• Home
  • Pelalawan
  • Direktur PT.Harapan Semoga Maju Arogan Usir Wartawan dan Keluarga Korban
Selasa, 14 Januari 2020 | 12:51:02

Direktur PT.Harapan Semoga Maju Arogan Usir Wartawan dan Keluarga Korban

*Pengacara korban Akan Gugat PT RAPP Rp.1 Miliyar dan PT.HSM Rp.500 Juta
Foto/Ist
Kondisi Reynaldo Parlindungan Silalahi yang mengalami luka seluas 80 persen
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com .PELALAWAN ||| Meminjam penggalan  lirik lagu yang lagi ramai dilantunkan banyak orang saat ini, "Entah apa yang merasukimu" layak dialamatkan kepada Direktur PT. Harapan Semoga Maju, Abdul Hasim Ash'ary yang tega mengusir wartawan dan keluarga korban pekerja dari PT.HSM yang datang untuk meminta informasi dari pihak perusahaan.

Awak media ini bersama Wartawan lainnya dan orang tua dari korban Reynaldo Parlindungan Silalahi, Rekson Silalahi dan pengacaranya Hendri Silalahi, sesuai kesepakatan sebelumnya untuk bertemu dengan pihak pimpinan perusahaan dalam hal ini Direktur pada Senin 13/01-2020, seperti yang disampaikan oleh Arif Rahman, SE kepada pihak keluarga yang sebelumnya telah bertemu pada Sabtu,11/01-2020.

Namun kedatangan Direktur yang ditunggu, tampaknya tidak membuahkan hasil solusi yang baik. Tatkala Abdul Hasim Ash'ary  memasuki ruangannya, dengan nada angkuh menanyakan keberadaan wartawan, orang tua korban yang ada di ruangannya.

" Ada apa ramai-ramai diruangan saya,yang tidak berkepentingan silahkan keluar, sebutnya dengan gaya sombong.

Padahal sebelumnya, manager telah mempersilahkan masuk, sama seperti hari sebelumnya, kedatangan wartawan bersama orang tua korban dan pengacaranya tidak ada masalah.

Sejurus mendapat pengusiran ini, wartawan keluar dan menunggu diruangan tunggu. Namun wartawan masih dapat mendengar bagaimana sikap angkuh direktur muda ini memperlakukan orang tua korban dan pengacaranya diruangan tersebut, dengan suara yang keras-keras  seperti yang sudah - sudah caranya mengusir wartawan dan keluarga korban.

Menanggapi pertemuan tersebut, pihak keluarga korban melalui pengacaranya Hendri Siregar SH mengatakan, Kita akan menggugat PT. RAPP (Riau Andalan Pulp And Paper) dan PT. HSM (Harapan Semoga Jaya).

"Dalam waktu dekat ini juga akan dilayangkan surat ke Polda Riau terkait dugaan kelalaian perusahaan tersebut bagi tenaga kerjanya".

Hendri Siregar SH selaku kuasa hukum Reynaldo Parlindungan Silalahi kepada wartawan pada Senin,13/01/2020, di Pangkalan Kerinci seusai pertemuan dengan pimpinan  perusahaan HSM, menilai jalur hukum ini ditempuh pihaknya, setelah mereka menilai tidak ada iktikad baik perusahaan kepada kliennya tersebut.

Pernyataan ini dia sampaikan Hendri karena dirinya menilai bahwa pihak PT. HSM dan PT. RAPP dinilai lalai dan kurang bertanggung jawab atas kecelakaan tenaga kerja karyawannya. Karena korban hanya ditanggung biaya perobatan tanpa mendapat ganti rugi dari perusahaan. Ironisnya lagi, korban selaku tenaga kerjanya tidak diikut sertakan di BPJS Ketenaga Kerjaan maupun di BPJS Kesehatan, sesalnya.

Hendri menceritakan, PT. HSM merekrut kliennya bersama tenaga kerja lainnya untuk dipekerjakan sebagai tenaga Sakdon di pabrik bubur kertas milik PT. RAPP yang beralamat di Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau. Pada tanggal 12 September 2019 lalu, kliennya dan dua orang lainnya mengalami kecelakaan kerja dengan tersiram air berbahan kimia. Akibat kecelakaan kerja tersebut Reynaldo Parlindungan Silalahi menderita cacat kulit mencapai kurang lebih 80%.

Menurut Advokat muda enerjik ini yang berkantor di Jl Yos Sudarso KM 22 Muara Fajar Rumbai Pekanbaru-Riau itu, kecelakaan kerja tersebut diduga kuat merupakan kelalaian dari pihak perusahaan PT. HSM juga PT. RAPP selaku user “Apa lagi klien saya dipekerjakan oleh pihak perusahaan tanpa mendaftarkan di BPJS Kesehatan atau BPJS Ketenaga Kerjaan,” ujarnya.

Pada hari ini bersama dengan keluarga korban telah mencoba datangi pihak perusahaan PT. HSM di kantornya di Jln Lintas Timur kota Pangkalan Kerinci. Namun sangat disayangkan pelayanan yang diberikan oleh Direktur Perusahaan PT. HSM bernama Abdul Hasim Ash’ary, Kita mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dengan sikapnya yang dinilai kurang santun, sebutnya.

Atas masalah itu kuasa hukum Reynaldo itu menegaskan akan mensomasi PT. RAPP selaku user dari kontraktor Man power PT. HSM. Dia meminta atau mempertanyakan pertanggung jawaban pihak perusahaan kepada kliennya. Sebab Reynaldo berkerja sebagai tenaga Sakdon harian lepas atas perintah karyawan PT. RAPP pada saat peristiwa kecelakaan kerja itu terjadi, tanpa SOP yang benar sesuai penyampaian Manager PT. HSM kepada kita sebutnya.

Dalam waktu dekat kita akan mengajukan gugatan terhadap PT. RAPP dengan menuntut ganti rugi sebesar Rp 1 miliar sebagai tergugat 1 dan  PT. HSM tergugat 2, kita akan gugat secara perdata dengan tuntutan ganti rugi sebesar Rp 500 juta. Selain digugat secara perdata, dia juga akan melayangkan surat ke Polda Riau perihal kelalaian pihak perusahaan yang mengakibatkan terjadinya Laka Naker kepada kliennya, ucap hendri kembali menegaskan.

Ditempat yang sama orang tua kandung Reynaldo P. Silalahi, Rekson Silalahi (59) mengatakan, sudah sering kali kita menjumpai Hasyim selaku Direktur perusahaan dikantornya. Juga sudah bosan komunikasi melalui ponselnya untuk minta pertanggung jawaban perusahaan, tapi tidak ada itikad baiknya menanggapi keluhan saya, imbuhnya.

Lebih disesalkan oleh Rekson, pengakuan Direktur PT. HSM kepadanya bahwa BPJS Ketenaga Kerja atas nama Reynaldo Parlindungan Silalahi sudah dilunasi perusahaan sampai bulan januari 2020. Ternyata ketika dikroscek di kantor BPJS Ketenaga Kerjaan, nama anaknya tidak ada terdaftar, tuturnya.

Pada Sabtu 11/01-2020, Arif Rahman,SE kepada wartawan menyampaikan terkait kronologis kejadian mengemukakan, kejadian kecelakaan kerja ini terjadi akibat adanya kelalaian pihak PT. RAPP melalui karyawannya, Amaran Siregar yang memerintahkan pekerja man power diluar jam kerja, yakni jam istirahat sekitar pukul 11.40 Wib, padahal jam istirahat pukul 11.30 sebutnya.

Kelalaian user, karyawan PT.RAPP tersebut, yakni, SOP aman yang tidak dilaksanakan, pada pembukaan tutup tangki/menhole, air dalam kondisi running( berjalan sebutnya.) Sehingga ketika dibuka air kimia tersebut keluar.

Sementara itu korban lainnya yang berhasil ditemui awak media ini, feberyusman Daeli yang merupakan karyawan dari PT. HSM sekaligus formen, menyampaikan keheranannya, mengapa pihak user/ karyawan PT.RAPP menyuruh pekerjaan itu mereka lakukan, padahal pekerjaan itu bukan bagian kerja kita, tapi pekerjaan yang seharusnya bagian dari PT. MPE, Karena kitakan bekerja ada bagiannya masing-masing, kita sebagai clining sebutnya.

Pria yang memiliki 3 anak ini, menceritakan betapa sakitnya terkena cairan kimia tersebut, saya pak sampai meminta agar saya disuntik mati saja saat itu. Makanya ketika  saya menanyakan gaji saya kepada Hasim itu, dibuatnya pinjaman. Berarti kalau pinjam berarti harus dikembalikan, makanya saya minta perjelas pada Hasim itu katanya. 

Amatan wartawan kondisi Febryusman tampak jelas masih lemah kondisinya. Mengemudikan sepeda motor pun saya masih lemah sebutnya. Selain alami cacat kulit permanen sekitar 75 persen, Akibat lainnya yang ia rasakan adalah dianya belum tahan berlama-lama berbicara, terangnya.||| Richard Simanjuntak

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Selasa, 21 Januari 2020 | 16:01:12
Pisah Sambut Kepala Seksi Intelejen Kejari Pelalawan
BERIKAN KOMENTAR
Top