• Home
  • Pelalawan
  • Masyarakat Lalang Kabung Sesalkan Sikap Manajemen PT.RAPP Dua Kali Cuekin Undangan DPRD Pelalawan
Kamis, 13 Februari 2020 | 10:56:18

Masyarakat Lalang Kabung Sesalkan Sikap Manajemen PT.RAPP Dua Kali Cuekin Undangan DPRD Pelalawan

Foto/Ist
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PELALAWAN ||| Perusahaan Raksasa penghasil bubur kertas PT.RAPP dituding tidak komitmen pada pinsip5C yang didengungkan perusahaan tersebut.

 

Prinsip 5C perusahaan diuraikan praktek bisnisnya membawa kebaikan bagi masyarakat(Comunity), Negara(Country), Iklim(Climate),Pelanggan (Customer), dan pada perusahaan itu sendiri(Company).

 

Namun prinsip itu oleh perusahaan anak dari manajemen Grup APRIL ini sudahlah selayaknya memiliki tanggung jawab untuk memajukan lingkungan dan mengembangkan masyarakat serta memenuhi sosial korporasi, maka pada tahun 1981 perusahaan PT.RAPP mendirikan  Tanoto Foundation untuk menunjang visi perusahaan PT.RAPP.

 

Namun, kenyataan ini dirasakan masyarakat Desa tidaklah sesuai, hal ini ditandai dengan Tidak hadirnya pihak manajemen PT.RAPP pada undangan DPRD Pelalawan.

 

Ketidakhadiran Manajemen PT.RAPP tersebut,  BPD Desa lalang kabung justru menyayangkan sikap manajemen Rapp.

 

Agenda hering yang dijadwalkan oleh ketua DPRD Pelalawan, Senin, 10 Februari 2020, itu tidak terlaksana oleh ketidak hadiran dari manajemen PT.RAPP dan kepala desa lalang Kabung.

 

Acara hearing ini Dewan sedianya telah mengundang tokoh masyarakat, kuasa hukum masyarakat Posbakumadin, kepala desa lalang kabung, camat pelalawan, asisten I,Kabag hukum dan PT. Rapp.

 

Agenda hering dengar pendapat terkait pengaduan yang disampaikan masyarakat kepada DPRD Pelalawan tentang tuntutan masyarakat kepada PT Rapp.

 

Masyarakat yang tergabung dalam gerakan masyarakat peduli lalang kabung sekitarnya (GMPLS), yang berdampingan dengan keberadaan kepentingan PT.RAPP merasakan dampak langsung dari aktifitas kepentingan perusahaan tersebut.

 

1. Pencemaran udara yang mengakibatkan sesaknya pernapasan dan rusak nya atap-atap rumah akibat pencernaan kimia yang hinggap di atap rumah.

2.Banyaknya polusi debu akibat kecepatan mobil angkut operasional perusahaan tersebut.

3. Kurangnya perekrutan tenaga kerja dari putra-putri masyarakat Tempatan oleh perusahaan.

4. Kurang nya perhatian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat.

5. Tidak berjalan nya pemberian paket gizi kepada masyarakat.

6. Kurang nya pengamanan dan pengawalan mobil berat yang melintas di pemukiman warga dan kurang nya rambu-rambu jalan diarea pemukiman warga.

7. Masyarakat telah banyak dirugikan akibat gronding PT. Rapp/Anti petir 

8. Tidak konsisten perusahaan bermitra  dengan masyarakat yang berakibat merugi sepihak.

 

Anggota BPD lalang kabung, menyayangkan sikap manajemen PT Rapp tersebut, ini merupakan hering yang kedua, pada hering sebelumnya, informasi yang kami terima alasan ketidak hadiran pihak manajemen sibuk, sementara pada hering yang kedua ini informasi dan alasan pihak manajemen sampai saat ini belum jelas keterangannya, sebut suswati dalam rilis beritanya yang diterima media ini.

 

Suswanto,S.Sos yang merupakan  anggota BPD lalang Kabung yang juga ketua LSM KPK Nusantara kabupaten Pelalawan dan sekretaris ormas Pekat Indonesia bersatu ini menambahkan, sikap perusahaan PT RAPP tersebut sangat tidak mencerminkan perilaku yang baik, seharusnya perusahaan sekaliber RAPP tersebut, harus mengedepankan sikap yang baik terhadap masyarakat sekitar dan pemerintah daerah.

 

Saya selaku anggota BPD dan masyarakat lalang kabung, sangat menyesalkan sikap perusahaan tersebut.

Seharusnya selaku perusahaan yang berdampingan langsung dengan masyarakat harus lebih peka dan peduli terhadap kepentingan dan kebutuhan masyarakat, jangan dipermainkan seperti itu, sebutnya.

 

Kalau perusahaan peduli dengan masyarakat, kita pun akan timbul kepedulian terhadap perusahaan sehingga apapun yang dibutuhkan perusahaan untuk mendukung kelancaran operasional perusahaan kita support, sehingga akan terwujud hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan masyarakat.

 

Suswanto juga menyebutkan, apa yang disampaikan oleh masyarakat tersebut sepenuhnya diketahui oleh kepala desa, karena dalam pengaduan tersebut ada tanda-tangan kepala desa.

 

Jadi tidak benar isu yang beredar bahwa pengaduan masyarakat lalang kabung yang diwakili Posbakumadin yang disampaikan kepada DPRD Pelalawan tersebut ilegal, pungkasnya.

 

Ditempat terpisah Humas PT.RAPP, Aldrik, belum ada penjelasan, dihubungi nomor ponselnya tidak ada jawaban, lewat WhatsApp pribadinya tidak dibalas.||| Richard Simanjuntak

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Minggu, 23 Februari 2020 | 01:37:03
Wasnaker Prov.Riau Akan Panggil PT.HSM dan PT.RPE
Jumat, 21 Februari 2020 | 21:01:02
PT.RAPP Halangi Wartawan Saat Kunjungan Jokowi
Selasa, 21 Januari 2020 | 16:01:12
Pisah Sambut Kepala Seksi Intelejen Kejari Pelalawan
BERIKAN KOMENTAR
Top