Kamis, 19 September 2019 | 00:01:19

Inikah Hasil Pembayaran Pajak Warga Pekanbaru ?

BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PEKANBARU ||| Penampilan bangunan infrastruktur di seputar kantor walikota Pekanbaru Tenayan Raya yang bersumber dari uang rakyat membuat miris masyarakat yang melihatnya, pasalnya sebuah proyek trotoar yang baru selesai tahun 2018 lalu, disepanjang jalan menuju kantor walikota Pekanbaru Tenayan raya yang konon baru diserah terimakan ditemukan oleh wartawan media ini telah hancur berserakan.

 

Bahkan keadaan tersebut telah terjadi sejak awal tahun 2019 ini, hingga sejumlah LSM maupun media ini telah melakukan konfirmasi dengan pihak PUPR Kota Pekanbaru melalui kabid Bina Marga, Akmal, namun hingga saat ini keadaan yang diduga gagal bangunan itu terus dibiarkan.

 

Baru-baru ini awak media melakukan investigasi dan pemantauan atas progres pembangunan yang sedang berlangsung dan hasil dari penyelesaian tahun 2018 di lokasi kantor walikota Pekanbaru Tenayan Raya, dalam penelusuran ditemukan kembali kerusakan trotoar secara massif terus terbiarkan oleh Perusahaan penyedia jasa dan PUPR kota Pekanbaru selaku pengguna jasa.

 

Menurut Sekretaris Lembaga Gerakan Anti Korupsi Republik Indonesia ( GAK RI ) Jefry, S,H.,M.H setelah menerima informasi tentang bangunan infrastruktur yang mengalami rusak massif itu, setelah serah terima dari penyedia jasa, disebutnya sebagai gagal bangunan.

 

"Jika benar demikian itu dapat dikategorikan sebagai gagal bangunan dan melanggar Undang-undang No.2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, pemerintah bisa menggugat rekanan untuk mengembalikan kerugian keuangan Negara, "kata Jefry.

 

Menurut Jefry, pemerintah Kota Pekanbaru melalui dinas PUPR harus melakukan analisa melalui ahli atas kerusakan massif yang terjadi pada bangunan, agar selanjutnya dapat dilakukan upaya hukum.

 

"Ada dua subjek hukum yang bisa menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa kegagalan bangunan. Pertama, penyedia jasa yaitu pemberi layanan jasa konstruksi. Pelakunya bisa berbentuk badan maupun perorangan. Mereka yang selama ini memberikan layanan konsultasi, melakukan pekerjaan konstruksi atau kedua layanan sekaligus. Gambaran umumnya mereka yang sering disebut sebagai kontraktor pekerjaan konstruksi. Pihak kedua adalah pengguna jasa, yaitu mereka yang menjadi pemilik atau pemberi pekerjaan atau yang menawarkan pekerjaan kepada kontraktor tersebut," terang Jefry.

 

Jefry juga menjelaskan Peristiwa hukum berupa kegagalan bangunan bisa disebabkan oleh kedua subjek yang mengikatkan diri satu sama lain sehingga menghasilkan pekerjaan konstruksi dan bangunan. Kenapa keduanya atau salah satu di antaranya bisa menjadi pihak yang bertanggung jawab? Pertama, disebutnya UU No.2/2017 menggunakan frasa dan/atau ketika menyebut keduanya terkait kegagalan bangunan. Kedua, sering secara awam kita akan menunjuk penyedia yang harus bertanggung jawab, namun secara filosofis proses penyelenggaraan dan kenyataannya, pengguna bisa juga menjadi penyebab atau bertanggung jawab.

 

"Hal ini bisa terjadi karena pengguna sudah terlibat atau berperan sejak menentukan spesifikasi bahan bangunan, kualitas bangunan maupun cara mengerjakan dan menggunakan bangunannya. Sedangkan penyedia jelas merupakan subjek yang melakukan seluruh proses pekerjaan yang diminta oleh pengguna sehingga dimungkinkan hasil pekerjaannya setelah diserahterimakan ke pengguna jasa mengalami kegagalan bangunan," katanya.

 

Kedua pihak menurut Pasal 96 UU No.2/2017 dapat dijatuhi sanksi tertulis, denda, penghentian kegiatan layanan, dimasukkan ke daftar hitam, pembekuan izin dan/atau pencabutan.

 

"Ini patut di pertanyakan, uang rakyat pekanbaru harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, sejauh mana pemko Pekanbaru telah meminta pertanggung jawaban rekanan, atau Jangan-jangan ada persekongkolan sejak awal kontrak," katanya.||| Feri Sibarani

 

 

 

 

Editor : Feri Sibarani


BERITA LAINNYA
Selasa, 8 Oktober 2019 | 16:34:39
Gubernur Riau Sambut Baik Demonstrasi Terkait Karhutla
Kamis, 3 Oktober 2019 | 22:36:57
Jalinsum Longsor,Gubernur Riau Turun ke Lokasi
BERIKAN KOMENTAR
Top