada lahan gambut ditemukan hotspot sebanyak 366 titik tersebar di kedalaman gambut diantaranya, pada kedalaman 50 " 100 cm terdapat 30 titik, pada kedalaman 100 " 200 cm terdapat 75 titik, pada kedalaman 200 " 400 cm terdapat 139 titik dan pada kedalaman 400 cm terdapat 122 titik.

 

Hotspot yang tersebar dalam rentang waktu 30 Agustus - 1 September 2015 pada Konsesi IUPHHK sebanyak 256 titik, pada Konsesi HGU sebanyak 44 titik dan pada Kawasan Konservasi sebanyak 129 titik.

 

Pada konsesi perusahaan  Hutan Tanaman Industri ditemukan total hotspot sebanyak 256 titik tersebar di 39 area konsesi, diantaranya perusahaan yang didapati memiliki titik terbanyak yaitu PT. Sari Hijau Mutiara sebanyak 31 titik, PT Bina Duta Laksana sebanyak 29 titik, PT Arara Abadi sebanyak 29 titik, PT Hutani Sola Lestari sebanyak 25 titik dan PT Artelindo Wiratama sebanyak 21 titik, sebagaimana disampaikan dalam pres reles Jikalahari.

 

Pada konsesi perusahaan  Hak Guna Usaha (Sawit) ditemukan total hotspot sebanyak 44 titik tersebar di 11 kawasan konsesi HGU, dengan peringkat hotspot tertinggi dimiliki oleh PT Alam Sari Lestari sebanyak 26 titik. Hotspot lainnya tersebar diantaranya pada Perusahaan yang dapat dilihat pada tabel di bawah berikut :

 

Pada kawasan Konservasi ditemukan - titik tersebar di 7 kawasan yakni Taman Nasional Tesso Nilo yang memiliki hotspot terbanyak dengan jumlah 87 titik dan terbanyak kedua terdapat di Hutan Lindung Bukit Batabuh Lubuk Jambi sebanyak 20 titik. Hotspot tersebar lainnya dapat dilihat pada tabel berikut.||| Feri Sibarani

 

 

 

 

 

Editor : Feri Sibarani


BERITA LAINNYA
Selasa, 8 Oktober 2019 | 16:34:39
Gubernur Riau Sambut Baik Demonstrasi Terkait Karhutla
Kamis, 3 Oktober 2019 | 22:36:57
Jalinsum Longsor,Gubernur Riau Turun ke Lokasi
BERIKAN KOMENTAR
Top