• Home
  • Pelalawan
  • Diduga Ada Konspirasi Perusahaan Dengan Pihak Penyidik Dalam Cantumkan Nilai Kerugian
Kamis, 12 Maret 2020 | 21:45:13
* Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Pencurian TBS PT.Sari Lembah Subur

Diduga Ada Konspirasi Perusahaan Dengan Pihak Penyidik Dalam Cantumkan Nilai Kerugian

Foto/Ist
Hendri Siregar,SH.
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PELALAWAN ||| Penasehat hukum Hendri Siregar SH, menuding adanya konspirasi antara pihak perusahaan dengan penyidik dalam mencantumkan nilai kerugian perusahaan.

 

Konspirasi ini sebutnya karena pihak penyidik dalam pencantuman nilai kerugian perusahaan terhadap kliennya yang mencapai nilai Rp.2.601.542, sesuai fakta di lapangan tidak tepat.

 

Hendri mengemukakan kepada wartawan Aktual pada Selasa, 10/03-2020 dipresroom pengadilan negeri Pangkalan Kerinci seusai sidang, Hendri mengatakan, bahwa ada kejanggalan dalam penetapan  jumlah kerugian yang dialami perusahaan tersebut.

 

Menurut Hendri, pihak perusahaan mengasumsikan kerugian mereka dari total 324 TBS tersebut dengan total  berat 1970 kg setelah ditimbang menggunakan timbangan pabrik.

 

Sesuai penetapan harga  TBS kelapa sawit Provinsi Riau No.39/TPH TBS-X/2019, periode 09 Oktober s/d15 Oktober 2019 harga TBS dengan harga Rp.1.320,58 x 1970 = Rp.2.601.542. padahal harga tersebut  untuk masa tanam kelapa sawit 7 tahun.

 

Lebih jauh Hendri menguraikan, berdasarkan Fakta dilapangan sesuai patok blok tanaman sawit tahun 2015,  sehingga  untuk masa tanam sawit usia empat tahun jika dihitung berdasarkan keputusan penetapan harga sawit pada saat itu, Rp.1.135,34X1970kg = Rp.2.236.797, sehingga unsur pencurian nya adalah kasus tindak pidana ringan, jelas Hendri Siregar.

 

Lebih jauh, Hendri juga menyebutkan, hal lain yang janggal adalah dalam sidang pemeriksaan A de charge, terdakwa, Sundrianto ketika ditanyakan hakim mengenai jumlah Tandan buah segar yang telah ada dipanen oleh para terdakwa dan teman-tema nya itu, oleh Sundrianto dijawab , total seluruhnya 50 tandan, sedang kan terdakwa sendiri telah melangsir sebanyak 14 tandan.

 

Jadi, dari jumlah TBS  yang disangkakan sebanyak 324 tidak dapat diterima dan pencantuman harga, jelas-jelas ada kejanggalan,  hal ini dengan asumsi mereka ditangkap sekitar pukul 03 subuh, dak mungkin lah sudah ada jumlahnya sebanyak itu terangnya sesuai keterangan terdakwa sebut Hendri.

 

 Kepada wartawan, Hendri juga mengemukakan , kliennya, Sundrianto ditetapkan sebagai terdakwa kasus pencurian Tandan buah segar (TBS), sebanyak 324 tandan ini, setelah Sundrianto pada hari Kamis tanggal 10 Oktober 2019 sekitar subuh. Sundrianto yang Saat itu sedang enak-enaknya tidur, dirinya diajak temannya untuk membantu melangsir buah kelapa sawit milik PT. Sari lembah subur yang telah dipanen oleh teman-temannya.

 

Tidak lama Sundrianto melangsir buah sawit tersebut, ulah mereka ternyata  dipergoki oleh pihak security kebun PT Sari Lembah Subur.

 

Sundrianto yang sehari-hari nya bekerja sebagai pekerja bengkel ini, akhirnya diserahkan kepihak Polsek pangkalan lesung.

 

Masih menurut Hendri, tujuan dirinya menghadirkan 2 orang saksi yang meringankan terdakwa adalah untuk menyatakan usia kebun sawit tersebut sesuai patok blok untuk kepastian adanya kejanggalan dalam mencantumkan kerugian perusahaan Rp.2.601.542 tersebut yang dinilainya tidak tepat.

 

Agar kasus kliennya lebih terang, untuk itulah pihaknya memohonkan kepada majelis hakim agar pada sidang berikutnya, Rabu, 18/03-2020 nanti, saksi verbalisan dari Polsek pangkalan lesung untuk dapat dihadirkan.

 

kita bersyukur, majelis hakim yang diketuai  oleh Nurahmi, SH,MH, hakim anggota, Joko ciptanto, SH serta hakim anggota Ir, Rahmat Hidayat SH,MH, dapat menerima permohonan kami, ujar Hendri.

 

selain itu kami juga sebenarnya meminta agar saksi dari PT.SLS itu, Bapak Setyo Budi Utomo untuk dapat dihadirkan.

 

Sebagai tindak lanjut atas perkara yang menimpah kliennya, Sundrianto alias Sun, sebagai kuasa hukumnya, Hendri Siregar akan melaporkan PT.Sari Lembah Subur dalam hal ini Humasnya, Setyo Budi Utomo, ke Polda Riau, karena diduga telah memberikan keterangan palsu sebagaimana dalam berita acara konversi barang bukti yang dibuat oleh humas PT.Sari Lembah Subur. Tertanggal 10 Oktober 2019.

 

Ditempat terpisah, Kamis, 12/03-2020 Humas PT.Sari Lembah Subur, Setyo Budi Utomo ditanyakan terkait pencantuman nilai kerugian Rp.2.601.542 didapat nya darimana?

 

Melalui pesan SMS nya, yang menilai total kerugian adalah penyidik sebutnya.

 

Bahkan, Setyo Budi Utomo menyebutkan ada kerugian yang lebih besar Yang belum kami laporkan kepada kepolisian yaitu nilai kerusakan pohon sawit akibat dipanen oleh pencuri tersebut. " Nilai sudah dihitung oleh ahli kelapa sawit dari IPB Bogor" katanya.

 

Sementara itu, Jaksa penuntut umum kejaksaan negeri Pelalawan, Nia SH ditemui wartawan dikantor kejaksaan negeri Pelalawan, Kamis,12/03-2020. kepada wartawan Aktual terkait tentang keberatan Penasehat hukum terdakwa dengan jumlah kerugian perusahaan sebesar Rp.2.601.542 yang menurut penasehat hukum terdakwa tidak sesuai fakta dilapangan.

 

Nia mengatakan, pihaknya setelah memeriksa berkas perkara, dan unsur pasal 363 nya terpenuhi, yah kasusnya kita naikkan kepersidangan. Tentang penghitungan kerugian perusahaan itu dari penyidiknya katanya.||| Richard Simanjuntak

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Jumat, 26 Juni 2020 | 12:45:26
Disinyalir PT PLN “Tutup Mata"
BERIKAN KOMENTAR
Top